Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Fakta Sputnik 2, Roket Pembawa Anjing ke Luar Angkasa

Sputnik 2, Roket, Anjing, Laika, Luar Angkasa, Rusia
Laika diabadikan dalam perangko. (wikimedia.org)


Setelah Perang Dunia II, Uni Soviet dan Amerika Serikat terlibat “pertempuran” sengit tentang siapa yang lebih unggul dalam banyak bidang, salah satunya teknologi antariksa. Dua negara raksasa ini saling bersaing untuk menciptakan roket dan pesawat ulang-alik dengan teknologi paling canggih.

Pertempuran itu disebut juga “Space Race” atau perlombaan antariksa. Era “Space Race” menjadi bagian dalam “Cold War” atau Perang Dingin. Pada era tersebut, Uni Soviet memulai kesuksesan pertama dan mempencundangi Amerika Serikat dengan mengirimkan satelit Sputnik 1 pada 4 Oktober 1957.

Satelit Sputnik 1 adalah satelit pertama buatan manusia yang mampu terbang dan mengorbit serta mengirimkan sinyal ke bumi. Dengan Sputnik 1, Soviet mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai yang pertama, yang mampu mengirimkan satelit dan mampu mengorbit mengelilingi bumi.

Namun belum juga dunia selesai terkejut atas peluncuran satelit Sputnik 1, satu bulan berikutnya, Soviet mengukirkan sejarah lagi dengan mengirim Sputnik 2. Saat satelit kedua itu diluncurkan, Amerika Serikat belum juga mampu meluncurkan satelit pertamanya.

Apa yang mampu dilakukan Sputnik 2 dan mengapa dunia semakin menengok kehebatan Uni Soviet?

1. Kebahagiaan yang sementara

Sebenarnya, kesuksesan Soviet meluncurkan satelit Sputnik 1 telah membuat kebahagiaan luar biasa bagi para ilmuwan yang bekerja.

Dunia terkejut dan terkagum-kagum dengan apa yang telah diraih oleh Soviet. Para ilmuwan pun, karena keberhasilan tersebut kemudian saling bercanda dan membual akan mendapatkan liburan panjang serta bonus dari pemimpin Soviet.

Namun, liburan dan bonus karena kesuksesan itu tak pernah diketahui kepastiannya. Sebab faktanya, usai Sputnik 1 sukses meluncur, empat minggu setelahnya Sputnik 2 juga menyusul. Dalam rentang waktu yang pendek, para ilmuwan Soviet hanya istirahat sebentar dan harus bekerja lagi mempersiapkan Sputnik 2.

Laman Russian Space Web menjelaskan fakta bahwa kegembiraan akan mendapat liburan panjang atau bonus, tidak bertahan lama. Dalam ingatan Boris Chertok, salah satu teman dekat Sergei Korolev, sang pemimpin proyek luar angkasa Soviet, mereka harus bekerja lagi dengan rancanngan yang sama sekali baru untuk meluncurkan Sputnik 2.

2. Enam kali lipat lebih besar dari pada Sputnik 1

Satelit Sputnik 2 yang diluncurkan pada 3 November 1957 memiliki berat yang jauh lebih besar ketimbang Sputnik 1. Total bobot satelit Sputnik 2 adalah 508,3 kilogram. Bobot itu enam kali lipat lebih dari pada Sputnik 1 yang hanya 84 kilogram.

Menurut laman resmi NASA, satelit pertama milik Amerika Serikat yang bernama Explorer 1 memiliki bobot 13,97 kilogram. Maka jika dibandingkan dengan satelit pertama milik Amerika Serikat, bobot Sputnik 2 adalah 36 kali lipatnya.

Beratnya bobot Sputnik 2 karena satelit milik Soviet itu membawa misi baru tentang ambisinya menjelajahi antariksa. Misi sang perancang roket, Sergei Korolev, adalah mengirim manusia ke luar angkasa. Dan Sputnik 2 sebagai uji coba, akan membawa seekor anjing untuk menguji kemampuan makhluk hidup dan kekuatan satelit dalam melindunginya.

3. Sputnik 2 membawa makhluk hidup pertama yang mengelilingi orbit bumi

Program luar angkasa Soviet yang ambisius tersebut, pada peluncuran kedua satelitnya, membawa seekor anjing betina. Anjing tersebut bernama Laika. Jurnalis majalah Time yang bernama Jennifer Latson menulis kisah anjing tersebut. Katanya, Laika adalah anjing liar yang ditemukan di jalanan Moskow.

Tubuh Laika yang kecil dan pendiam serta berpembawaan yang tenang membuatnya terpilih untuk menjadi Kosmonaut. Namun, media-media di Barat banyak yang mengkritik dan menuduh pemerintah Soviet telah bertindak biadab karena menggunakan anjing sebagai bahan uji coba. Oleh media Barat, anjing itu disebut pupnik, pooch-nik, sputpup, woofnik sebelum akhirnya ditetapkan dengan sebutan muttnik.

Jennifer Latson dalam kisah Laika yang ia tulis, menyebutkan bahwa Laika akhirnya memang mati dalam peluncuran satelit kedua Uni Soviet. Peluncuran satelit Sputnik 2 adalah misi bunuh diri yang dilakukan oleh Soviet dan makhluk yang dipilih adalah anjing yang diberi nama Laika.

Kritik media Barat yang menuduh Soviet biadab, ditanggapi juga pada akhirnya. Pejabat Soviet saat itu, menjelaskannya bahwa misi Sputnik 2 dilakukan bukan atas dasar kekejaman, akan tetapi demi kepentingan kemanusiaan. “Orang Rusia suka anjing,” kata pejabat itu kepada majalah Time.

4. Laika mati beberapa jam setelah satelit diluncurkan

Peluncuran Sputnik 2 adalah tonggak baru kesuksesan yang telah dilakukan oleh Uni Soviet. Saat itu, Amerika Serikat sedang sibuk untuk membuat satelit pertamanya. Sedangkan Soviet sudah dua kali mencetak sejarah dengan mengirim satelit pertama yang mengorbit bumi, dan mengirim makhluk hidup pertama yang mengorbit bumi.

Nasib Laika yang terbang di dalam Sputnik 2 dikabarkan oleh Soviet tetap hidup dan mengorbit selama empat hari sebelum akhirnya mati. Sputnik 2 tidak sanggup menahan panas dan Laika yang berada didalamnya mati karena hal tersebut.

Akan tetapi, selama beberapa dekade salanjutnya, fakta lain ditemukan bahwa sebenarnya Laika mati setelah beberapa jam Sputnik 2 diluncurkan. Laman The Guardian menjelaskan ketika beberapa jam Sputnik 2 diluncurkan, jantung Laikan berdetak normal. Sekitar lima jam kemudian, nasib Laikan sudah tak diketahui lagi.

Dr. Dmitry Malashenkov dari Institut Masalah Biomedis Rusia menjelaskan bahwa Laika kemungkinan besar meninggal setelah itu.

5. Warisan Laika

Setelah Sputnik 2 melakukan orbit sebanyak 2.570 kali dan akhirnya terbakar di atmosfer pada April 1958, Soviet tetap melakukan uji coba dengan beberapa anjing untuk dikirim ke luar angkasa. Sedangkan Laika dianggap sebagai pahlawan di Soviet. Beberapa diantaranya sukses kembali lagi ke bumi, dan bahkan bisa beranak pinak.

Laika diluncurkan di Kosmodrom Baikonur di Soviet, yang saat ini menjadi wilayah Kazakhstan. Pada tahun 2008, menurut Atlas Obscura, sebuah monumen dibangun di dekat fasilitas militer Rusia untuk mengenang jasa Laika. Sebelumnya, patung Laika juga dibuat di Star City, Rusia dan pada tahun 1964, jauh sebelumnya, Laika juga masuk dalam catatan ketika pembangunan Monument to the Conquerors of Space dibuat.

Sebuah catatan kecil pada tahun 2008 diberikan oleh pelatih Laika saat itu, Oleg Gazenko. Melansir dari laman Historia, Gazenko mengatakan “Bekerja dengan hewan begitu menyiksa kami. Mereka seperti bayi yang tak bisa berbicara. Semakin waktu berlalu, semakin saya merasa bersalah. Kami seharusnya tidak melakukan misi tersebut.”

Posting Komentar untuk "5 Fakta Sputnik 2, Roket Pembawa Anjing ke Luar Angkasa"