Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Facebook & Google Bangun Kabel Bawah Laut Indonesia-AS

facebook dan google bangun kabel optik di indoneisa, kabel optik baru indonesia amerika serikat, kabel optik langsung antara indonesia dengan as, kabel optik google
(Rencana kabel optik bawah laut Echo milik Google/cloud.google.com)

Facebook dan Google rencananya akan membangun kabel bawah laut dari Indonesia ke Amerika Utara. Jalur itu akan memiliki sumbu di Singapura. Proyek tersebut akan jadi proyek pertama yang penting bagi masa depan Asia Tenggara.

Kerjasama antara raksasa Facebook dan Google tersebut menjadi investasi jangka panjang di Indonesia dan Asia Tenggara pada umumnya. Kabel bawah laut akan memiliki fungsi mempercepat kecepatan akses internet.

Indonesia adalah pasar yang amat sangat potensial bagi Facebook dan Google. Negara Indonesia adalah negara kelima dengan pengguna terbanyak Facebook dan dengan jumlah penduduk yang banyak, mereka aktif menggunakan mesin pencari Google.

Kerjasama antara raksasa Facebook dengan Google akan berkombinasi dengan perusahaan telekomunikasi Indonesia, yakni XL Axiata dan perusahaan plat merah Telkom Indonesia. Selain itu, ada juga perusahaan Singapura yang bernama Keppel yang ikut dalam proyek tersebut.

Meningkatkan kapasitas bawah laut hingga 70 persen

Rute proyek kabel bawah laut milik Facebook dan Google disebut akan memiliki keragaman lintasan dan beberapa di antaranya baru, seperti di Laut Jawa. Kabel tersebut juga akan menghubungkan ke wilayah tengah dan timur Indonesia.

Sebagai negara dengan kepadatan jumlah penduduk keempat di dunia, kecepatan teknologi internet di Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan beberapa negara di kawasan. Karenanya, proyek Facebook dan Google tersebut bisa jadi akan semakin meningkatkan kecepatan internet di Indonesia.

Melansir dari laman Reuters, kabel tersebut, akan menjadi yang pertama yang langsung menghubungkan Amerika Utara ke beberapa wilayah utama Indonesia, dan akan meningkatkan konektivitas untuk provinsi tengah dan timur Nusantara.

Kevin Salvadori, Wakil Presiden Jaringan Investasi Facebook menjelaskan bahwa "ini bakal jadi dua kabel pertama yang melalui rute baru yang beragam dan akan meningkatkan kapasitas bawah laut secara keseluruhan di wilayah trans-pasifik sekitar 70 persen."

Kabel Echo dan Bifrost

kabel optik echo dan bifrost, kabel optik facebook dan google, kabel optik indonesia langsung ke as, proyek kabel optik indonesia
(Proyek kabel optik bawah laut Echo dan Bifrost milik Google dan Facebook/engineering.fb.com/

Duet maut antara Facebook dan Google untuk membangun kabel bawah laut trans-pasifik sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu, yakni sekitar tahun 2016.

Saat itu, Facebook dan Google dan Facebook membangun kabel bawah laut yang menghubungkan Hong Kong dengan Los Angeles dengan panjang kabel mencapai 12.800 kilometer. Kecepatan internet yang dijanjikan dari kabel bawah laut tersebut adalah 120 Terabit per detik (Tbps).

Investasi yang digelontorkan mencapai sekitar 400 juta dolar AS atau setara dengan Rp5,7 triliun.

Kini proyek Facebook dan Google yang terbaru, yang akan menghubungkan Indonesia langsung ke Amerika Utara akan memiliki jarak yang lebih panjang lagi. Namun tidak dikabarkan rincian nominal jumlah investasi tersebut.

Rencananya, akan ada dua kabel. Dua kabel tersebut bernama Echo dan Bifrost. Kabel Echo dibangun oleh Alphabet Google yang bermitra dengan XL Axiata. Proyek itu rencananya akan selesai pada tahun 2023 mendatang.

Sedangkan kabel Bifrost adalah kerjasama lintas mitra antara Facebook dengan Telkom Indonesia. Untuk Telkom Indonesia, proyek akan dikerjakan oleh anak perusahaan yang bernama Telin. Dalam proyek Bifrost, perusahaan Keppel dari Singapura juga ikut andil. Rencananya kabel Bifrost akan selesai pada tahun 2024.

Investasi jangka panjang Facebook dan Google

Semua investasi Facebook dan Google untuk mempercepat dan meningkatkan kecepatan internet di Asia Pasifik adalah investasi jangka panjang. Menusur Statista, pendapatan Facebook dari mulai tahun 2011 hingga tahun 2020, perusahaan Zuckerberg tersebut terus mengalami lonjakan pendapatan.

Pendapatan Facebook terlihat menurun di Q1 dan Q2 tahun 2020. Meski begitu, di Q3 dan Q4, pendapatan Facebook kembali melonjak.

Sedangkan Google dengan induk perusahaannya yang bernama Alphabet, pendapatan mereka di Asia Pasifik cenderung meningkat. Tercatat, menurut Statista, sejak tahun 2015 hingga tahun 2020, pendapatan Alphabet di Asia Pasifik menyumbang dari 14 persen hingga 30 persen dari total pendapatan global.

Tahun lalu, Facebook Connectivity telah merencanakan program untuk membangun fiber optiknya di Indonesia sepanjang 20.000 kilometer. Mereka bekerja sama dengan pengembang lokal yakni Alita Praya Mitra. Diperkirakan 10 juta masyarakat Indonesia nantinya akan mendapatkan manfaat dari kecepatan internet dari investasi Facebook tersebut.

Google disisi lain juga sudah menjajaki investasi jangka panjangnya di Indonesia lewat pembangunan fiber optik. Pada tahun 2019, Google berupaya untuk menyambungkan Asia dengan Australia dengan kabel optik bawah lautnya.

Jarak proyek dari kabel optik bawah laut Google tersebut sekitar 9.000 kilometer. Kabel milik Google menghubungkan Singapura dan Perth, sampai ke Sydney. Jakarta termasuk wilayah yang dilewati kabel tersebut. Kecepatan kabel milik Google yang dipasang saat itu diperkirakan mencapai 18 Terabit per detik (Tbps).

Posting Komentar untuk "Facebook & Google Bangun Kabel Bawah Laut Indonesia-AS"