Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Purwarupa Starship SN-10 Milik SpaceX Meledak ketika Sudah Mendarat

purwarupa, starship, sn10, spacex, meledak, mendarat
Launchpad milik SpaceX dengan roketnya. (pexels.com/SpaceX)


SpaceX, perusahaan milik miliarder Elon Musk melakukan uji coba purwarupa bernama Starship SN-10 pada 3 Maret 2021. Purwarupa itu akan digunakan sebagai wahana antariksa berkemampuan kargo. Tapi SN-10 SpaceX meledak, padahal sudah sukses mendarat.

Elon Musk memiliki ambisi untuk membuat koloni di Mars. Salah satu cara untuk mewujudkan hal itu adalah membangun roket kargo yang mampu membawa banyak barang. SpaceX kemudian merancang Starship.

Selama ini, purwarupa telah diuji coba beberapa kali. Tiga purwarupa Starship terakhir bernama SN-8, SN-9, dan SN-10. Uji coba berlangsung pada akhir tahun 2020 hingga tahun 2021 ini. Ketiganya meledak ketika sudah sampai di permukaan launchpad.

Namun, dari tiga uji coba itu, ada beberapa kemajuan yang diraih oleh Starship. Dan saat ini Starship SN-11 sudah siap untuk uji coba. Akan tetapi belum jelas kapan uji coba purwarupa itu akan dilakukan.

SN-10 berhasil terbang setinggi 10 kilometer

Salah satu pencapaian luar biasa yang diukir oleh Starship SN-10 adalah dia mampu meluncur menembus langit setinggi 10 kilometer. Dengan tinggi 122 meter yang terbuat dari baja anti-karat, purwarupa itu sukses meluncur ke langit.

Starship SN-9 sebelum terbang (wikimedia.org/Jaredkrahn)


Sebelumnya, purwarupa SN-9 dan SN-8 juga mampu mencapai ketinggian 10 kilometer. Bahkan SN-8 mampu mencapai ketinggian 12,5 kilometer. Namun dua purwarupa Starship tersebut mengalami pendaratan dengan keras dan meledak sebelum berhasil berdiri tegak di launchpad.

SN-10 yang menjadi purwarupa uji coba selanjutnya, berhasil melakukan pendaratan dengan halus. Namun beberapa pengamat menilai enam kaki Starship SN-10 tidak sempurna berpijak. Purwarupa itu berdiri dengan miring. Tak lama setelah touchdown atau mendarat, purwarupa itu kemudian meledak dan membuatnya terpental ke atas, lalu terbanting lagi ke bawah.

Tim SpaceX mendapatkan pujian dari Elon Musk

Purwarupa roket mengkilap dengan bentuk seperti peluru raksasa itu kemungkinan adalah wahana yang akan mengubah masa depan manusia. Jika purwarupa itu nantinya sukses, maka besar kemungkinan manusia dapat membangun koloni di Mars, seperti apa yang diimpikan oleh Elon Musk.

Juga, meski Starship SN-10 meledak ketika sudah mendarat, Elon Musk memuji para staf yang bekerja di SpaceX. Lewat akun media sosialnya, Musk mengatakan "Tim SpaceX melakukan pekerjaan luar biasa! Suatu hari, ukuran kesuksesan yang sebenarnya adalah penerbangan Starship (dan jadi) hal biasa."

SpaceX adalah sebuah perusahaan terobosan mutakhir dan futuristik. Perusahaan itu saat ini sudah menjadi salah satu perusahaan andalan untuk menerbangkan satelit. Hal itu karena, SpaceX membuat roket yang reusable atau dapat digunakan kembali, tidak seperti roket-roket sebelumnya.

Begitupun dengan Starship, Musk menginginkan agar SpaceX merancang purwarupa raksasa itu menjadi roket yang reusable. Kegagalan SN-9, SN-9, dan SN-10 ketika mendarat adalah sebuah pencapaian ambisi untuk menciptakan roket yang dapat digunakan kembali.

Perbandingan roket lain dengan Starship (wikimedia.org/Thorenn)


SpaceX terus melakukan uji coba penerbangan Starship.Purwarupa roket itu melakukan manuver, mematikan mesin, lalu kemudian menyalakannya lagi untuk mendorong tubuh roket dan dengan pelan mendarat di tanah.

Kegagalan adalah hal yang biasa karena salah satu filosofi SpaceX adalah "test, fly, fail, fix, repeat". Filosofi yang diterapkan secara berulang itu terbukti telah membuat SpaceX menjadi perusahaan penerbangan luar angkasa sukses, yang mampu mengantarkan astronot NASA ke International Space Station. Dengan kemampuan roket Falcon9 yang reusable, banyak juga satelit dari berbagai perusahaan dan negara menumpang sekaligus untuk diantarkan ke orbit rendah bumi.

Masa depan dimulai dari hitungan detik

Proyek membuat roket super besar Starship dimulai dengan Starhopper. Uji coba pertama diluncurkan pada 5 April 2019. Starhopper melompat satu meter dan hanya dalam tiga detik. Namun catatan menyebutkan bahwa uji coba itu berhasil dalam peluncuran dan berhasil dalam pendaratan.


Starhopper kemudian diganti dengan SN-5 (Serial No. 5), setelah tiga kali uji coba. SN-5 meluncur pada Agustus 2020, ketika dunia sedang dihantam virus corona. Ia mampu meluncur naik setinggi 150 meter. Uji coba purwarupa berlanjut SN-6 yang juga naik setinggi 150 meter.

Uji coba purwarupa yang mampu mencapai ketinggian signifikan adalah SN-8 dan SN-9. Dua purwarupa Starship tersebut meluncur ke ketinggian lebih dari 10 kilometer. Keduanya terbang dengan waktu lebih dari enam menit. Namun ketika mereka mencoba mendarat, mereka meledak.

Paling terbaru adalah uji coba purwarupa SN-10 yang dilakukan oleh SpaceX pada 3 Maret. Purwarupa itu mampu mendarat tapi tidak sempurna. Beberapa menit kemudian justru meledak. Kini SN-11 sudah dipersiapkan. Akan tetapi tanggal peluncuran belum ditentukan. Jika uji coba Starship berhasil, bisa jadi, manusia benar-benar bisa membuat koloni di Mars.

Posting Komentar untuk "Purwarupa Starship SN-10 Milik SpaceX Meledak ketika Sudah Mendarat"