Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknologi Drone Pertanian Pembunuh Serangga

Inovasi teknologi tiada henti. Kali ini di bidang agrikultur, sebuah perusahaan rintisan membuat teknologi drone pertanian yang dapat membunuh serangga kecil. Lebih canggihnya lagi, teknologi drone pertanian tersebut dapat beroperasi secara automatis dengan mencari serangga sendiri.


teknologi, drone, pertanian, pembunuh, serangga, drone pertanian, drone serangga
Teknologi drone pembunuh serangga dalam pertanian. Ilustrasi (pexels.com/cottonbro)

Perkembangan teknologi pesawat nirawak atau drone sudah semakin maju. Khususnya di bidang pertanian, drone-drone canggih mulai bermunculan. Sebut saja drone untuk menyirami, drone untuk membasmi hama, juga drone pembunuh serangga penggangu. Kini dengan kehadiran drone tersebut, pekerjaan pertanian menjadi lebih mudah.

Ukuran drone juga beragam, dari mulai kecil, sedang, hingga besar. Salah satu inovasi drone menarik yang dikembangkan adalah drone pembunuh serangga. Drone ini berukuran mini dan berfungsi di dalam pertanian rumah kaca. Pengembangnya bernama PATS Indoor Drone Solutions.

Paling menarik dari drone tersebut adalah ia membunuh serangga pengganggu secara otomatis, atau tanpa kita kendalikan secara manual.

Sang penjaga rumah kaca

Rumah kaca adalah salah satu teknologi pertanian yang sangat maju. Dalam pertanian dengan rumah kaca tersebut, iklim dan suhu dapat terkontrol secara baik. Tanaman yang hidup di dalamnya dapat tetap dipantau sesuai dengan kondisi lingkungan yang dianggap terbaik. Hasil maksimal dapat diraih.

Meski rumah kaca adalah ruangan tertutup yang transparan mirip kaca, tapi bukan berarti ekosistem di dalamnya benar-benar bersih dari serangan serangga. Berbagai serangga pengganggu tetap dapat muncul dan hadir untuk merusak tanaman.

Karena itu, sebuah perusahaan rintisan bernama PATS menawarkan sebuah drone yang mampu bekerja secara efektif untuk membunuh para serangga pengganggu tersebut. Drone itu melakukan pekerjaannya secara otomatis.

Melansir dari laman Associated Press, “jadi ia melihat ngengat terbang, ia (drone) tahu di mana (posisinya), dan kemudian mengarahkan drone ke arah ngengat,” kata kepala teknis PATS Kevin van Hecke menjelaskan.

Perusahaan bernama Koppert Cress yang mengekspor tanaman aromatik, tanaman bunga dan lainnya, adalah perusahaan yang membutuhkan alat tersebut. Pemiliknya tidak pernah menginginkan menggunakan bahan kimia dan dia juga tidak memiliki izin sertifikasi untuk penyemprotan kimia.

Karena itu, pemilik Koppert Cress yang bernama Rob Baan menguji coba drone untuk menjaga rumah kaca miliknya. Dengan begitu, tanaman miliknya tetap terjaga dari pengganggu tanpa menggunakan bahan kimia.

Drone mampu membedakan mana serangga baik dan buruk

drone, pembunuh, serangga, pertanian, teknologi, belanda
Tangkap layar dari saluran remsi PATS (YouTube.com/PATS)
Drone dari perusahaan rintisan PATS adalah sebuah teknologi yang awalnya dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Teknik di Delft. Mereka bertanya-tanya apakah mungkin untuk membasmi nyamuk yang berdengung di sekitar dengan menggunakan drone.

Namun, rupanya drone yang dihasilkan lebih dari hanya sekedar untuk membasmi nyamuk. Drone dilengkapi dengan sistem kendali pintar untuk memindai udara dan situasi di dalam rumah kaca.

Dengan teknologi canggih yang disematkan di dalamnya, drone itu dapat membedakan mana serangga atau ngengat yang baik dan mana serangga atau ngengat yang buruk.

"Anda tidak ingin membunuh ladybug, karena ladybug sangat membantu melawan kutu daun. Jadi drone harus membunuh yang jahat, bukan yang baik. Dan yang bagus terkadang sangat mahal - Saya membayar setidaknya 50 sen untuk satu lebah, jadi saya tidak ingin mereka membunuh lebah,” kata Rob Baan, sang pemilik rumah kaca.

Menghabisi serta mengusir serangga secara otonom tanpa campur tangan manusia

Tentu saja, kelebihan utama dari drone yang dikembangkan oleh PATS adalah kemampuannya dalam mengusir atau membunuh serangga tanpa campur tangan manusia. Kelebihan tersebut tentu semakin memudahkan petani dalam pekerja, sehingga petani dapat mengerjakan hal lain yang lebih produktif.

Meksi begitu, drone PATS saat ini masih dalam tahap pengembangan. Tapi, drone sudah memiliki kemampuan yang mengesankan.

CEO PATS yang bernama Bram Tijmons menjelaskan “ini masih produk pengembangan, tapi kami memiliki hasil yang sangat bagus. Kami menargetkan ngengat dan kami mengeluarkan ngengat setiap malam secara otonom tanpa campur tangan manusia,”katanya.

Baca juga: Airbus Rilis Konsep Pesawat Hidrogen

PATS Indoor Drone Solutions beralamat di Kluyverweg 1 (lantai 13), 2629 HS Delft, Belanda. Di dalam situs resminya, perusahaan tersebut menjanjikan bahwa drone buatan mereka membantu petani mengurangi risiko kerusakan tanaman. Selain itu, drone juga jadi solusi utama ketika aturan penggunaan insektisida dan pestisida semakin ketat.

Sedangkan, jika membunuh dan mengusir serangga secara konvensional akan membutuhkan waktu yang lama dan melelahkan, dengan keberadaan drone PATS, pekerjaan tersebut semakin singkat karena dikerjakan dengan teknologi cerdas secara otomatis.

Baan yang mencoba drone dari PATS mengakui bahwa teknologi tersebut masih butuh pengembangan lebih lanjut.  “Saya pikir mereka bisa membuat rumah kaca ini di masa depan mungkin dengan 50 drone kecil, dan kemudian itu sangat bermanfaat,” kata Baan.

Drone mampu terbang dalam kegelapan

drone, pertanian, pembunuh, serangga, belanda, teknologi
Tangkap layar dari saluran resmi PATS (YouTube.com/PATS)
Drone yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan PATS sangat mini. Ukuran alat inovatif itu hanya 4 x 4 sentimeter. Dengan bentuk sekecil itu, kamera tidak bisa diletakkan di badan drone. Karena itu, kamera utama berada di pusat stasiun pengendalian.

Meskipun tanpa kamera, tapi drone mini tersebut tetap mampu terbang di kegelapan malam. Teknologi infra merah yang disematkan pada drone, membuat alat tersebut tetap mampu terbang dalam kegelapan untuk membunuh serangga pengganggu. Teknologi itu tentu sangat membantu karena ia tetap dapat memburu serangga di malam hari tanpa penerangan.

Salah satu bagian penting dari drone adalah stasiun pangkalan. CEO PATS, Bram Tijmons, menjelaskan bahwa stasiun pangkalan memiliki semua kecerdasan dan harus bertahan lama dalam kondisi rumah kaca yang menantang.

"Kami membawa drone ke stasiun pangkalan, mengikuti serangga atau ngengat lalu melenyapkannya," kata Tijmons.

Industri drone saat ini semakin banyak diminati, khususnya para petani flotikultura atau petani yang menggunakan sistem rumah kaca. Menurut MarketsandMarkets, pasar drone pertanian diharapkan tumbuh dari USD 1,2 miliar (Rp 17,2 triliun)  pada 2019 menjadi USD 4,8 miliar (Rp 68,9 triliun) pada 2024 dengan rata-rata pertumbuhan pertahun 31,4 persen.

Mungkin kamu tertarik: Ragam Kuliner yang Dibuat dengan Teknologi Printer

Posting Komentar untuk "Teknologi Drone Pertanian Pembunuh Serangga"