Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Waspada Penipuan Vaksin Covid-19 yang Dijual di Darkweb

vaksin, covid-19, darkweb, darknet, penipuan, dijual
Peneliti keamanan siber menemukan penjualan vaksin Covid-19 di Darknet. (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)


Vaksin Covid-19 rupanya ada yang menjual di darknet/darkweb, sebuah dunia bawah tanah internet. Harga yang ditawarkan beragam, dari mulai $250 hingga mencapai lebih dari $1.000. Pembayaran yang diminta dalam transaksi tersebut menggunakan mata uang crypto Bitcoin.

Meski begitu, banyak ahli menyeru bahwa para penjual yang mengiklankan vaksin Covid-19 itu hanyalah sebuah bentuk penipuan baru, yang mencari celah ketika dunia kekurangan pasokan vaksin. Mereka, orang-orang yang tak bertanggung jawab itu mencoba mengeruk keuntungan dibalik ketidak-sabaran publik yang harus menunggu mendapatkan jatah vaksin mereka.

Sebuah perusahaan keamanan siber yang bernama Check Point dan Kapersky mencoba menelusuri kebenaran iklan penjualan vaksin Covid-19 tersebut. Tim dari perusahaan itu mencoba menjadi konsumen dan melakukan transaksi dengan para penjualnya. Berikut ini adalah beberapa fakta yang berhasil ditemukan.

Lonjakan iklan penjualan

Perusahaan keamanan siber Check Point terus berupaya memantau perkembangan para penjual vaksin Covid-19. Dalam catatan mereka, terjadi lonjakan pengiklan di darkweb jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu, hingga ke awal tahun ini.

Check Point membuat laporan dari penyelidikan tersebut pada tanggal 12 Januari silam. Menurut mereka, sejak Desember hingga laporan itu dibuat, terjadi lonjakan iklan penjualan yang mencapai 400 persen. Dalam penelusuran sederhana yang dilakukan, mereka mendapati sebanyak 340 iklan vaksin Covid-19 dalam 34 halaman. Sebelumnya penelusuran hanya menemukan 8 halaman saja pada Desember.

Akan tetapi, banyak para ahli telah mengatakan bahwa vaksin Covid-19 dapat dipastikan tidak dijual di marketplace daring. Jadi dapat dimungkinkan bahwa semua penjualan vaksin di dunia daring atau darkweb adalah vaksin yang tidak jelas dan tidak dapat dipertanggung jawabkan keasliannya.

Harga vaksin yang dijual di Darknet

Saat ini para produsen vaksin Covid-19 sedang menggenjot produksinya. Meski dalam beberapa kasus, terjadi keterlambatan pengiriman pasokan seperti misalnya di Uni Eropa. Salah satu pabrik produsen AstraZeneca di Belgia mengalami gangguan sehingga produsen tersebut mengurangi pengiriman pasokannya.

Dalam kondisi tersebut, banyak orang tidak sabar untuk mendapatkan vaksin. Karena itu para penipu mencari kesempatan dengan menawarkan vaksin dan mengiklankannya di darkweb, sebuah dunia yang butuh beberapa alat dan konfigurasi khusus untuk memasukinya.

Dalam laporan yang disampaikan oleh CNBC, harga yang ditawarkan beragam dari mulai $250, $500, $1.000 hingga ada yang menjual sampai $1.200. Jika harga yang ditawarkan tersebut adalah per dosis, maka selisihnya dengan harga asli terlampau jauh.

Sebagai catatan, menurut pemantauan Observer, harga vaksin buatan Pfizer adalah $20 per dosis. Para penerima awal bahkan mendapatkan suntikan gratis. Sedangkan vaksin Moderna harganya adalah $10 hingga $50 per dosis. Produsen tersebut juga memberikan gratis bagi para penerima awal. Selanjutnya vaksin AstraZeneca memiliki kisaran harga $4.

Saran keliru tentang aturan penggunaan

Informasi yang ditelusuri oleh tim keamanan siber menemukan kejanggalan lain selain harga di atas. Kejanggalan tersebut adalah klaim yang tidak jelas tetang aturan penggunaan yang diketahui bertentangan dengan aturan resmi medis.

Beberapa penjual vaksin Covid-19 di darkweb ada yang mengatakan diperlukan 14 dosis untuk vaksinasi. Tiap dosis yang ditawarkan adalah seharga $300.

Komunikasi yang dilakukan oleh tim keamanan siber melalui aplikasi yang terenkripsi seperti Telegram dan Wickr. Menurut perkiraan mereka, para penjual itu mayoritas telah melakukan transaksi antara 100 hingga 500 kali.

Melansir dari laman The Guardian, peneliti keamanan dari Kapersky menjelaskan “mayoritas penjual bawah tanah ini telah melakukan antara 100-500 transaksi, menunjukkan bahwa mereka telah menyelesaikan penjualan tetapi apa yang sebenarnya dibeli oleh pengguna Darknet masih belum jelas. Dengan informasi yang tersedia, para ahli Kaspersky, tidak mungkin mengetahui berapa banyak dari dosis vaksin yang diiklankan secara daring adalah dosis sebenarnya dan berapa banyak iklan yang merupakan penipuan.”

Para penjual rata-rata berbasis di Amerika dan Eropa

Tim keamanan siber Kapersky yang melakukan penelusuran lebih jauh menemukan beberapa hasil yang kemungkinan berisi informasi benar. Dmitry Galov, seorang peneliti di Kaspersky mengatakan bahwa beberapa dari orang-orang tersebut kemungkinan memiliki akses ke industri medis.

Melansir dari laman CBS, menurut para peneliti Kaspersky, mereka menemukan setidaknya segelintir penjual yang telah menyelesaikan ratusan transaksi dari apa yang tampaknya merupakan vaksin sebenarnya. Dalam penelitian tersebut, mereka juga menyampaikan bahwa sebagian besar penjaja vaksin berbasis di Amerika Serikat dan di daratan Eropa.

Lev Kubiak, kepala petugas keamanan di Pfizer, mengatakan kepada CBS bahwa perusahaan farmasi tempatnya bekerja telah menemukan beberapa contoh penipu yang memalsukan kemasan perusahaan, tetapi tidak ada dosis yang sebenarnya untuk dijual.

"Pfizer secara proaktif memantau internet termasuk darkweb, dan berkoordinasi dengan penegak hukum," kata Kubiak. "Kami belum melihat dosis nyata dijual di pasar gelap."

Posting Komentar untuk "Waspada Penipuan Vaksin Covid-19 yang Dijual di Darkweb"