Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Denmark dan Korsel Bangun PLTB Raksasa di Laut

PLTB adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (Angin). PLTB jadi salah satu solusi utama untuk suplai energi terbarukan yang ramah lingkungan. Perkembangan pembangunan industri PLTB saat ini sedang marak, terutama Denmark dan Kora Selatan.

pltb adalah, pembangkit listrik tenaga bayu, pltb raksasa, denmark dan korsel bangun pltb raksasa, energi terbarukan
Ilustrasi PLTB (Unsplash.com/Nicholas Doherty)

Seperti sudah dijelaskan dalam prakata, PLTB singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu. Bayu adalah istilah Jawa yang berarti angin. Jadi PLTB adalah energi alternatif yang memanfaatkan energi angin untuk menghasilkan listrik atau setrum.

Di Indonesia, contoh PLTB terletak di Sidrap. PLTB tersebut adalah PLTB terbesar di Indonesia. Bahkan dapat dibilang PLTB Sidrap adalah terbesar se-Asia Tenggara. Total ada 30 kinncir angin yang menghasilkan 75 Megawatt. Rencananya target PLTB tersebut 1,8 Gigawatt.

Meski PLTB Sidrap disebut jadi PLTB terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara, namun jika dibandingkan dengan PLTB luar negeri masih kalah jauh. Indonesia masih perlu mengejar. Misalnya, di Denmark dan Korsel.

Dua negara ini, pada tahun 2021 ini telah sepakat dalam mengerjakan PLTB raksasa yang terletak di laut. Masing-masing negara dalam rencana pembangunan PLTB itu akan menghasilkan puluhan Gigawatt dan dana proyek yang fantastis.

Pulau penghasil energi listrik tenaga angin milik Denmark

PLTB memanfaatkan energi angin. Dengan begitu, PLTB artinya pembangkit listrik yang mengandalkan angin sebagai sumber penghasil listrik. Ini adalah energi alternatif yang lebih ramah dibandingkan dengan energi konvensional seperti batubara atau minyak bumi.

Salah satu pelopor industri PLTB di dunia adalah Denmark. Negara tersebut telah lama membuat kincir untuk memanen angin dan mengkonversinya menjadi listrik.

Pada tahun 2021 ini, mereka sepakat melaksanakan rencana pembangunan PLTB yang berdiri di laut dengan pulau mandiri. Jadi di pulau tersebut nantinya hanya akan berisi bangunan kincir dan semua pendukungnya untuk menghasilkan energi listrik yang berlimpah.

Ini adalah proyek pertama di dunia yang menjadikan sebuah pulau khusus untuk menghasilkan energi listrik. Luas pulau tersebut setara dengan 18 lapangan sepakbola atau 120.000 meter persegi. Pulau itu nantinya akan dibangun jadi itu adalah pulau buatan.

Baca juga: Teknologi Cahaya Alami dari Jamur

Berapa uang untuk mendanai proyek tersebut?

PLTB pulau mandiri di Denmark akan memanen angin laut yang sangat potensial. Di puulau mandiri buatan tersebut, rencananya akan dibangun 200 kincir angin raksasa. Daya yang dihasilkan maksimum rencananya adalah 10 Gigawatt.

Rencana awal, pulau itu akan memasok 3 Gigawatt dan pada tahun 2033 sudah mulai bisa menghasilkan listrik.

Jika mau dibandingkan, PLTB Sidrap Indonesia rencananya akan menghasilkan 1,8 Gigawatt pada tahun 2033 dan itu berarti hanya lebih dari separuh target awal milik Denmark.

Untuk membangun pulau mandiri penghasil listrik tenaga angin tersebut, Denmark membutuhkan dana sekitar 34 miliar dolar AS atau setara dengan Rp493,3 triliun. Itu juga akan menjadi proyek raksasa terbesar sepanjang sejarah Denmark.

Denmark memiliki Undang-Undang Iklim yang menargetkan pada tahun 2030. Dibawah Undang-Undang tersebut, negara harus berkomitmen pengurangan emisi gas rumah kaca sampai 70 persen. Pada tahun 2050 mendatang, rencananya Denmark akan menghasilkan nol CO2.

Melansir dari laman BBC, Prof Ostergaard menjelaskan bahwa itu adalah langkah besar industri turbin angin Denmark. "Kami memimpin di darat, lalu kami mengambil langkah lepas pantai dan sekarang kami mengambil langkah dengan pulau energi, jadi ini akan menjaga industri Denmark dalam posisi perintis," katanya mengklaim.

Rencana pembangunan pulau buatan penghasil energi listrik tenaga angin Denmark disetujui pada bulan Februari tahun 2021 oleh pemerintah Denmark. Sebagian besar biaya akan ditanggung oleh negara dan sebagian yang lain oleh Swasta.

Negara-negara Eropa lainnya dapat memanfaatkan listrik yang akan dihasilkan oleh pulau energi buatan milik Denmark tersebut.

PLTB raksasa lepas pantai Korsel

Jika Denmark membuat pulau buatan sebagai penghasil listrik PLTB, Korsel berbeda. Korsel rencananya berusaha membuat sebuah ladang PLTB di lepas pantai untuk memanen angin dan menghasilkan listrik.

Proyek Korsel tersebut adalah proyek raksasa untuk mewujudkan ambisi negara penghasil nom emisi karbon pada tahun 2050 mendatang. Pada tahun 2030, PLTB itu akan jadi PLTB terbesar di dunia, khusus wilayah lepas pantai.

Upaya yang dilakukan oleh Korsel adalah salah satu langkah untuk menekan ketergantungan mereka terhadap energi fosil seperti batu bara.

Melansir dari laman Reuters, Presiden Korsel saat ini yang bernama Moon Jae-in mengatakan “Dengan proyek ini, kami mempercepat transisi energi ramah lingkungan dan bergerak lebih bersemangat menuju netralitas karbon,” katanya ketika menghadiri rencana pelaksanaan proyek tersebut pada Februari 2021 lalu.

Setara dengan enam reaktor nuklir

Lokasi utama pembangunan PLTB lepas pantai Korsel itu tepatnya berada di sebelah barat daya negara tersebut, yakni di sekitar laut Sinan. Kapasitas maksimum PLTB lepas pantai Korsel itu akan mencapai 8,2 Gigawatt.

Dengan target maksimum daya yang dihasilkan itu, Korsel mengalokasikan anggaran pembangunan sebesar 43 miliar dolar AS atau setara dengan Rp623 triliun. Rencana anggaran itu jauh lebih banyak dari pada anggaran yang dikeluarkan oleh Denmark.

Namun, meski uang yang digelontorkan oleh Korsel jauh lebih banyak, tetapi daya maksimum yang rencana dihasilkan berbeda. Denmark akan mendapatkan daya 10 Gigawat sedangkan Korsel hanya 8,2 Gigawatt.

Meski begitu, proyek PLTB lepas pantai Korsel adalah proyek transformasi energi untuk beralih dari energi fosil ke energi terbarukan. Dengan menggunakan energi alternatif angin sebagai sumber daya utama, itu berarti industri penghasil listrik semakin ramah lingkungan.

Perusahaan utilitas ikut hadir dalam kesepkatan tersebut. Mereka di antaranya adalah Korea Electric Power Corp, SK E&S, Hanwha Engineering & Construction Corp, Doosan Heavy Industries & Construction Co., CS Wind Corp dan Samkang M&T Co.

Proyek PLTB lepas pantai Korsel akan setara dengan enam pembangkit listrik tenaga reaktor nuklir. Selain itu, PLTB lepas pantai Korsel efeknya setara dengan penanaman pohon pinus sebanyak 71 juta pohon.

Mungkin kamu tertarik: Daftar HP Terbaru Tahun 2021 Beserta Harganya

Posting Komentar untuk "Denmark dan Korsel Bangun PLTB Raksasa di Laut"