Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Siap Buru Alien, Helikopter Ingenuity Terbang di Planet Mars

Teknologi antariksa masuki babak baru. Ilmuwan NASA berhasil menerbangkan helikopter di planet Mars. Mungkinkah manusia saat ini sudah siap untuk memburu alien?


helikopter ingenuity, planet mars, alien, helikopter pertama mars, nasa, sejarah helikopter, perseverance, teknologi antariksa
Helikopter Ingenuity di planet Mars (Wikipedia.org/Nasa)

Tahun lalu, NASA meluncurkan sebuah wahana antariksa bernama Perseverance. Wahana tak berawak tersebut terbang dari bumi menuju planet Mars pada tanggal 30 Juli 2020.

Di bawah perutnya, ia membawa serta sebuah helikopter bernama Ingenuity. Keduanya adalah teknologi antariksa yang canggih.

Perseverance dan helikopter Ingenuity dibuat oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA yang markasnya berada di Pasadena, California. Itu adalah paket misi Mars 2020 dengan biaya miliaran dolar AS.

Selama sekitar tujuh bulan melakukan perjalanan dari bumi, Perseverance dan helikopter Ingenuity akhirnya sampai ke planet Mars.

Wahana antariksa yang dibuat dengan teknologi canggih itu mendarat di sebuah kawah yang bernama Jezero pada tanggal 18 Februari 2021.

Di kawah Jezero, Ingenuity segera melepaskan diri dari Perseverance. Ia kemudian melakukan sebuah uji coba penerbangan secara otonom pada 19 April 2021.

Para ilmuwan NASA dengan tegang menyaksikan prosesi sakral itu dan berjingkrak gembira setelah melihat helikopter Mars sukses melakukan penerbangan pertama.

Lewat kesuksesan tersebut, saat ini ada opini yang berkembang di kalangan para astronom: apakah selanjutnya manusia siap memburu alien di planet lain?

Berikut ini adalah kisah dan fakta tentang helikopter Ingenuity, helikopter pertama yang sukses terbang di planet Mars

Tentang Helikopter Ingenuity

Helikopter Ingenuity adalah helikopter pertama di planet Mars. Helikopter tersebut dibuat oleh tim JPL NASA. Biaya yang dikeluarkan untuk membuatnya 80 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,16 triliun. Biaya pengoperasian helikopter Ingenuity sebanyak 5 juta dolar AS atau Rp72,6 miliar.

Bentuk helikopter Mars Ingenuity terhitung kecil. Meski dibuat dengan biaya triliunan, bobot helikopter Ingenuity tak sampai dua kilogram. Dimensi wahana nirawak Mars itu hanya 13,6cm X 19,5cm X 16,3cm.

Meski kecil, tapi ada harapan besar yang disematkan kepadanya. Helikopter Ingenuity diharapkan menjadi wahana antariksa yang sanggup terbang secara otonom di planet lain.

Tidak seperti kendaraan penjelajah NASA lain yang bentuknya seperti rover penjelajah, Ingenuity adalah helikopter dengan dua rotor yang memiliki kecepatan putar sekitar 2.400 rpm.

Sumber kehidupannya berasal dari listrik solar panel yang disimpan dalam baterai seberat 273 gram, lebih ringan jika dibanding berat HP Samsung Galaxy Z Fold 2. Perlu diketahui, HP Samsung Z Fold 2 memiliki berat 282 gram.

Wahana nirawak itu dilengkapi dengan dua kamera. Satu kamera berkemampuan hitam putih, dan satu kamera lagi memiliki kemampuan berwarna. Berbagai sensor dan navigator juga dilengkapi di dalam tubuhnya.

Mengapa bernama helikopter Ingenuity?

Dalam proyek misi Mars 2020, NASA menyelenggarakan lomba esai untuk menamai wahana antariksa mereka. Lomba diikuti oleh siswa-siswi Amerika Serikat. Dalam kompetisi tersebut, nama yang dipilih adalah Perseverance untuk rover penjelajah dari seorang siswa bernama Alexander Mather.

Untuk helikopter Mars milik JPL NASA, pemenangnya adalah Vaneeza Rupani yang mengajukan nama Ingenuity. Rupani seorang siswi dari Tuscaloosa County High School di Northport, negara bagian Alabama.

Dalam wawancara, Vaneeza Rupani, gadis cantik berkacamata itu memberikan alasan mengapa "Ingenuity" bagus untuk nama helikopter Mars milik NASA tersebut.

Menurut Rupani, "Ingenuity" atau Kecerdikan "akan menjadi nama yang bagus untuk helikopter karena itulah yang dibutuhkan untuk merancang mesin ini." Kecerdikan adalah hal yang dibutuhkan dalam sebuah tim untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa dengan banyak tantangan yang kompleks.

Baca juga: Al-Amal, Misi Pertama Mars dari Arab

Penerbangan pertama di planet Mars

Penjelajah Perseverance yang ada di kawah Jezero mencari sebuah lahan datar untuk mempersiapkan penerbangan helikopter Ingenuity. Tempat yang dibutuhkan berukuran 10 meter kali 10 meter.

Usai mendapatkan tempat yang tepat, Ingenuity segera terpisah dari Perseverance dan melakukan pengisian daya dari sinar matahari.

Dalam persiapan yang lumayan tersendat karena jadwal terbang pertama sempat mundur, helikopter Ingenuity segera melakukan uji demonstrasi teknologi dengan terbang setinggi tiga meter. Proses terbang mencapai kestabilan selama 30 detik diudara, setelah itu mendarat kembali.

Dengan kesuksesan terbang dalam puluhan detik, hampir semua tim Ingenuity yang ada di bumi berjingkrak bahagia. Mereka meluapkan kegembiraan yang luar biasa.

MiMi Aung, manager tim Ingenuity, mengatakan bahwa "sekarang kami dapat mengatakan bahwa manusia telah menerbangkan helikopter di planet lain."

Semangat helikopter Ingenuity adalah semangat Wright Brothers


helikopter ingenuity, planet mars, alien, helikopter pertama mars, nasa, sejarah helikopter, perseverance, teknologi antariksa
Bagian penting helikopter Ingenuity (Wikipedia.org/NASA)

Hal paling mendasar yang memberi semangat pada uji coba kesuksesan penerbangan helikopter Ingenuity di Mars adalah penerbangan Wright Brothers, dua lelaki yang diyakini sebagai manusia pertama yang sukses terbang dengan pesawat terbang di bumi.

MiMi Aung juga mengatakan "kita sudah begitu lama membicarakan momen Wright Brothers kita di planet lain. Dan sekarang, inilah dia." 

Thomas Zurbuchen yang menjabat sebagai Associate Administrator NASA untuk Sains memberikan nama pada landasan tempat helikopter Ingenuity terbang dan mendarat. Nama lokasi berukuran 10 meter kali 10 meter di kawah Jezero tersebut adalah "Wright Brothers Field."

Selain itu, lokasi kawah Jezero yang jadi tempat pendaratan Perseverance serta uji coba penerbangan helikopter Ingenuity, secara resmi juga telah diberi kode JZRO oleh ICAO, layaknya kode bandara yang ada di bumi.

ICAO adalah International Civil Aviation Organization, organisasi yang menjamin peraturan penerbangan di berbagai benua dan memberi kode bandara serta penerbangan maskapai.

Baca juga: Satelit Kayu Jepang, Upaya Kurangi Sampah Antariksa

Misi demonstrasi teknologi helikopter Ingenuity

Terbang bersama Perseverance ke planet Mars, helikopter Ingenuity memiliki misi yang berbeda dengan saudaranya tersebut. Perseverance memiliki misi untuk mencari sampel kehidupan kuno di Mars, sedangkan helikopter Ingenuity hanya memiliki misi demonstrasi teknologi.

Pekerjaan utama helikopter Ingenuity di Mars hanya menguji penerbangan pertama di planet merah tersebut.

Tim Canham, yang menjadi kepala operasi Ingenuity di JPL menjelaskan bahwa proyek tersebut "adalah untuk mendapatkan data teknik yang terperinci sehingga kami dapat melihat kinerja wahana, dan kemudian data tersebut dapat digunakan oleh proyek-proyek di masa depan untuk membuat helikopter yang lebih besar dan lebih baik."

Fakta lain dari penerbangan helikopter Ingenuity adalah bahwa wahana nirawak tersebut tidak dikendalikan secara realtime dengan teknologi semacam joystick dari bumi. Helikopter Ingenuity dipenuhi dengan program perangkat lunak yang canggih yang secara otonom terbang secara mandiri.

Hal ini karena, jarak antara bumi dan Mars sejauh 278.416.512 kilometer. Dengan jarak sejauh itu, komunikasi antara pengendali di bumi dengan wahana di Mars memiliki jeda sekitar 11 menit.

Penerbangan yang dikendalikan secara realtime tidak bisa sepenuhnya dilakukan.

Oleh karena itu, ketika tim JPL NASA menerima data kesuksesan penerbangan helikopter Ingenuity, sebenarnya helikopter tersebut di planet Mars sudah istirahat.

Tim JPL NASA menerima rekaman data penerbangan dari gambar dan video, baik itu dari helikopter Ingenuity, maupun dari Perseverance yang parkir tidak jauh merekam penerbangan helikopter pertama di Mars tersebut.

Teknologi pencarian alien semakin nyata karena kesuksesan helikopter Ingenuity

Lebih dari enam tahun waktu yang dibutuhkan untuk merancang dan membuat helikopter Ingenuity. Banyak bahan komersial dari perusahaan yang bekerjasama menyempurnakan helikopter tersebut.

Karena atmosfer Mars yang jauh lebih tipis daripada bumi, helikopter Ingenuity memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks. 

Empat kaki yang kurus, baling-baling sepanjang 1,2 meter, bentuk kotak seperti ukuran kotak tisu, helikopter Ingenuity menghadapi situasi cuaca ekstrim Mars. Dia juga harus bisa bertahan di kondisi angin Mars yang hebat.

Karena itu, kesuksesan penerbangan helikopter Ingenuity di Mars adalah sebuah langkah besar upaya eksplorasi antariksa oleh manusia.

Seorang astronom bernama Daniel Brown yang bekerja di Nottingham Trent University, Inggris, mengatakan "cara baru untuk menjelajahi medan alien di tata surya sekarang tersedia untuk kita."

Helikopter Ingenuity akan diuji sampai hancur

Mungkin opini dari astronom Daniel Brown akan memicu perkembangan eksplorasi selanjutnya. Dengan kesuksesan penerbangan pertama di planet lain dari hasil teknologi canggih buatan manusia, di masa depan eksplorasi tidak hanya mengandalkan wahana penjelajah semacam Perseverance.

Eksplorasi antariksa tidak akan melulu mencari sampel permukaan planet atau mencari sampel mikrobiologi sebagai tanda kehidupan di planet lain. Eskplorasi akan semakin menantang untuk membuktikan keberadaan alien.

Teknologi penerbangan planet lain tentu akan semakin berkembang ketika semua uji coba Ingenuity dilanjutkan dengan kesuksesan yang lainnya.

Rencananya, helikopter Ingenuity akan melakukan penerbangan setidaknya lima kali lagi. Perseverance akan terus merekam dan mengawasi uji coba tersebut.

Tim dari Ingenuity bahkan mengatakan bahwa helikopter tersebut akan diuji sampai batas puncaknya. Mungkin, helikopter Ingenuity akan melakukan uji coba sampai hancur setelah semua data-data yang ia dapatkan berhasil di kirim ke bumi.

MiMi Aung mengatakan "kami benar-benar ingin melampaui batas. Tidak setiap hari Anda bisa menguji pesawat helikopter di Mars. Jadi kami ingin berpetualang."

Mungkin kamu tertarik: Ukir Sejarah, Satelit Pertama Paraguay Masuki Orbit

Posting Komentar untuk "Siap Buru Alien, Helikopter Ingenuity Terbang di Planet Mars "