Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mantap! Tiongkok Bangun Stasiun Ruang Angkasa Sendiri

Eksplorasi antariksa Tiongkok terus berlari mengejar ketertinggalan. Saat ini dengan teknologi antariksa yang baru, Tiongkok telah meluncurkan sebuah modul inti untuk membangun stasiun ruang angkasa milik mereka sendiri. Nama modul itu adalah Tianhe.


stasiun ruang angkasa, teknologi antariksa tiongkok, teknologi antariksa cina, tiongkok bangun stasiun ruang angkasa, teknologi antariksa, luar angkasa, tiongkok, cina, teknologi canggih
Model stasiun ruang angkasa Tiongkok (Wikipedia.org)

Tiongkok saat ini adalah negara yang sangat diperhitungkan. Meski terkadang masih banyak meme berupa nyinyiran tentang kualitas barang yang mereka produksi, tapi teknologi antariksa mereka patut untuk diakui.

Tiongkok tak bisa disepelekan. Kekuatan ekonomi negara itu telah menakutkan Barat, khususnya Amerika Serikat. Kini perkembangan teknologi antariksa mereka, juga seambisius badan antariksa negara lain, seperti misalnya NASA milik AS atau ROSCOSMOS milik Rusia.

Perkembangan teknologi antariksa Tiongkok yang terbaru adalah, mereka telah meluncurkan sebuah modul atau komponen inti untuk menciptakan stasiun luar angkasa mereka sendiri. Nama modul tersebut adalah Tianhe.

Apa itu Tianhe?

Membangun stasiun luar angkasa tidak seperti dalam kisah Bandung Bondowoso dalam membangun Candi Prambanan yang terjadi hanya semalam. Membangun stasiun luar angkasa butuh teknologi antariksa yang canggih dan dukungan duit yang berlimpah. Pembangunannya juga bertahap.

Tiongkok saat ini telah selangkah lebih maju untuk mewujudkan stasiun luar angkasa milik mereka sendiri. Mereka telah meluncurkan Tianhe, sebuah inti dasar dari pembangunan yang akan dilakukan secara bertahap. Tianhe barmakna "Harmony of the Heavens"

Jadi, Tianhe ini adalah adalah modul atau komponen inti untuk stasiun luar angkasa Tiongkok di orbit rendah Bumi. Peluncurannya dilakukan pada 29 April 2021 dengan roket Long March 5B. Peluncurannya dilakukan dari Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di pulau Hainan.

Bagian-bagian Tianhe

stasiun ruang angkasa, stasiun ruang angkasa tiongkok, teknologi antariksa tiongkok, teknologi antariksa cina, tiongkok bangun stasiun ruang angkasa, teknologi antariksa, luar angkasa, tiongkok, cina, teknologi canggih
Modul Tianhe sebelum diluncurkan ke antariksa (Wikipedia.org)

Sebagai sebuah inti stasiun luar angkasa, Tianhe memiliki bagian-bagian penting. Bagian-bagian tersebut adalah hasil dari pengembangan teknologi antariksa Tiongkok yang maju dan canggih selama tiga dekade.

Modul inti stasiun luar angkasa Tiongkok ini memiliki panjang 16,6 meter dan lebar 4,2 meter. Dengan ukuran sedemikian itu, ia memiliki bagian untuk tempat tinggal kru astronaut sebanyak tiga orang. Bagian pendukung lainnya adalah control center dan docking hub.

Target sempurna penyelesaian stasiun luar angkasa Tiongkok adalah pada tahun 2022. Karena itu, badan antariksa Tiongkok masih akan melakukan peluncuran 10 kali lagi untuk membawa bagian-bagian pendukungnya.

Jika semua misi lancar dilakukan, maka Tianhe ini bentuknya nanti seperti huruf "T". Tianhe itu sendiri akan berada di bagian vertikal dari huruf "T" sedangkan bagian horisontalnya akan disambungkan dua laboratorium.

Nama dua laboratorium itu adalah Wentian Science lab dan Mengtian Science lab. Dua bagian lagi seperti kapsul kru dan kapsul kargo akan tersambung di bagian veritkal dari desain "T" tersebut.

Baca juga: Satelit Kayu Jepang, Upaya Kurangi Sampah Antariksa

Masa aktif Tianhe

Modul inti untuk membangun stasiun ruang angkasa Tiongkok ini memiliki berat 22 ton. Tianhe disebut adalah modul terberat dengan teknologi antariksa paling rumit yang pernah dibuat oleh Tiongkok.

Ketika semua modul lain untuk menyelesaikan pembanguunan stasiun ruang angkasa Tiongkok berhasil digabungkan, maka berat total stasiun luar angkasa tersebut adalah sekitar 100 ton.

Ruang kerja di dalam Tianhe yang akan ditinggali oleh tiga kru astronaut seluas 50 meter kubik. Jika dua modul susulan terpasang dengan Tianhe, maka ruang kerja tersebut akan semakin luas yakni 110 meter kubik.

Dalam penjelasan China Academy of Space Technology (CAST), stasiun luar angkasa Tiongkok itu akan "mendukung astronaut untuk tinggal jangka panjang dan eksperimen luar angkasa skala besar. Selain itu, mereka juga ingin terlibat dalam kerja sama internasional yang berkontribusi pada pengembangan ruang angkasa yang damai, dan untuk mendapatkan pengalaman untuk misi awak luar angkasa di masa depan.

Masa kerja stasiun luar angkasa Tiongkok ini nantinya akan berumur sekitar 10 tahun. Pihak yang berwenang juga menjelaskan bahwa masa aktif itu masih bisa ditingkatkan menjadi 15 tahun dengan.

Mengapa Tiongkok meluncurkan Tianhe?

stasiun ruang angkasa, stasiun ruang angkasa tiongkok, teknologi antariksa tiongkok, teknologi antariksa cina, tiongkok bangun stasiun ruang angkasa, teknologi antariksa, luar angkasa, tiongkok, cina, teknologi canggih
(sumber: globaltimes.cn)

Saat ini, satu-satunya stasiun ruang angkasa internasional (ISS) di orbit bumi adalah milik gabungan negara, yakni kolaborasi antara Rusia, AS, Kanada, Eropa, dan Jepang. Tiongkok tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam proyek pengembangan teknologi antariksa ini.

Namun usia stasiun ruang angkasa (ISS) terbatas. Teknologi antariksa ISS saat ini rencananya akan pensiun sekitar tahun 2024 dan mungkin sebelum tahun 2030, teknologi antariksa ISS akan usang dan dijatuhkan ke samudera Pasifik.

Karena ISS akan pensiun dan Tiongkok juga tidak diperbolehkan bergabung dalam proyek itu, maka negara Tirai Bambu tersebut berambisi untuk membangun stasiun ruang angkasa mereka sendiri.

Sebelum Tianhe, Tiongkok telah membangun dua stasiun ruang angkasa yang lebih sederhana, yaitu Tiangong 1 dan Tiangong 2.

Baik Tiangong 1 maupun Tiangong 2 tidak ada yang bertahan lama di orbit bumi. Dua stasiun ruang angkasa Tiongkok rintisan itu, jatuh pada tahun 2018 dan pada tahun 2019 di samudera Pasifik Selatan.

Baca juga: Wahana Antariksa SpaceX Crew Dragon dan Kesuksesannya

Alasan utama Tiongkok tidak diperbolehkan dalam proyek ISS

Mungkin yang jadi pertanyaan adalah, mengapa proyek kolaboratif ISS yang saat ini mengorbit di luar angkasa, Tiongkok tidak diperbolehkan untuk terlibat. Alasan awalnya adalah, badan antariksa Tiongkok masih muda dan dianggap tidak berpengalaman untuk memberikan kontribusi yang berguna bagi teknolgi antariksa ISS.

Namun, setelah Tiongkok berhasil menerbangkan astronautnya sendiri pada tahun 2000an, sepertinya itu bukanlah alasan utama. Lalu apa alasannya? Alasan utamanya adalah karena Amerika Serikat memiliki keengganan menjalin kerjasama dengan Tiongkok karena alasan ketidakpercayaan.

Selain itu, parlemen Amerika Serikat pada tahun 2011 mengeluarkan sebuah undang-undang yang melarang kerjasama pengembangan teknologi antariksa dengan Tiongkok.

Sejak tahun 2011 itu, selain Tiongkok tidak diperbolehkan dalam program ISS, Tiongkok juga tidak diizinkan mengunjungi ISS.

Tapi setelah Tiongkok berhasil mengirim beberapa astronautnya ke Tiangong, badan antariksa lain selain NASA berpendapat tidak keberatan jika Tiongkok berkunjung atau berkolaborasi di ISS. Meski begitu, Amerika Serikat tetap tidak mengizinkannya.

Tujuan ambisius teknologi antariksa Tiongkok

stasiun ruang angkasa, stasiun ruang angkasa tiongkok, teknologi antariksa tiongkok, teknologi antariksa cina, tiongkok bangun stasiun ruang angkasa, teknologi antariksa, luar angkasa, tiongkok, cina, teknologi canggih
Stasiun ruang angkasa internasional (ISS) (Unsplash.com/NASA)

ISS saat ini mendekati masa pensiunnya. ISS dikabarkan akan pensiun pada tahun 2024. Beberapa negara yang tadi bergabung untuk membiayainya juga sudah mulai mundur, seperti misalnya Rusia. Rusia dikabarkan akan membuat stasiun luar angkasanya sendiri. 

Karena itu, ini adalah peluang besar Tiongkok ketika negara tersebut memiliki ambisi membangun stasiun ruang angkasa miliknya. Saat ISS pensiun, terjadi kekosongan stasiun ruang angkasa di orbit bumi dan Tiongkok akan mengisinya.

Ada ambisi jangka panjang yang dimiliki oleh Tiongkok. Ambisi itu juga besar, seperti halnya NASA atau SpaceX yang ingin mendarat di bulan atau membuat koloni di Mars. Tiongkok ingin bisa mendaratkan sendiri astronautnya ke bulan dan bahkan bermimpi untuk tinggal di sana.

Stasiun ruang angkasa yang dimulai dengan modul Tianhe ini adalah langkah awal untuk melakukan penelitian tentang hal tersebut. Sistem pendukung kehidupan terbarukan akan diuji di luar angkasa dan akan mengeksplorasi lebih lanjut kemungkinan menanam biji-bijian dan sayuran, yang akhirnya mewujudkan siklus swasembada di Bulan.

Tiongkok telah sukses mengambil sampel bulan untuk risetnya dengan wahana Change-5. Tiongkok juga telah meluncurkan wahana antariksa nirawaknya ke Mars, hampir bersamaan dengan wahana milik Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat pada bulan Februari 2021 lalu.

AS telah menerbangkan helikopter pertama di Mars. Kamu bisa membaca informasi menarik tersebut di sini.

Posting Komentar untuk "Mantap! Tiongkok Bangun Stasiun Ruang Angkasa Sendiri"