Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Energi Terbarukan dan Contohnya

Energi adalah daya yang bisa untuk melakukan beragam proses aktivitas. Energi terbarukan adalah daya yang sumbernya berasal dari proses alam dan dapat diperbaharui. Kadang energi terbarukan disebut energi alternatif.


energi alternatif, energi terbarukan, teknologi energi terbarukan, energi listrik, contoh energi terbarukan, energi panas bumi, energi angin, energi surya, energi arus laut, energi biomassa, energi air
Energi terbarukan dari tenaga angin (Pexels.com/American Public Power Association)


Sebenarnya agak aneh jika saat ini mulai ramai pembahasan mengenai energi terbarukan. Mengapa? Karena energi terbarukan adalah energi alam yang sudah ada sejak alam itu terbentuk.

Namun, ramainya keingintahuan orang-orang tentang energi terbarukan dipicu dampak buruk dari energi fosil atau energi yang tak dapat diperbaharui. Orang sadar bahwa energi yang tak dapat diperbaharui seperti energi fosil rupanya merusak alam kita.

Artikel kali ini dari tim Teknolemper akan memberikan penjelasan singkat untuk mengenal energi terbarukan, contohnya dan bagaimana perkembangannya di Indonesia saat ini.

Apa saja energi terbarukan itu?

Sudah disinggung sebelumnya tentang pengertian energi terbarukan. Kini, kita akan berdiskusi lebih lanjut apa saja energi terbarukan itu.

Energi terbarukan biasanya juga secara sempit disebut energi alternatif meski itu tidak sepenuhnya benar. Mengapa? Karena yang termasuk energi alternatif itu adalah energi nuklir. Sedangkan energi nuklir tidak termasuk dalam energi terbarukan.

Contoh apa saja dari energi terbarukan adalah energi panas bumi, energi surya (matahari), energi angin, energi air, energi arus laut dan energi biomassa.

Energi panas bumi

energi alternatif, energi terbarukan, teknologi energi terbarukan, energi listrik, contoh energi terbarukan, energi panas bumi, energi angin, energi surya, energi arus laut, energi biomassa, energi air
Ilustrasi energi geothermal (Unsplash.com/Matt Palmer)

Energi panas bumi, seperti sebutannya adalah energi yang didapat dari panas inti bumi atau permukaan bumi. Energi ini juga disebut energi geothermal, yang asal katanya berasal dari Yunani. Geo artinya bumi dan thermal artinya adalah panas.

Energi panas bumi ini didapat dari temperatur inti bumi yang mengalir dan mempengaruhi bebatuan di dalam bumi. Inti bumi memiliki temperatur lebih dari 5.000 derajat Celsius. Temperatur yang sangat panas ini melelehkan bebatuan dan mineral yang kemudian menjadi magma.

Nah, dari panas magma yang luar biasa ini, dia memanaskan air yang mengalir di kerak bumi. Panasnya air dapat mencapai suhu 300 derajat Celsius. Dari air yang panas itu kemudian muncul uap yang keluar dari kerak bumi menuju permukaan.

Panasnya uap bisa dimanfaatkan untuk menjadi energi pembangkit listrik. Ini adalah salah satu perkembangan teknologi terbarukan dan hanya menimbulkan efek rumah kaca lebih sedikit jika dibandingkan dengan energi yang tak bisa diperbaharui.

Contoh pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia

Panas bumi diteliti dan dieksplorasi untuk dihitung kemampuannya apakah bisa digunakan dalam skala yang menguntungkan. Jika sudah ada kajian, maka akan didirikan perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) untuk memanfaatkannya.

Di Indonesia, ada 13 PLTP yang sudah beroperasi memanfaatkan energi panas bumi tersebut.

Dari 13 PLTP di Indonesia, letaknya tersebar di seluruh Indonesia. Di Sumatra Utara, ada dua PLTP yakni PLTP Sibayak dan Sarulla. Kemudian di Lampung ada PLTP Ulubelu. 

Jawa Barat punya enam PLTP. Pembangkit listrik tenaga panas bumi tersebut berada di Salak yang disebut PLTP Salak, di Pangalengan yang disebut PLTP Wayang Windu dan PLTP Patuha. Selanjutnya ada PLTP Kamojang di Kamojang Darajat dan PLTP Darajat. Terakhir adalah PLTP Karaha yang berada di Bodas. 

Di Jawa Tengah, pembangkit listrik tenaga panas bumi terletak di Dieng yang disebut PLTP Dieng. 

Di Nusa Tengagra Timur ada PLTP Matalako dan PLTP Ulumbu. Sedangkan yang terakhir ada di Sulawesi Utara yang terletak di Lahendong yang disebut PLTP Lahendong.

Dari semua PLTP tersebut, kapasitas total daya listrik yang mampu dihasilkan adalah 1.948,5 Megawatt.

Baca juga: Pandemi dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Energi Surya (Matahari)

energi alternatif, energi terbarukan, teknologi energi terbarukan, energi listrik, contoh energi terbarukan, energi panas bumi, energi angin, energi surya, energi arus laut, energi biomassa, energi air
Ilustrasi panel surya untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) (Pexels.com/Nadeem Jafar)

Energi terbarukan selanjutnya yang dibahas adalah energi surya atau matahari. Energi Surya ini sudah lama dimanfaatkan sebagai salah satu sumber listrik. Bahkan sudah banyak produk penghasil listrik tenaga surya yang dijual untuk kebutuhan rumah tangga.

Cara kerja pemanfaatan energi surya ini dengan menggunakan sel surya atau sel fotovoltaik. Sinar matahari ditangkap oleh sel surya, kemudian panas dari sinar matahari dikonversi menjadi listrik untuk disimpan dan digunakan.

Cara kerja lain dari pemanfaatan energi surya ini adalah dengan cara pemusatan energi matahari menggunakan cermin. Sinar matahari dipantulkan oleh cermin menuju satu titik di sebuah menara penerima.

Sinar matahari yang terkonsentrasi pada satu titik itu kemudian menyebabkan panas dan dari energi panas selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin generator yang menghasilkan listrik. Sistem ini disebut juga sistem pemusatan atau pemfokusan sinar surya atau (concentrated solar power, CSP)

Contoh pemanfaatan energi surya untuk listrik di Indonesia

Sudah disinggung sebelumnya bahwa saat ini banyak produk sel surya yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumahan. Namun untuk perusahaan listrik tenaga surya dalam kapasitas besar di Indonesia masih jarang.

Meski begitu, bukan berarti tidak ada.

PLTS dalam kapasitas besar di Indonesia ada di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Untuk pemanfaatan sinar matahari dengan teknologi CSP di Indonesia sepertinya belum ada. Saat ini salah satu CSP terbesar di dunia ada di Maroko. Kamu bisa membacanya secara lumayan rinci di sini.

Energi Angin

energi alternatif, energi terbarukan, teknologi energi terbarukan, energi listrik, contoh energi terbarukan, energi panas bumi, energi angin, energi surya, energi arus laut, energi biomassa, energi air
Contoh energi terbarukan dari kincir angin onshore (Unsplash.com/Nicholas Doherty)

Energi angin adalah energi terbarukan yang memanfaatkan kekuataan angin untuk menggerakkan kincir dalam ukuran besar atau kecil, kemudian energinya dikonversi untuk menggerakkan turbin generator yang akan menghasilkan listrik.

Dalam kapasitas besar, kincir penghasil listrik ini biasanya dibangun di daerah yang menurut riset memiliki cukup kekuatan angin dan potensial untuk menggerakkan kincir. Pembangkit listrik tenaga angin di darat biasanya disebut Offshore.

Ada juga teknologi energi terbarukan memanfaatkan angin dengan membangun kincir di daerah pinggir laut atau pantai yang disebut juga Onshore

Contoh pemanfaatan energi angin di Indonesia

Pemfaatan energi angin di Indonesia dalam skala besar yang menjadi modal energi terbarukan baru dimulai pada tahun 2016 silam. Presiden Joko Widodo meresmikan sebuah ladang kincir angin yang menggerakkan turbin dan dikonversi menjadi energi listrik di Sulawesi Selatan.

Pemanfaatan energi angin di Indonesia dalam skala besar disebut juga PLTB. PLTB adalah singkatan dari Pembangkit Listri Tenaga Bayu. Bayu adalah bahasa Jawa yang berarti angin.

PLTB pertama di Indonesia berada di Kabupaten Sidenreng Rappang atau biasa disingkap Sidrap. Ada 30 kincir angin yang rencananya dibangun di ladang kincir angin di Sidrap tersebut.

Jika 30 kincir angin itu semua nanti sudah berdiri dan berfungsi akan menghasilkan listrik sebanyak 75 Megawatt.

PLTB kedua di Indonesia dibangun di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Ada dua puluh kincir angin yang rencananya dibangun di ladang kincir angin penghasil energi terbarukan tersebut.

Dua PLTB di Indonesia itu masih terus dalam tahap pengembangan. Semuanya bisa disebut sebagai PLTB Offshore. Indonesia juga memiliki PLTB Onshore yang terletak di Sulawesi Selatan. Namanya adalah PLTB Tanah Laut. Kapasitas daya yang dihasilkan PLTB Tanah laut diperkirakan mencapai 150 Megawatt.

Perkembangan PLTB di dunia sudah semakin pesat. Perkembangan teknologi energi terbarukan dari energi angin yang luar biasa di Denmark dan Korea Selatan. Dua negara itu baru saja menandatangani kesepakatan untuk membangun PLTB Onshore terbesar di dunia. Kalian bisa membacanya di sini.

Energi air

energi alternatif, energi terbarukan, teknologi energi terbarukan, energi listrik, contoh energi terbarukan, energi panas bumi, energi angin, energi surya, energi arus laut, energi biomassa, energi air
Bendungan yang digunakan untuk memanfaatkan energi air sebagai energi terbarukan (Pexels.com/Frans Van Heerden)

Energi terbarukan lain yang bisa digunakan untuk menghasilkan energi listrik adalah dengan menggunakan energi air. Arus air yang besar dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin dan mengkonversinya menjadi energi listrik.

Pemanfaatan energi air menjadi energi listrik di Indonesia sudah banyak. Biasanya, pemanfaatan energi air menjadi energi listrik disebut PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air.

Contoh pemanfaatan energi air menjadi energi listrik di Indonesia

Sudah disinggung bagaimana PLTA di Indonesia sudah lama dilakukan. Sejak kapan? Sejak tahun 1920an dan dibangun oleh Belanda.

Saat ini PLTA tertua di Indonesia adalah PLTA Plengan di Jawa Barat yang dibangun pada tahun 1922. Ini adalah PLTA pertama di Indonesia. Sebelumnya Belanda membangun PLTU untuk mencukupi energi listrik di perusahaan-perusahaannya.

PLTA terbesar di Indonesia adalah PLTA Cirata yang dibangun pada tahun 1982. PLTA Cirata ini mampu menghasilkan daya sebesar 1.008 Megawatt.

Indonesia juga masih akan membangun PLTA yang lebih besar lagi di Kalimantan Utara. Namanya adalah PLTA Kayan. Daya yang dihasilkan jika semua pembangunannya sudah selesai adalah 9.000 Megawatt. PLTA Kayan sudah mulai dikaji pada tahun 2009 lalu.

Energi arus laut

energi alternatif, energi terbarukan, teknologi energi terbarukan, energi listrik, contoh energi terbarukan, energi panas bumi, energi angin, energi surya, energi arus laut, energi biomassa, energi air
Ilustrasi arus laut (Pexels.com/Maria Orlova)

Energi arus laut adalah teknologi energi terbarukan yang menggunakan kekuatan arus laut atau energi kinetik untuk selanjutnya dikonversi menjadi energi listrik.

Ada beberapa sebutan untuk energi terbarukan ini. Di antaranya adalah energi gelombang laut atau biasa disebut PLTGL dan energi ombak atau biasa disebut PLTO.

Cara kerja teknologi energi terbarukan dari arus laut ini menggunakan aliran gelombang laut yang memiliki energi kinetik di masukkan ke dalam sebuah mesin konversi. Di dalam mesin konversi ini ada turbin yang bisa digerakkan oleh energi kinetik untuk disalurkan ke generator yang bisa menghasilkan listrik.

Pemanfaatan energi arus laut sebagai energi terbarukan di Indonesia

Sepertinya ini adalah pembahasan yang masih jarang di Indonesia. Meski begitu, bukan berarti pemanfaatan energi arus laut tidak pernah disinggung.

Menurut kajian, Indonesia memiliki potensi energi arus laut yang dapat menghasilkan daya listrik sekitar 41 Gigawatt. Pada tahun 2017 lalu, pernah dibicarakan akan ada kerjasama antara Belanda dengan Indonesia yang rencananya pengembangan teknologi PLTGL akan dibangun di Nusa Tenggara Timur.  

Beberapa negara di Eropa sudah memanfaatkan arus laut ini sebagai energi terbarukan. Begitu juga di Korea Selatan, Amerika Serikat dan Australia.

Energi Biomassa

energi alternatif, energi terbarukan, teknologi energi terbarukan, energi listrik, contoh energi terbarukan, energi panas bumi, energi angin, energi surya, energi arus laut, energi biomassa, energi air
Jagung bisa digunakan untuk bahan energi terbarukan biomassa (Pexels.com/Livier Garcia)

Energi terbarukan selanjutnya adalah energi biomassa. Energi ini berasal dari organisme yang hidup seperti tanaman, binatang, sampah kebun dan sampah hasil panen lainnya.

Ada banyak jenis tanaman yang bisa menghasilkan biomassa seperti jagung, tebu, kedelai, sawit dan berbagai macam tanaman lainnya. Biasanya, biomassa dibakar untuk menghasilkan energi.

Kalau dari hewan biasanya adalah kotorannya. Kotoran hewan itu diproses untuk menghasilkan gas dan kemudian dibakar untuk menghasilkan energi.

Dalam skala besar, biomassa yang dibakar akan menghasilkan uap untuk menggerakkan turbin dan disalurkan ke generator untuk menghasilkan listrik.

Pemanfaatan energi biomassa di Indonesia

Di Indonesia, penggunaan biomassa memang beragam jenisnya. Namun yang paling santer dibicarakan adalah biomassa yang berasal dari sawit untuk menghasilkan biodiesel. Minyak sawit nantinya dicampur dengan bahan bakar fosil untuk menghasilkan tenaga menggerakkan mesin diesel.

Dalam perkembangan lanjutan, inovasi teknologi energi terbarukan dari biomassa bahkan berambisi jika bisa digunakan 100 persen untuk menyalakan mesin.

Indonesia mengklaim bahwa dalam 10 tahun mendatang, biomassa Indonesia tidak akan bergantung dengan sawit saja tapi juga akan produksi biomassa secara beragam dari berbagai hasil tanaman.

Itulah tadi pembahasan mengenai energi terbarukan dari mulai pengertian dan beberapa contohnya yang ada di Indonesia. Semoga bisa bermanfaat.

Mungkin kamu tertarik: Teknologi untuk Gaya Hidup Minim Sampah Makanan

Posting Komentar untuk "Mengenal Energi Terbarukan dan Contohnya"