Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal XPeng, Produsen Mobil Listrik Tiongkok

Mobil listrik adalah masa depan menjanjikan. Ia ramah lingkungan dan jadi salah satu solusi utama pengganti kendaraan konvensional berbahan bakar minyak. Tiongkok ikut memasuki pasar mobil listrik dengan salah satu perusahaan bernama Xiaopeng Motors atau XPeng.

XPeng, mobil listrik, mobil listrik cina, mobil listrik china, mobil listrik XPeng, mobil listrik tesla, mobil listrik Tiongkok
XPeng P7 (Wikimedia.org/Jengtingchen)

Sebagai salah satu negara dengan industri yang kini disegani, Tiongkok memiliki beberapa produsen mobil listrik. Mereka bergerak cepat untuk mengejar ketertinggalannya dari Barat, terutama Tesla milik Elon Musk yang telah membuat mobil listrik menggelegar.

Dari beberapa perusahaan mobil listrik Tiongkok yang terkenal di antaranya adalah BYD, Byton, BAIC, Kandi, Nio, Great Wall Motors dan Xiaopeng Motors. Masih ada juga beberapa lainnya tapi kali ini yang akan dibahas adalah Xiaopeng atau XPeng.

Perusahaan baru yang punya daya gebrak

Xiaopeng Motors atau XPeng adalah produsen mobil listrik Tiongkok. Perusahaan tersebut berdiri baru pada tahun 2014 lalu. Pendirinya adalah He Xiaopeng, Henry Xia, He Tao dan Brian Gu. He Xiaopeng pernah bekerja sebagai eksekutif di Alibaba milik miliarder Jack Ma.

Awal perusahaan ini berdiri tidak bisa mengesampingkan UCWeb dan Lei Jun, pendiri perusahaan ponsel pintar Xiaomi. Selanjutnya, perusahaan mendapatkan investor seperti  Alibaba, Foxconn dan IDG Capital. He Xiaopeng sendiri adalah pemilik UCWeb yang dibeli oleh Alibaba.

XPeng kemudian menjadi salah satu perusahaan rintisan yang memiliki peluang luar biasa. Dia memiliki peluang untuk bersaing dengan perusahaan mobil listrik pendahulu yakni Tesla, yang dimiliki oleh Technoking of Tesla, Elon Musk.

XPeng memulai debut dengan produk awal berupa mobil SUV XPeng G3 pada tahun 2018. Dia memamerkan produknya di Consumer Electronics Show di Las Vegas pada tahun yang sama.

Perusahaan ini menjadi sorotan setelah mampu mendongkrak penjualan ke tingkat yang luar biasa. Bahkan pada tahun 2021 ini, dia sudah bersiap mencoba pasar di Eropa. XPeng adalah perusahaan baru produsen mobil listrik yang punya daya gebrak.

Peran Xiaomi dalam XPeng

Sebelumnya sudah disinggung tentang Lei Jun, pemilik perusahaan ponsel pintar Xiaomi. Ia tercatat memiliki peran yang dianggap penting dalam pengembangan perusahaan mobil listrik XPeng dalam pendanaan.

Namun upaya XPeng menarik Xiaomi menjadi salah satu investornya juga tidak bisa dipalingkan dari Brian Gu. Brian Gu adalah mantan ketua JP Morgan Asia Pasifik. Dialah yang membantu perusahaan rintisan tersebut dalam strategi global, keuangan, penggalangan dana, kerjasama internasional serta akuisisi.

Dalam keterangannya yang disampaikan kepada Technode, Brian Gu dengan bangga menjelaskan bahwa "kami telah bekerja sama dengan Xiaomi dalam perangkat pintar dan mereka memiliki kepemimpinan IoT di Tiongkok, dan bahkan secara global, dan mobil pintar bisa menjadi perpanjangan ekosistem yang sangat baik.”

Pada tahun 2019, Xiaomi dikabarkan menyuntik XPeng sebesar 400 juta dolar AS atau setara dengan Rp5,7 triliun. Lei Jun yang jadi CEO Xiaomi juga menjelaskan "kami percaya bahwa investasi strategis ini akan semakin memperdalam kemitraan kami dengan XPeng dalam memajukan inovasi untuk perangkat keras cerdas dan Internet of Things."

Meski pendanaan investasi tidak hanya dari Xiaomi, tapi setidaknya peran perusahaan ponsel pintar dalam serial pendanaan yang dilakukan oleh XPeng telah menempatkan perusahaan ponsel itu memiliki posisi yang penting.

Baca juga: Kini Bitcoin Dapat Digunakan untuk Beli Tesla

XPeng SUV G3 menembus Eropa

XPeng SUV G3 adalah produk pertama XPeng yang dibuat secara massal. Mobil listrik tersebut awalnya dibekali baterai 47,6 kWh dengan jangkauan 300 km. Saat ini G3 telah di-upgrade sehingga mampu mencapai jangkauan 400 km (baterai 50,5 kWh) dan 500 km (baterai 66,5 kWh).

Mobil listrik jenis SUV ini mampu melaju dari 0-100 km/jam dalam waktu 8,6 detik. Mobil listrik tersebut juga disebut mencapai kecepatan maksimum hingga 170 km/jam.

Pada akhir tahun 2020 lalu, SUV G3 memasuki pasaran Eropa dengan Norwegia sebagai tujuan. Sebanyak 100 mobil listrik SUV G3 dikirim ke negara tersebut, baik itu ke kota besar atau kecil. Langkah tersebut adalah langkah "penjajakan" dan jika semua berjalan dengan baik maka produk lain XPeng akan segera meluncur ke Eropa.

Norwegia sendiri telah terkenal sebagai negara yang banyak menjual mobil listrik. Diperkirakan, dari 10 mobil yang dijual di Norwegia, delapan di antaranya adalah mobil listrik. XPeng masuk ke pasar Norwegia untuk menguji dan melakukan penjajakan penting.

Harga XPeng SUV G3 paling mahal diperkirakan 28.286 dolar AS atau setara Rp410 juta dan termurah sekitar 20.669 dolar AS atau setara Rp299,5 juta.

XPeng P7, alternatif Tesla Model 3

XPeng P7, mobil listrik XPeng P7, mobil listrik, mobil listrik tesla, mobil listrik tesla model 3, mobil listrik cina, mobil listrik tiongkok
XPeng P7 (Wikimedia.org/ Jengtingchen)

Produk mobil listrik XPeng selanjutnya adalah sebuah sedan sport dengan tampilan penuh gaya yang diberi nama P7. Mobil ini disebut berusaha menyaingi Tesla Model 3, atau jika tidak untuk menjadi alternatifnya.

Mobil listrik P7 milik XPeng memiliki tiga varian. Mereka adalah RWD Long Range memiliki jangkauan 586 km, RWD Super-Long Range memiliki jangkauan 670 km dan 706 km dan High Performance 4WD yang memiliki jangkauan 562 km.

Harga head to head antara mobil listrik Tesla Model 3 dan mobil listrik XPeng P7 hampir setara. Namun mobil listrik P7 dianggap memiliki citra mewah yang tak kalah, sekaligus elegan dan stylish.

John Voelcker dari The Drive berkesempatan mencoba mobil listrik tersebut untuk versi High Performance 4WD dengan bekal baterai 80,9 kWh. Voelcker memuji desain gagang pintu dan interiornya serta audio yang terpasang di P7.

Dari nol hingga 60 mph, XPeng P7 membutuhkan waktu 4,4 detik. Catatan waktu ini selisih tipis dengan mobil listrik Tesla Model 3 yakni 3,2 detik. Namun dengan fitur yang hampir serupa, (P7 juga memiliki autopilot), mobil listrik XPeng benar-benar dapat menjadi alternatif yang bersaing dengan Model 3.

Perkiraan kisaran harga mobil listrik P7 adalah sekitar 33.042 dolar AS atau setara Rp478,7 juta hingga paling mahal sekitar 50.277 dolar AS atau setara dengan Rp728,5 juta.

Tesla Model 3 MIC (Made in China) juga memiliki harga yang hampir sama dengan P7. Model 3 varian Standard Range Plus memiliki harga 36.803 dolar AS atau setara Rp533,2 juta. Sedangkan varian Long Range RWD memiliki harga sekitar 45.639 dolar AS atau setara Rp661,2 juta. Dan untuk Long Range AWD, Model 3 MIC memiliki harga sekitar 61.823 dolar AS atau setara Rp895,7 juta.

Mobil listrik Tiongkok akan kuasai dunia

Dalam beberapa dekade terakhir, industri mobil listrik Tiongkok bergerak cepat untuk mengejar teknologi Barat. Meski dalam berbagai aspek masih banyak orang yang meragukan kualitasnya, tapi perlu disadari bahwa mobil listrik Tiongkok memiliki fitur yang hampir sama dengan mobil Barat tapi dengan harga yang lebih murah.

James Morris dari Forbes telah memperingatkan bahwa produk mobil listrik Tiongkok akan menguasai dunia jika dibiarkan. Setidaknya, dasar utama menurut pemikirannya adalah Tiongkok produsen litium terbesar di dunia.

Produksi Tiongkok dalam lithium mencapai lebih dari 60% pasokan dunia pada April 2019. Pada awal tahun 2020, Tiongkok masih menguasai 51% litium kimia global. Ini semua adalah salah satu kunci utama mobil listrik yang komponen utama adalah setrum yang ditampung di dalam baterainya.

Pasar Tiongkok untuk mobil listrik juga pasar terbesar di dunia. Bahkan Tesla sendiri pada tahun 2020 lalu mendapatkan penghasilan 30 persen dari total pendapatannya hanya dari pasar Tiongkok saja. Ini membuat Tiongkok akan jadi kiblat mobil listrik baru bagi dunia di masa depan.

Voelcker yang dapat kesempatan untuk menguji sedan P7 dari The Drive juga sudah memperingatkan, meski XPeng belum memiliki niat melepas sedannya ke Amerika Serikat, tapi kemampuan Tiongkok yang secara bertahap membuat biaya produksi lebih rendah akan memiliki kemungkinan bahwa produk mobil listriknya bakal membanjiri dunia.

Mungkin kamu tertarik: Xiaomi Segera Buat Mobil Listrik

Posting Komentar untuk "Mengenal XPeng, Produsen Mobil Listrik Tiongkok"