Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ukir Sejarah, Satelit Pertama Paraguay Masuki Orbit

Paraguay ukir sejarah dengan membuat dan menerbangkan satelit pertamanya. Mampu membuat satelit adalah kebanggaan. Mampu mengoperasikan satelit untuk kepentingan nasional itu lebih membanggakan lagi. Itulah yang dirasa Paraguay saat ini, ketika satelitnya memasuki orbit bumi.


Paraguay punya satelit baru, paraguay ukir sejarah, satelit guaranisat-1, satelit pertama paraguay, guaranisat-1
Ilustrasi satelit. (unsplash.com/SpaceX)

Satelit adalah salah satu teknologi tinggi yang sampai saat ini banyak negara tak memilikinya. Sebagai teknologi tinggi, memiliki satelit dan mengantarkannya ke orbit bumi adalah salah satu kebanggaan tersendiri. Hingga kini masih ada banyak negara yang tak memiliki satelit yang digunakan untuk kepentingannya.

Salah satu negara yang memiliki kebanggan baru karena memiliki satelit adalah Paraguay. Paraguay pada pertengahan bulan Maret 2021 mengukir sejarah dengan satelit pertamanya yang bernama Guaranisat-1. Satelit tersebut kini menjadi penghuni orbit bumi, berteman dengan satelit-satelit negara lainnya.

Satelit hasil kolaborasi

Upaya Paraguay meluncurkan satelit Guaranisat-1 merupakan bagian dari proyek Badan Antariksa Paraguay yang bekerja sama dengan Kyushu Institute of Technology, Jepang. Proyek itu bernama Joint Global Multi-Nation Birds Satellite (BIRDS) dimulai pada tahun 2015 oleh Kyutech dengan bantuan lebih dari sepuluh lembaga mitra. Filipina termasuk di antara yang terlibat dalam program tersebut.

Dari kerjasama tersebut, dua mahasiswa Paraguay yang belajar di Kyushu Institute of Technology adalah yang mengembangkannya. Nama mereka adalah Adolfo Jara dan Anibal Mendoza. Mereka berdua adalah mahasiswa jurusan teknik kedirgantaraan.

Alejandro Roman, direktur pengembangan kedirgantaraan Paraguay mengatakan "Guaranisat-1 akan menjadi alat yang berharga bagi pembuat kebijakan Paraguay," katanya. Dia juga menjelaskan bahwa “AEP (Badan Antariksa Paraguay) tidak hanya terlibat dalam peluncuran satelit, tetapi juga merupakan sarana untuk dapat maju dalam perkembangan teknologi."

Jorge Kurita, direktur perencanaan dan manajemen AEP memberikan penjelasan bahwa "sebuah tim insinyur AEP dan mahasiswa teknik (Paraguay) mengerjakan program yang disebut CApacity Building, REsearch and Innovation-4 Space (CABURE'I-4S) sebagai langkah selanjutnya.". Kata "Cabure'I" berarti "burung hantu" dalam bahasa asli Guarani.

Kurita juga menekankan bahwa pengembangan kapasitas lokal adalah komponen penting dari aktivitas luar angkasa Paraguat dan mahasiswa di seluruh Paraguay, menurut klaim Kurita, "secara aktif berpartisipasi dalam perjalanan yang mengasyikkan ini."

Guaranisat-1 sendiri diluncurkan dengan roket Antares pada 20 Februari 2021 lalu dari Virgina, Amerika Serikat. Satelit akan dikendalikan dari bumi di Paraguay di Universidad Nacional de Asuncion.

Satelit diluncurkan dengan roket Antares

Guaranisat-1 meluncur dengan bantuan roket Antares yang dikembangkan oleh Orbital Sciences Corporation dan kini menjadi bagian dari Northrop Grumman. Antares tersebut digunakan untuk mendorong pesawat ruang angkasa kargo bernama Cygnus.

Cygnus tersebut dirancang untuk mengirimkan pasokan ke International Space Station (ISS). NASA mengandalkan Cygnus dan Space X Dragon untuk mengirim pasokan para astronotnya yang berada di ISS.

Roket Antares yang diluncurkan adalah Antares 230+. Roket tersebut membawa kargo dengan beban 8.000 pon atau sekitar 3,6 ton. Guaranisat-1 milik Paraguay dibawa dalam kargo bersama dengan barang-barang lainnya menuju ISS. Peluncuran Antares tersebut adalah peluncurannya yang ke-14 dan misi tersebut menuai keberhasilan.

Satelit miniatur

Guaranisat-1 termasuk dalam satelit miniatur berbasis CubeSat yang digunakan oleh Japanese Experiment Module Small Satellite Orbital Deployer-16 (J-SSOD). Guaranisat-1 memiliki dimensi ukuran 10cm x 10cm x 10cm. Berat satelit tersebut 1,3 kilogram. Guaranisat-1 diluncurkan untuk berlabuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Dari ISS tersebut, Guaranisat-1 dilepaskan untuk menuju orbitnya.

Liduvino Vielman yang menjabat sebagai kepada AEP, menyebutkan bahwa pembuatan satelit Guaranisat-1 sebagai "taruhan pada inovasi" yang mengatasi defisit Paraguay dalam "penelitian dan pengembangan."

Guaranisat-1 sendiri adalah program keempat yang diluncurkan oleh BIRDS. Menurut pernyataan pejabat NASA, "negara-negara yang berpartisipasi membayar pelatihan siswa, perangkat keras satelit, dan peluncuran. Stasiun luar angkasa menyediakan opsi berbiaya rendah untuk meluncurkan satelit, membantu agar program tetap terjangkau."

Negara-negara sebelumnya yang sudah meluncurkan satelitnya dalam program BIRDS tersebut adalah Ghana, Bangladesh, Mongolia, Bhutan, Nepal, dan Sri Lanka.

Baca juga: Kisah Tragis Pesawat Atlant, Raksasa Langit Soviet yang Pernah Ditakuti AS

Fungsi satelit Guaranisat-1

Satelit Guaranisat-1 meskipun berbentuk miniatur, akan memiliki banyak fungsi. Satelit itu akan digunakan untuk berbagai kepentingan yang dibutuhkan untuk melengkapi penelitian dan pengembangan ilmiah di Paraguay.

Satelit Guaranisat-1 akan dilengkapi dengan teknologi kamera canggih yang dapat digunakan untuk mengambil gambar dari luar angkasa. Selain itu, Guaranisat-1 juga dipasangi sensor yang dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan triatomine, serangga penghisap darah yang membawa parasit dan menyebabkan penyakit bernama Chagas.

Penyakit Chagas adalah penyakit yang telah menginfeksi sekitar 8 juta penduduk di Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Dengan sensor tersebut, wilayah-wilayah yang sulit berharap dapat dijangkau. Data yang dikumpukan oleh Guaranisat-1 akan diunduh oleh stasiun pengendali di bumi dan "otoritas kesehatan dapat menggunakan peta ini untuk membantu menentukan tindakan pencegahan."

Selain itu, Guaranisat-1 juga akan memiliki fungsi penting lainnya. Alejandro Roman yang memimpin proyek tersebut, sebuah proyek bernama "Paraguay to Space" menjelaskan bahwa "ini adalah langkah pertama dalam perjalanan panjang untuk membawa manfaat ke Paraguay di berbagai bidang seperti pengurangan risiko bencana, pertanian, pengelolaan sumber daya alam, pengelolaan lahan, dan iklim."

Kinerja Guaranisat-1 itu tersebut masih terbatas dalam demonstrasi teknologi. "Meskipun misi satelit adalah demonstrasi teknologi," tulisan NASA, "jika mencapai hasil yang diharapkan, pemetaan risiko dapat direplikasi dalam skala yang lebih luas, sehingga menguntungkan lebih banyak komunitas."

Mungkin kamu tertarik: 5 Fakta Sputnik 2, Roket Pembawa Anjing ke Luar Angkasa

Posting Komentar untuk "Ukir Sejarah, Satelit Pertama Paraguay Masuki Orbit"