Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wahana Antariksa SpaceX Crew Dragon dan Kesuksesannya

Crew Dragon adalah salah satu wahana antariksa yang dikembangkan SpaceX. Teknologi antariksa itu memiliki fungsi untuk mengantarkan para astronaut dan kargo ke luar angkasa. Berikut ini adalah perjalanan dan kesuksesan SpaceX Crew Dragon.


spacex, dragon, crew, crew dragon, wahana antariksa, teknologi antariksa, elon musk, spacex crew dragon, pengembangan teknologi antariksa
Kapsul SpaceX Crew Dragon (Pixabay.com)

SpaceX telah menjadi salah satu perusahaan transportasi dua arah dari luar angkasa yang dimiliki swasta. Perusahaan itu milik salah satu orang terkaya di dunia saat ini yakni Elon Musk.

Salah satu wahana andalan untuk membawa manusia atau astronaut ke luar angkasa adalah wahana Crew Dragon (Kru Dragon).

Wahana Crew Dragon ini telah bolak-balik ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk misi mengirim dan memulangkan astronaut yang tinggal di ISS. Para astronaut bertugas secara giliran untuk melakukan kerja ilmiah.

Crew Dragon juga menjadi salah satu wahana teknologi antariksa yang membawa kargo untuk mengirim suplai ke ISS. SpaceX Crew Dragon menjadi terobosan baru kerjasama dengan NASA yang telah lama bergantung kepada Rusia.

Apa itu Crew Dragon?

NASA telah lama mengeluh biaya besar yang dibutuhkan untuk eskplorasi luar angkasa. NASA kemudian meminta swasta untuk ikut ambil bagian dalam proyek-proyek antariksa.

Akhirnya NASA kerjasama dengan SpaceX dan Boeing. Sejauh ini, SpaceX memiliki perkembangan yang jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan Boeing. Buktinya, SpaceX telah membawa kargo dan astronaut NASA ke ISS.

Salah satu wahana yang berhasil dibuat oleh SpaceX adalah Dragon. Ini adalah wahana yang memiliki fungsi untuk mengantarkan kargo suplai ke ISS, juga dapat mengantarkan para astronautnya.

SpaceX Dragon adalah versi awal sebelum akhirnya berkembang menjadi Crew Dragon.

SpaceX Dragon

spacex, dragon, crew, crew dragon, wahana antariksa, teknologi antariksa, elon musk, spacex crew dragon, pengembangan teknologi antariksa
Wahana antariksa SpaceX Crew Dragon (Pixabay.com)

Pada Agustus 2006, NASA memilih SpaceX dan Kistler Aerospace untuk mengirim suplai ke ISS. Namun seiring waktu yang berjalan, Kistler tidak dapat memenuhi kewajiban proyek teknologi antariksa tersebut.

SpaceX jalan mengerjakan proyek pengembangan Layanan Kargo Komersial (CRS) dan dapat mendapatkan suntikan investasi dari NASA miliaran dolar. Berbagai pengembangan teknologi antariksa dikerjakan, dari mulai mesin pendorong, roket Falcon 9 yang dapat digunakan kembali (reusable) dan berbagai teknologi pendukung lainnya.

Pada tahun 2011, SpaceX Dragon 1 melakukan peluncuran pertama ke ISS setelah banyak uji coba. Peluncuran dilakukan dengan roket Falcon 9 dari Cape Canaveral.

Proyek teknologi antarisa layanan kargo komersial itu disebut SpaceX CRS yang terus berlanjut dari SpaceX CRS-1 sampai SpaceX CRS-20. Kemampuan wahana teknologi antariksa ini sanggup mengangkut kargo sebanyak 3.310 kilogram.

Pengembangan wahana antariksa Crew Dragon

Selain wahana antariksa untuk mengangkut kargo, SpaceX juga mengembangkan wahana antariksa untuk mengangkut kru astronaut. Konsep itu dijelaskan oleh Elon Musk pada tahun 2014 lalu.

Wahana antariksa ini memiliki panel surya untuk suplai tenaga listrik. Selain itu, ia juga punya radiator penghilang panas juga ruang untuk kargo, dan sirip untuk memberikan stabilitas.

Kapsul yang dapat memuat kru astronaut, tersambung dengan bagasi yang terbentuk setinggi 8,1 meter dengan diameter 4 meter.

Wahana antariksa Crew Dragon dibekali dengan teknologi pendorong bernama SuperDraco dikembangkan oleh SpaceX. Teknologi pendorong tersebut untuk menggerakkan wahana di orbit menuju ISS.

Baca juga: Siap Buru Alien, Helikopter Ingenuity Terbang di Planet Mars

Crew Dragon Demo-1

Sebagai sebuah wahana yang akan digunakan untuk mengirim awak atau astronaut, berbagai uji coba keselamatan dan kemanan terus dilakukan oleh SpaceX. Pengembangan teknologi antariksa yang berkaitan dengannya terus didorong untuk semakin canggih dan semakin aman.

Pada Maret tahun 2019, setelah banyak pengembangan teknologi antariksa, SpaceX Crew Dragon melakukukan uji coba pertama. 

Crew Dragon Demo-1 membawa kargo lebih dari 191 kg berupa persediaan dan peralatan untuk kru di ISS. Wahana antariksa tersebut kemudian akan membawa pulang beberapa sampel penelitian dari ISS ke bumi.

Sebuah manekin manusia bernama Ripley dengan berbagai sensor berada di dalamnya untuk memberikan efek potensial pada manusia yang akan melakukan perjalanan Crew Dragon selanjutnya.

Crew Dragon Demo-2

spacex, dragon, crew, crew dragon, wahana antariksa, teknologi antariksa, elon musk, spacex crew dragon, pengembangan teknologi antariksa
Proses docking atau berlabuh wahana antariksa SpaceX Crew Dragon dengan ISS (Wikipedia.org/NASA)

Satu tahun setelahnya, ujicoba lainnya dilakukan dengan nama resmi SpaceX Demo-2 (Spx DM-2). Uji coba kali ini menggunakan awak manusia dan diluncurkan pada Mei 2020.

Ini adalah misi ujicoba pertama berawak yang terbang dari AS setelah NASA menghentikan peluncuran luar angkasa dan bergantung dengan roket milik Rusia untuk misi mengirim astronaut ke ISS.

Douglas Hurley dan Robert Behnken menjadi astronaut yang berada di dalam Crew Dragon Demo-2. Kapsul untuk membawa mereka berdua memiliki kode Crew Dragon C206 dan diubah menjadi Crew Dragon Endeavour.

Misi itu sukses mengantarkan astronaut ke ISS dan kembali pulang ke bumi pada 1 Agustus 2020. Ketika pulang, Crew Dragon Endeavour membawa kargo 150 kg, di mana 90 kg adalah kargo ilmiah yang dimuat di lemari pendingin.

Crew Dragon Endeavour sukses pulang ke bumi dan mendarat di lepas pantai pantai Pensacola, Florida. Itu adalah pendaratan wahana antariksa dengan awak pertama NASA-SpaceX.

Baca juga: Purwarupa Starship SN-10 Milik SpaceX Meledak ketika Sudah Mendarat

SpaceX Crew-1

Setelah kesuksesan Demo-1, NASA dan SpaceX kembali melakukan misi peluncuran astronautnya pada bulan November 2020. Misi itu adalah misi yang disebut Ekspedisi 64 dengan membawa empat astronaut.

Meski kapsul Crew Dragon sanggup memuat tujuh awak, namun peluncuran dengan wahana antariksa tersebut hampir selalu tidak lebih dari empat awak saja. Begitupun pada peluncuran SpaceX Crew-1, hanya ada empat awak astronaut.

Mereka adalah Michael S. Hopkins, Victor J. Glover, Soichi Noguchi, dan Shannon Walker. Mereka meluncur dari Cape Canaveral pada 16 November 2020 dan sampai di ISS keesokan harinya setelah 19 jam penerbangan.

SpaceX Crew-2

spacex, dragon, crew, crew dragon, wahana antariksa, teknologi antariksa, elon musk, spacex crew dragon, pengembangan teknologi antariksa
Astronaut NASA dalam misi SpaceX Crew-2 (Wikipedia.org/NASA)

Misi terus berlanjut antara NASA dengan SpaceX. Memasuki tahun 2021, ekspedisi rotasi kru astronaut di ISS dijalankan dan SpaceX Crew Dragon kembali unjuk gigi. Misi yang juga bernama SpaceX Crew-2 itu meluncur pada 23 April 2021.

Empat astronaut yang berada di dalam SpaceX Crew-2 adalah Shane Kimbrough dan Megan McArthur dari Amerika Serikat, Akihiko Hoshide dari Jepang dan Thomas Pesquet dari Prancis.

Peluncuran ini menjadi misi kesuksesan baru SpaceX dalam menjadi perusahaan komersial yang ikut dalam eksplorasi luar angkasa.

Elon Musk, salah satu orang paling penting di SpaceX memberikan penjelasan setelah peluncuran tersebut dengan mengatakan senang menjadi bagian dari memajukan penerbangan luar angkasa. Dia juga tetap berharap akan mencapai target ambisi pendaratan ke Bulan dan Mars untuk membantu membuat peradaban manusia di luar angkasa. 

Perkembangan teknologi antariksa terus melaju seiring dengan terlibatnya beberapa miliarder dengan perusahaannya. Elon Musk dengan SpaceX, Jeff Bezos dengan Blue Origin dan juga ada Boeing serta Richard Branson dengan Virgin Galactic.

Demi kurangi sampah antariksa, Jepang berencana buat satelit dari kayu. Kamu bisa menyimaknya di sini.

Posting Komentar untuk "Wahana Antariksa SpaceX Crew Dragon dan Kesuksesannya"