Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Fakta tentang Satelit Pertama Amerika Explorer 1

Teknologi antariksa saat ini telah begitu maju. Namun puluhan tahun silam, butuh perjuangan yang berat untuk mengembangkannya. Amerika yang kini digdaya, satelit pertamanya bernama Explorer 1 diluncurkan pada tanggal 31 Januari 1958. Berikut ini adalah 5 fakta menarik tentang satelit pertama Amerika.

satelit explorer 1, satelit pertama amerika, satelit pertama amerika explorer 1
(NASA)

Teknologi antariksa yang canggih banyak dimiliki oleh negara yang maju. Kita bisa saja menyebutnya seperti Rusia, Jepang, Cina, Jerman, Inggris dan tentu saja Amerika.

Negara-negara tersebut banyak mengembangkan teknologi antariksa dengan dasar ilmu pengetahuan yang telah berkembang, disertai dengan kecukupan biaya yang biasanya sangat mahal.

Kini kita bisa melihat, bagaimana teknologi antariksa telah berkembang ke sektor swasta, di mana Elon Musk dan Jeff Bezos berlomba untuk membuat tempat tinggal manusia di luar angkasa, entah itu di Bulan atau di planet Mars.

Meski begitu, Amerika sebenarnya terlambat dalam memulai teknologi luar angkasa. Satelit Explorer 1 yang jadi satelit pertama Amerika adalah teknologi antariksa yang dibuat untuk mengejar kemajuan Rusia.

Berikut ini adalah lima hal menarik dari satelit Explorer 1 milik Amerika.

Satelit Explorer 1 diluncurkan karena tertinggal dari Rusia

satelit pertama amerika, roket juno 1, satelit pertama explorer 1

Rusia yang sebelumnya bernama Uni Soviet adalah negara pelopor teknologi antariksa. Negara ini adalah negara pertama yang meluncurkan satelit di luar angkasa.

Mereka meluncurkan satelit yang bernama Sputnik 1 pada 4 Oktober 1957. Saat Sputnik 1 berhasil mencapai orbit bumi di luar angkasa, masyarakat Amerika geger. Begitupun dengan para pejabatnya.

Pengerjaan satelit pertama Amerika kemudian dikebut selama 80 hari untuk mengejar ketertinggalan itu. Meski demikian, sebelum satelit Explorer 1 berhasil meluncur, Uni Soviet sudah meluncurkan Sputnik 2 pada 3 November 1957.

Ketertinggalan teknologi antariksa Amerika dari Uni Soviet tersebut membuat anjloknya kepercayaan publik Amerika pada teknologi dan pemerintah. Itu adalah fase krisis Sputnik di mana masyarakat Amerika merasa bahwa Uni Soviet lebih unggul dalam teknologi antariksa.

Setelah tertinggal dua satelit, Amerika akhirnya pada 31 Januari 1958 baru bisa meluncurkan satelit Explorer 1 ke orbit Bumi.

NASA belum terbentuk ketika satelit pertama Amerika Explorer 1 meluncur

logo awal NASA Amerika Serikat
Logo pertama NASA (Wikipedia.org/U.S. Government)

NASA atau National Aeronautics and Space Administration adalah badan independen yang dibentuk untuk mengembangkan ilmu dan teknologi antariksa Amerika Serikat.

NASA dibentuk pada tanggal 29 Juli 1958. Itu artinya, ketika satelit pertama Amerika meluncur, lembaga antariksa Amerika ini belum terbentuk.

Bahkan ketika satelit pertama Amerika Explorer 1 itu kehabisan baterai dan tak lagi mengirimkan sinyal ke bumi, NASA belum juga terbentuk.

Satelit pertama Amerika Explorer 1 kehabisan baterai pada bulan Mei 1958. Meski begitu, satelit itu masih tetap mengorbit hingga Maret 1970 dan terbakar di atas Samudera Pasifik saat kembali ke bumi.

Ilmuwan satelit pertama Amerika Explorer 1 adalah bekas ilmuwan NAZI

Wernher von Braun, ilmuwan nazi, roket amerika, satelit explorer 1
(Wikipedia.org/NASA)

Pembuatan dan pengembangan satelit pertama Amerika Explorer 1 terdiri dari banyak pihak. Satelit itu dikembangkan termasuk dengan roket pendorongnya.

Salah satu ilmuwan roket utama yang membantu membuat roket pendorong untuk meluncurkan Explorer 1 adalah seorang lelaki jenius bernama Wernher Magnus Maximilian, Freiherr von Braun atau biasa disebut Wernher von Braun.

Wernher von Braun bergulat mengembangkan roket sejak tahun 1930an. Ia bekerja dengan pemerintah NAZI dan mengembangkan roket V-2, salah satu roket yang digunakan untuk menyerang London.

Ketika NAZI kalah, ia beserta ilmuwan roket lainnya dari Jerman menyerahkan diri kepada Sekutu. Ia kemudian tinggal di Amerika dan ikut mengembangkan roket di negaranya yang baru tersebut.

Oleh sebab itulah, satelit pertama Amerika dibuat berkat andil dari ilmuwan roket NAZI.

Satelit pertama Amerika mengorbit selama 12 tahun

satelit explorer 1, satelit pertama amerika, satelit pertama amerika explorer 1
Ilmuwan AS bersama dengan satelit Explorer 1 (Wikipedia.org/US Army Aviation and Missile Command)

Salah satu tantangan terpenting dari sebuah satelit adalah baterai. Saat itu teknologi baterai belum semaju seperti saat ini.

Satelit pertama Amerika Explorer 1 menggunakan baterai kimia merkuri. Ukurannya cukup besar karena mengambil porsi 40 persen dari total berat satelit.

Dimensi satelit Explorer 1 adalah panjangnya 203 centimeter, lebarnya atau diameternya adalah 15,9 centimeter, dan beratnya adalah 14 kilogram.

Jika berat satelit Explorer 1 dibandingkan dengan satelit Sputnik 1 milik Uni Soviet, maka selisihnya terlalu jauh. Satelit Sputnik 1 milik Uni Soviet memiliki berat 83,6 kilogram.

Meski begitu, satelit Explorer 1 membuat banyak orang terkejut karena dapat terus melakukan orbit meski sudah kehabisan baterai.

Satelit Explorer 1 tidak lagi mengirimkan sinyal pada bulan Mei 1958. Namun ia masih terus mengorbit bumi sampai tahun 1970. Itu berarti, satelit pertama Amerika Explorer 1 mengorbit bumi selama setidaknya 12 tahun.

Dengan waktu selama itu, satelit Explorer 1 mampu mengorbit bumi sebanyak 58.376 kali.

Satelit pertama Amerika Explorer diluncurkan oleh roket Juno

juno 1 membawa satelit explorer 1, juno 1, explorer 1, satelit pertama amerika
Peluncuran satelit Explorer 1 dengan Juno 1 (Wikipedia.org)

Sudah disinggung sebelumnya, bahwa salah satu ilmuwan penting dalam peluncuran satelit pertama Amerika adalah dari Jerman yang dulunya pernah bekerjasama dengan NAZI, yakni Wernher von Braun.

Lelaki inilah yang kemudian memiliki andil besar dalam membuat roket peluncur untuk membawa satelit Explorer ke luar angkasa.

Wernher von Braun bekerja bersama dengan ilmuwan Amerika untuk memodifikasi roket Redstone yang dikembangkan oleh United States Army Ballistic Missile Agency (ABMA). Redstone sendiri awalnya adalah rudal balistik.

Dengan modifikasi dari tim ilmuwan, roket Redstone kemudian berubah menjadi Jupiter-C atau yang disebut Juno 1. Roket itulah yang dibuat untuk membawa satelit pertama Amerika Explorer 1.

Juno 1 memiliki dimensi berupa panjang 21,2 meter dengan diameternya adalah 1,78 meter. Berat total roket ini lebih dari 29 ton hanya untuk menerbangkan satelit Explorer yang memiliki berat 14 kilogram.

Karir Juno 1 berhasil meluncurkan satelit sebanyak tiga kali dan akhirnya pensiun pada 23 Oktober 1959.

Itulah tadi 5 fakta satelit pertama Amerika yang bernama Explorer 1. Kalian bisa menikmati ulasan menarik lainnya yakni 5 Fakta Sputnik 2, Roket Pembawa Anjing ke Luar Angkasa

Posting Komentar untuk "5 Fakta tentang Satelit Pertama Amerika Explorer 1"