Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Duh! Puing Roket Long March 5B Tiongkok Jatuh di Samudra Hindia

Dalam beberapa hari terakhir, ilmuwan Barat mengkhawatirkan bahwa puing roket Long March 5B milik Tiongkok yang berukuran besar akan jatuh ke permukiman warga dan menimbulkan bahaya. Puing roket Long March 5B milik Tiongkok itu akhirnya jatuh di Samudra Hindia. 

long march 5b, roket long march 5b, puing roket long march 5b, roket long march 5b milik tiongkok, teknologi antariksa, teknologi antariksa tiongkok, puing long march 5b tiongkok
Ilustrasi (Pexels,com/Pixabay)

Tiongkok memiliki ambisi besar untuk mengejar ketertinggalan dalam eksplorasi antariksa. Karena itu, Tiongkok bekerja keras untuk mengembangkan teknologi luar angkasa milik mereka.

Demi bersaing dengan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, Tiongkok telah sukses mengambil sampel bulan. Tiongkok juga sukses mengirim wahana nirawak ke Mars, hampir bersamaan dengan Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab pada bulan Februari lalu.

Pada akhir April 2021, Tiongkok secara mengejutkan mengirim modul utama bernama Tianhe yang akan menjadi cikal bakal pembangunan stasiun ruang angkasa milik mereka sendiri. Rencananya, stasiun ruang angkasa itu akan bernama Harmony of Heaven.

Namun dalam proses pengiriman modul tersebut, roket Long March 5B yang membawanya menyisakan puing-puing. Puing-puing tersebut bergerak liar di orbit rendah bumi dalam ukuran besar. Puing itu dikhawatirkan akan jatuh menimpa pemukiman dan membahayakan warga.

Mengapa puing roket Long March 5B menimbulkan ketegangan internasional?

Tiongkok pada tanggal 29 April lalu meluncurkan modul utama Tianhe dengan roket Long March 5B. Roket tersebut adalah roket kelas berat yang kemampuannya dianggap setara dengan roket Falcon 9 milik SpaceX dan roket kelas berat AS yakni Delta IV Heavy.

Ketika roket mengirim muatan, maka inti roket pendorong akan kembali lagi ke bumi, atau melakukan reentry. Nah, inti roket Long March 5B milik Tiongkok yang melakukan reentry sepanjang 30 meter dengan diameter 5 meter. Perkiraan bobotnya sekitar 22 ton.

Dalam ketinggian 230 kilometer dari permukaan bumi, roket kehilangan kontrol dan mengelilingi orbit bumi dengan kecepatan ribuan kilometer per jam tertarik oleh gravitasi.

Harapannya, semua puing roket yang melakukan reentry akan terbakar ketika menembus atmosfer. Namun dengan ukuran yang jumbo milik Tiongkok, ada kekhawatiran bahwa puing tersebut tidak akan terbakar secara sempurna.

Dengan ukuran yang sebesar itu, maka banyak pengamat yang khawatir akan jatuh di mana puing inti roket tersebut. Sedangkan kapan dan di mana lokasi jatuhnya tidak dapat diperkirakan karena puing inti roket tersebut tidak dapat dikontrol.

Baca juga: Ukir Sejarah, Satelit Pertama Paraguay Masuki Orbit

Tiongkok meremehkan kekhawatiran Barat

long march 5b, roket long march 5b, puing roket long march 5b, roket long march 5b milik tiongkok, teknologi antariksa, teknologi antariksa tiongkok, puing long march 5b tiongkok
Bagian roket Long March 5B (Sumber: diolah dari Wikipedia dan BBC)

Sebagian besar isu tentang puing roket Tiongkok Long March 5B ini hadir dari ilmuwan Barat seperti dari Amerika, NASA atau dari badan antariksa Eropa, ESA. Mereka khawatir bahwa puing roket yang besar tidak terbakar sempurna dan akan menimpa permukiman warga serta membahayakan.

Tiongkok di sisi lain meremehkan kekhawatiran Barat. Menurut mereka, apa yang telah dilakukan dalam peluncuran Long March 5B menggunakan praktik umum internasional. Semua roket reentry akan terbakar di atmosfer dan hanya sisakan puing sedikit yang jatuh ke tanah atau lautan.

Song Zhongping, seorang ahli kedirgantaraan dan komentator TV, mengatakan kepada Global Times, menuduh bahwa "itu adalah trik lama yang digunakan oleh kekuatan musuh setiap kali mereka melihat terobosan teknologi di China, karena mereka gugup."

Tiongkok menganggap kekhawatiran Barat tentang puing Long March 5B yang jatuh ke bumi terlalu berlebihan. Tiongkok menegaskan bahwa situasi puing yang jatuh ke bumi berada di dalam kontrol pengawasan para ahli yang mereka miliki.

Baca juga: Wahana Antariksa SpaceX Crew Dragon dan Kesuksesannya

Di mana puing roket Long March 5B jatuh?

Barat, khususnya Amerika Serikat memperkirakan bahwa puing roket Long March 5B milik Tiongkok yang jatuh akan terjadi antara tanggal 8 Mei hingga 10 Mei. Namun perkiraan pasti tidak dapat diketahui dan di mana puing itu jatuh juga tak dapat ditentukan.

Pada hari Minggu, 9 Mei 2021, puing roket tersebut akhirnya jatuh di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah barat kepulauan Maladewa.

Chinese Manned Space Engineering, lembaga Tiongkok yang mengurusi teknik luar angkasa berawak menjelaskan bahwa puing Long March 5B memasuki atmosfer pada hari Minggu pukul 10.24 waktu Beijing. Puing itu terbakar tapi masih menyisakan berat sebesar 18 ton.

Amerika Serikat mengatakan setelah puing melewati atmosfer, terakhir terlihat di atas Semenanjung Arab. Layanan pemantauan Space-Track, yang menggunakan data militer AS, mengatakan roket itu tercatat di atas Arab Saudi sebelum jatuh ke Samudra Hindia dekat Maladewa.

Baca juga: Purwarupa Starship Sukses Mendarat, Selangkah Lebih Dekat ke Mars

NASA tuduh Tiongkok tak bertanggung jawab

Setelah selama berhari-hari puing roket Long March 5B Tiongkok menimbulkan ketegangan, pada akhirnya puing tersebut jatuh di Samudra Hindia dan dikabarkan tidak menimbulkan korban. Puing juga tidak menimbulkan bahaya yang fatal.

Meski begitu, NASA menuduh Tiongkok tak bertanggung jawab. Bill Nelson, administrator NASA mengatakan "negara harus meminimalkan risiko terhadap orang dan properti di Bumi dari masuknya kembali objek antariksa dan memaksimalkan transparansi terkait operasi tersebut. Jelas bahwa Tiongkok gagal memenuhi standar yang bertanggung jawab terkait puing-puing luar angkasa mereka."

Sejauh ini, Tiongkok memang telah menggelontorkan miliaran dolar AS untuk mewujudkan ambisi eksplorasi antariksa. Namun informasi dan transparansi mengenai proyek-proyek antariksa Tiongkok itu sangat minim, seperti halnya banyak informasi yang ditutup dalam negara yang diperintah dengan sistem komunisme.

Puing terbesar wahana antariksa yang pernah jatuh ke bumi adalah milik NASA yakni Skylab. Puing itu jatuh pada tahun 1979 di Australia. Sejak itu, negara-negara yang melakukan eksplorasi ruang angkasa telah melakukan kajian yang ketat untuk menghindari hal serupa.

Selain Tiongkok, eksplorasi ruang angkasa juga dilakukan oleh negara Arab, yakni Uni Emirat Arab. Negara ini meluncurkan satelit ke Mars untuk memantau cuaca di planet Merah. Simak ulasan menariknya di sini.

Posting Komentar untuk "Duh! Puing Roket Long March 5B Tiongkok Jatuh di Samudra Hindia"