Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Microsoft Internet Explorer akan Dihentikan Tahun 2022

Saat ini ada banyak layanan browser atau peramban web. Salah satu browser yang berusia tua adalah Internet Explorer buatan Microsoft. Meski peramban web ini dibuat oleh perusahaan teknologi raksasa, tapi ia terseok hadapi pesaing. Tahun 2022 mendatang, ia akan resmi dimatikan.

internet explorer, internet explorer dihentikan, microsoft hentikan internet explorer

Microsoft memperkenalkan browser Internet Explorer pada tahun 1995 silam. Perjalanan bisnis peramban web tersebut sukses dan mencapai puncaknya pada tahun 2000an.

Pada saat browser Internet Explorer mencapai kejayaan, ia menguasai pangsa pasar penggunaan browser sampai 95 persen secara global. Itu adalah angka yang fantastis.

Meski begitu, seperti sebuah kalimat bijak dari leluhur, roda itu berputar dan nasib siapa yang tahu. 

Meski Intenet Explorer dibuat oleh perusahaan raksasa setangguh Microsof, produk tersebut mulai tertatih menghadapi browser baru seperti Chrome, Safari dan Mozilla Firefox.

Pada akhirnya, pangsa pasar Internet Explorer menyusut secara bertahap dan bahkan tergeser secara mengenaskan dengan datangnya para pendatang baru yang lebih baik dan lebih hebat.

Tahun ini, Microsoft secara resmi mengumumkan akan mematikan layanan Internet Explorer miliknya pada Juni 2022 dan mengatakan telah mulai menggantikan perannya dengan Microsoft Edge.

Hilangnya wibawa Internet Explorer

Memasuki tahun 2000an ketika itu puncak kejayaan browser Internet Explorer, para pesaingnya mulai bermunculan dan jauh lebih menarik.

Hal ini karena Internet Explorer dianggap memiliki banyak kekurangan dan tidak mampu mengimbangi pendatang baru.

Emma Bowman dari NPR mengejek peramban web buatan Microsoft ini kehilangan rasa hormat di antara para penggunanya karena sistem keamanannya yang buruk, ceroboh dan lemot atau lamban. Ia kemudian menjadi peramban web yang dibenci banyak orang.

Pada tahun 2012, Internet Explorer masih berusaha untuk menolak mati. Ia membuat sebuah iklan ejekan bagi dirinya sendiri dan mengakui sebagai produk peramban web yang buruk.

Itu adalah iklan lucu dengan slogan "peramban web yang sangat Anda benci."

Tapi upaya peramban Microsoft untuk bisa bertahan tidak berhasil. Para pengguna internet yang telanjur frustrasi telah berbondong-bondong jatuh cinta dan bercumbu dengan Firefox, Safari, Opera dan Chrome.

Saat ini Chrome terhitung menguasai pangsa pasar peramban web dengan angka pengguna mencapai 64 persen. Sedangkan Internet Explorer yang berusaha diganti dengan Microsoft Edge hanya digunakan oleh 4 persen secara global.

Orang-orang sudah telajur kecewa dan terpikat dengan pesaing Microsoft.

Bermulanya Internet Explorer

internet explorer, browser internet explorer, peramban web internet explorer

Pertamakali diperkenalkan ke publik, peramban web Internet Explorer memulai debut pada tahun 1995 sebagai bagian dari Windows 1995.

Selama 26 tahun beroperasi, ia akhirnya harus mengalami nasib buruk karena dihantam oleh para pesaing yang labih unggul.

Spyglass Mosaic adalah induk pertama yang melahirkan peramban Internet Explorer. Mosaic ini aslinya berasal dari National Center for Supercomputing Applications atau NCSA.

Karena NCSA itu entitas publik, maka menggunakan Mosaic untuk pasar komersial. Spyglass Mosaic pada akhirnya mengirimkan dua versi peramban ke Microsoft.

Tim Internet Explorer asli hanya terdiri dari sekitar lima atau enam orang. Thomas Reardon disebut memulai proyek pada musim panas tahun 1994.

Tim itu kemudian meningkat menjadi sekitar seratus orang pada tahun 1996 dan dan terus meningkat menjadi lebih dari 1.000 orang pada tahun 1999.

Peramban Internet Explorer mulai kehilangan pengguna sejak tahun 2006 hingga tahun 2009.

Google dengan produk peramban Chrome yang lebih cepat, lebih sederhana diserta dukungan teknologi yang lebih baru yakni HTML5, Internet Explorer ini mulai terseok-seok.

Pada tahun 2014, ketika peramban Internet Explorer sudah benar-benar mengalami nasib yang memprihatinkan, Microsoft merilis Windows 10 terbaru, dan memperkenalkan penerus Internet Explorer yakni bernama Edge.

Saat ini Edge terus beroperasi, meski para penggunanya yang lama sudah telanjur kecewa dan membenci Internet Explorer yang berkinerja buruk.

Pada tahun 2019, menurut Tomsguide, Microsoft mulai memblokir beberapa situs agar tidak dibuka di IE dan sebagai gantinya mengarahkan orang-orang ke browser Edge-nya.

Itu seperti mengajak orang-orang menuju browser default yang disematkan di Windows 10.

Persaingan tragis peramban web

Sebelum Internet Explorer, sebenarnya sudah ada peramban web yang dibuat oleh NetScape Navigator. Peramban tersebut menguasai pangsa pasar sampai 90 persen. Tapi sejak kedatangan Internet Explorer, NetScape mulai tersingkir.

Pada tahun 1997, ada sebuah candaan aneh tapi unik, yang saat ini lebih dikenal dengan prank, yakni karyawan Microsoft menyebar logo Internet Explorer di halaman depan kantor NetScape.

Jennifer O'Mahony dari NetsCape berkomentar "ini adalah hal yang sangat kekanak-kanakan bagi perusahaan perangkat lunak terkemuka di dunia untuk berlarian di tengah malam melepaskan logo mereka. Orang-orang hanya terperangah bahwa mereka akan berperilaku seperti mereka berada di pesta persaudaraan perguruan tinggi."

Setelah prank tersebut, tim NetScape kemudian memasang logo Mozilla Firefox dalam versi besar untuk menanggapinya.

Dan ya, Mozilla adalah peramban web yang lahir dari NetScape yang hancur diporak-porandakan Internet Explorer pada pertengahan tahun 1990an. Tapi kemudian, peramban Mozilla ini menjadi menakutkan dan bahkan berperan dalam menumbangkan kejayaan Internet Explorer.

John Naughton menulis di The Guardian, menggambarkan Internet Explorer tampak semakin lelah dan miskin, perangkat lunak yang setara dengan mantan juara kelas berat tapi kemudian menjadi gemuk dan rematik.

Dan yang menarik adalah, pesaing yang memicu penurunannya adalah Firefox, produk dari Mozilla Foundation, sebuah organisasi yang dibentuk dari reruntuhan Netscape.

Persaingan bisnis internet memang sangat besar. Simak ulasan menarik bagaimana Google dan Facebook berusaha mendapatkan pasar di Indonesia di artikel Facebook & Google Bangun Kabel Bawah Laut Indonesia-AS

Posting Komentar untuk "Microsoft Internet Explorer akan Dihentikan Tahun 2022"