Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iran Luncurkan Drone Terbaru Bernama Gaza

Iran adalah salah satu negara di Timur Tengah yang memiliki pasokan persenjataan canggih. Berbagai sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat kepada Iran, membuat negara itu kesulitan dalam beberapa bidang seperti ekonomi dan impor alutsista. Meski begitu, pada 21 Mei 2021, Iran menampilkan sebuah drone atau pesawat nirawak terbaru yang diberi nama "Gaza."

drone terbaru iran, iran luncurkan drone bernama gaza, drone iran

Konflik antara Hamas dengan Israel yang memanas sejak tanggal 10 Mei 2021, akhirnya mereda. Pada hari Jumat (21/5), gencatan senjata di antara dua kelompok seteru tersebut disepakati.

Namun selama 11 hari Hamas dan Israel saling serang, ada ratusan korban yang meninggal. Di Gaza, ada 248 korban dan 66 di antaranya adalah anak-anak. Sedangkan mereka yang terluka ada sekitar 1.900 orang.

Ribuan roket yang diluncurkan oleh Hamas dari Jalur Gaza ke wilayah Israel menewaskan setidaknya 12 warga sipil, dua di antaranya diketahui anak-anak. Ribuan roket tersebut banyak yang berhasil dicegat oleh sistem pelindung Iron Dome miliki Israel.

Ketika gencatan senjata antara Hamas dan Israel disepakati, Iran di sisi lain memperkenalkan sebuah drone serang jarak jauh. Drone itu adalah teknologi terbaru Iran dan diberi nama "Gaza."

Penghormatan kepada perjuangan Palestina

Iran telah lama menjadi seteru Israel dan Amerika Serikat. Meski menerima banyak sanksi yang membuat Iran kesulitan dalam berbagai bidang, tapi pemerintah Iran masih mampu mengalokasikan banyak biaya untuk mengembangkan program nuklir, rudal dan pesawat nirawak atau drone.

Program-program Iran yang berbiaya besar itu disebutkan sebagai langkah antisipasi pencegah yang penting dan sebagai kekuatan pembalasan terhadap Amerika Serikat dan musuh lainnya jika terjadi perang di kawasan.

Sebagai sebuah langkah antisipasi, salah satu program Iran yang terus dikembangkan adalah drone. Pada hari ketika Hamas dan Israel sepakat melakukan gencatan senjata, Garda Revolusioner Iran atau Iran’s Revolutionary Guard (IRGC) memamerkan drone terbarunya yang diberi nama "Gaza."

Melansir dari kantor berita Reuters, Kepala Garda Revolusioner yang bernama Mayor Jenderal Hossein Salami, mengatakan drone baru itu diberi nama "Gaza" untuk menghormati "orang-orang di negeri itu yang berdiri hari ini melawan invasi dan agresi Zionis Israel."

Iran telah lama dituduh memasok senjata ke beberapa kelompok yang dianggap teroris oleh Barat. Beberapa kelompok tersebut di antaranya adalah para pejuang pemberontak di Yaman, pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah, Hizbullah di Libanon, juga termasuk Hamas di Jalur Gaza.

Meski begitu, tak pernah ada bukti yang secara valid untuk menguatkan tuduhan tersebut.

Ketika Iran dituduh mengirim pasokan senjata ke Hamas, Teheran juga tak pernah secara eksplisit mengkonfirmasi hal tersebut.

Spesifikasi drone Iran yang bernama Gaza

Drone terbaru milik Iran yang berhasil dikembangkan dan dinamai Gaza itu, disebut adalah drone jarak jauh. Pesawat nirawak itu memiliki kemampuan terbang selama setidaknya 35 jam.

Dengan tubuh drone Gaza yang berbadan lebar, pesawat nirawak itu mampu menempuh jangkauan hingga 2.000 kilometer.

Informasi mengenai rincian drone terbaru Iran itu belum tersebar secara luas. Selain karena tidak dapat dikonfirmasi oleh media, hanya beberapa hal dasar saja yang disampaikan oleh militer Iran.

Namun menurut keterangan, drone Gaza dapat membawa rudal sebanyak 13 dan mampu membawa peralatan seperti teknologi pengintaian dan elektronik hingga seberat 500 kilogram.

Menurut media Israel Jerusalem Post, dengan jarak tempuh sejauh itu, serta mampu bertahan terbang selama 35 jam, berarti drone Iran dapat dikirim untuk berangkat dan pulang dalam sekali jalan ke wilayah Israel. Itu adalah ancaman baru bagi negara yang dipimpin oleh PM Benjamin Netanyahu tersebut.

Dibangun berdasarkan drone Shahed-129

drone iran, drone iran shahed-129, drone iran mirip raptor
Drone Iran yang bernama Shahed-129 (Wikipedia.org)

Peluncuran drone terbaru Iran menurut beberapa gambar yang tersebar di jagat maya, diperkirakan dibangun berdasarkan drone Shahed-129. Shahed-129 itu diperkenalkan pada tahun 2012 lalu dan dianggap merupakan salinan dari drone Predator milik Amerika Serikat. Shahed-129 dapat terbang selama 24 jam menurut Iran.

Menurut Global Security, pesawat nirawak Shahed-129 ini memiliki radius operasional efektif 1.700 kilometer dalam hal ketepatan penargetan. Ia juga memiliki ketahanan terbang selama 24 jam dengan bahan bakar tunggal, dan ketinggian terbang mencapai 24.000 kaki atau sekitar 6.096 meter. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan pemantauan radius 200 km.

Pada tahun 2013, drone Shahed-129 terlihat membawa 4 rudal dengan peluncur dua palang di bawah sayapnya. Sumber Iran memperkirakan bahwa UAV dapat membawa lebih dari 8 bom dan dirancang untuk mencapai target bergerak dan tidak bergerak.

Jika drone terbaru yang bernama Gaza adalah pengembangan dari drone Shahed-129, maka jelas drone terbaru Iran tersebut berarti memiliki kemampuan yang lebih baik dengan perlengkapan teknologi militer yang ditingkatkan.

Ulasan menarik lain dari teknologi roket yang dimiliki Hamas dapat kalian baca di artikel Teknologi Roket Hamas yang Digunakan untuk Menghantam Israel

Posting Komentar untuk "Iran Luncurkan Drone Terbaru Bernama Gaza"