Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingnya Teknologi Baterai dalam Penggunaan Energi Terbarukan

Baterai adalah teknologi untuk menyimpan dan menyalurkan listrik. Baterai dalam kapasitas besar telah jadi solusi baru dalam teknologi energi terbarukan yang ramah lingkungan. Listrik yang dihasilkan dari energi terbarukan dapat disimpan di dalam teknologi baterai kapasitas besar, kemudian didistribusikan ke pelanggan.


teknologi baterai, energi terbarukan, teknologi baterai kapasitas besar, baterai lithium ion, penggunaan energi terbarkan, pembangunan teknologi baterai
Teknologi baterai yang dibangun Tesla di California, AS. (Wikipedia.org)


Pada dasarnya baterai merupakan komponen elektrokimia yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Fisikawan Italia yang bernama Alessandro Volta adalah orang yang menemukannya pertama kali pada tahun 1800.

Perubahan dan inovasi teknologi baterai Volta terus berjalan dan kini menjadi salah satu alat yang sangat dibutuhkan. Baterai menjadi komponen penting dalam pengembangan energi terbarukan.

Awalnya, teknologi baterai biasa kita temukan di alat-alat elektronik seperti senter, radio, remot, tape recorder, dan lain sebagainya. Kini, para ilmuwan memikirkan bagaimana membuat baterai kapasitas besar, yang dapat menyimpan banyak daya listrik dan kemudian menyalurkannya.

Menabung listrik dalam proses penggunaan energi terbarukan

Sederhananya, baterai itu bisa dikatakan sebagai komponen untuk menabung daya listrik. Daya listrik yang ditabung atau disimpan di dalam teknologi baterai dapat digunakan nanti ketika dibutuhkan.

Ini seperti kulkas. Kita menyimpan beberapa bahan makanan sebagai cadangan untuk digunakan saat membutuhkannya. Dengan begitu, ada proses penghematan yang menguntungkan.

Listrik yang dihasilkan dari sumber energi terbarukan seperti tenaga angin, tenaga surya atau tenaga air dapat disimpan dalam komponen tersebut.

Misalnya jika listrik bersumber dari tenaga angin atau tenaga surya, baterai dapat tetap menyimpan listrik ketika alam sedang tidak menghembuskan angin atau sedang mendung sehingga kita masih bisa mendapat listrik dari simpanan di baterai. 

Jadi meski alam tidak terlalu mendukung, dengan komponen teknologi baterai, kita masih bisa tetap menggunakan energi listrik untuk menopang kebutuhan aktivitas kita.

Teknologi baterai listrik memang bukan sumber energi, akan tetapi menjadi komponen penting dalam pengembangan dan penggunaan energi terbarukan.

Baca juga: Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)

Teknologi baterai lithium ion

teknologi baterai, energi terbarukan, teknologi baterai kapasitas besar, baterai lithium ion, penggunaan energi terbarkan, pembangunan teknologi baterai
(Wikipedia.org)

Salah satu jenis baterai terbaru yang terus dikembangkan karena dianggap pontensial adalah baterai lithium ion. Baterai ini memiliki sejumlah keunggulan sebagai baterai yang dapat di isi ulang.

Bobot baterai lithium ion jauh lebih ringan daripada baterai generasi sebelumnya. Baterai lithium ion juga memiliki kepadatan energi yang jauh lebih besar, umur pakainya lebih lama, tidak memerlukan perawatan khusus, aman dalam penggunaan dan limbahnya lebih ramah lingkungan yang dapat didaur ulang.

Saat ini, penggunaan baterai lithium ion telah menjadi favorit yang digunakan untuk ponsel, mobil listrik dan sistem penyimpanan energi listrik dalam kapasitas besar.

Baterai lithium ion inilah yang saat ini terus dikembangkan dan sudah dibangun dalam kapasitas besar untuk dijadikan sebagai "kulkas" yang menyimpan daya listrik yang digunakan ketika dibutuhkan.

Semakin tingginya tekanan agar negara-negara di dunia beralih ke sumber energi terbarukan dan meninggalkan sumber energi fosil, maka posisi teknologi baterai penyimpanan ini semakin penting saat ini.

Baca juga: Tesla Daur Ulang Komponen Mobil Listrik di Shanghai

Teknolgi baterai dalam penggunaan energi terbarukan di berbagai negara

Semakin meningkatnya kesadaran para pemimpin negara untuk menggantikan energi fosil menjadi energi terbarukan, maka gagasan untuk membangun teknologi baterai juga semakin berkembang.

Berikut ini beberapa negara yang telah membangun teknologi baterai dalam kapasitas besar dan bahkan menjadi yang paling besar di dunia.

Teknologi baterai Jardelund, Jerman

teknologi baterai, energi terbarukan, teknologi baterai kapasitas besar, baterai lithium ion, penggunaan energi terbarkan, pembangunan teknologi baterai
(Wikipedia.org)

Jerman membangun teknologi baterai untuk menyimpan energi listrik dari kelebihan listrik yang dihasilkan tenaga angin. Lokasinya berada di Jardelund sekitar 480 kilometer sebelah barat laut ibukota Berlin.

Teknologi baterai Jardelund dibangun oleh EnspireMe, sebuah perusahaan patungan Belanda-Jepang yang melibatkan dua perusahaan yakni Eneco dan Mitsubishi Corporation.

Kapasitas daya listrik yang dapat disimpan dalam teknologi baterai Jardelund adalah 48 Megawatt. Ini dibangun pada tahun pada tahun 2018 lalu dan menggunakan teknologi baterai lithium-ion.

Baca juga: Mengenal Energi Terbarukan dan Contohnya

Teknologi baterai Stocking Pelham, Inggris

Pembangunan teknologi baterai untuk menopang penggunaan energi terbarukan selanjutnya adalah di Inggris. Lokasi pembangunan teknologi baterai tersebut berada di Stocking Pelham, sekitar 73 kilometer sebelah utara ibukota London.

British Solar Renewables (BSR) yang bertanggung jawab dalam pembangunan teknologi penyimpanan listrik dan memiliki kapasitas penyimpanan daya sebanyak 50 Megawatt. Proyek ini selesai dibangun kurang dari enam bulan saja pada tahun 2018 lalu.

Luas area untuk membangun teknologi baterai ini 4.500 meter persegi. Sel baterai lithium-ion yang digunakan sebanyak 150.000 dan terhubung ke gardu induk 400kV terdekat melalui koneksi jaringan 132kV.

Dengan kapasitas itu, teknologi baterai Stocking Pelham siap untuk mencukupi permintaan sekitar 13.000 kebutuhan listrik rumah tangga warga Inggris.

Baca juga: Teknologi untuk Gaya Hidup Minim Sampah Makanan

Teknologi baterai Hornsdale, Australia

Pentingnya teknologi baterai telah membuat beberapa negara maju terus berlomba untuk membangun teknologi tersebut dalam kapasitas raksasa. Australia segera mengikut Eropa dengan membangun teknologi baterai penyimpanan listrik di Hornsdale, sekitar 1.400 kilometer sebelah barat Sydney.

Pembangunan teknologi baterai Hornsdale mulai dilakukan pada tahun 2017 dan mulai beroperasi pada tahun 2020. 

Perusahaan raksasa milik miliarder Elon Musk, yakni Tesla, adalah pihak utama yang bertanggung jawab untuk menggarap dan menyediakan teknologi baterai lithium-ion sebagai penyimpan listriknya. Sumber utama listrik yang disimpan berasal dari teknologi pembangkit listrik tenaga angin.

Kapasitas pembangunan teknologi baterai Hornsdale ini adalah 150 Megawatt dan biaya untuk membangunnya sekitar Rp.1,8 triliun.

Teknologi baterai California, Amerika Serikat

Harus diakui, teknologi baterai akan memiliki posisi penting dalam proyek dekarbonisasi industri dunia. Dengan semakin banyaknya upaya memutus energi fosil menjadi energi yang ramah lingkungan, maka teknologi baterai ini semakin berkembang.

Di California, tepatnya di Mos Landing, Tesla dan P&E bertanggung jawab membangun teknologi baterai terbesar di dunia. Teknologi baterai itu dapat mengantarkan listrik sebesar 730 megawatt jam (MWh).

Namun, Tesla dan P&E juga dapat meningkatkan kapasitasnya. Dua perusahaan itu memiliki opsi untuk melakukan upgrade kapasitas kemampuan pengiriman daya hingga 1,2 Gigawatt jam (GWh). Jika upgrade ini dilakukan, maka teknologi baterai Mos Landing akan sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan teknologi baterai Hornsdale, Australia yang juga dibangun oleh Tesla.

Baca juga: Denmark dan Korsel Bangun PLTB Raksasa di Laut

Teknologi baterai Hunter Valley, Australia

Sejauh ini, teknologi baterai yang dapat dibilang berfungsi sebagai penyimpan listrik terbesar adalah di California, Amerika Serikat. Namun, Australia masih memiliki ambisi besar untuk membangun teknologi baterainya.

Meski masih merupakan rencana, namun teknologi baterai yang akan dibangun di Kurri Kurri, Hunter Valley, New South Wales, Australia juga akan menjadi salah satu teknologi baterai yang mampu menyimpan energi listrik terbesar di dunia.

Dana yang disiapkan sekitar Rp.33,9 triliun dan teknologi baterai itu nantinya akan dapat menyimpan energi listrik sebesar 1.200 Megawatt atau 1,2 Gigawatt. Dengan kapasitas tersebut, maka teknologi baterai ini nantinya akan delapan kali lebih besar dibandingkan dengan teknologi baterai yang sudah aktif di Hornsdale.

Proyek tersebut akan melibatkan CEP Energy yang dipimpin oleh Moris Iemma, mantan Perdana Menteri NSW. Iemma mengatakan "proyek ini akan membantu memastikan wilayah Hunter di NSW tetap setia pada warisannya sebagai salah satu pembangkit tenaga energi negara saat kami bekerja menuju masa depan yang lebih bersih dan tidak berkarbonisasi."

Jadi saat ini banyak negara yang sedang berlomba untuk membangun teknologi baterai demi menuju peradaban yang bersih dan bebas karbon.

Salah satu komponen penting dalam pengembangan energi bersih adalah dengan cara membangun teknologi baterai untuk menyimpan listrik yang kemudian mendistribusikannya.

Perlombaan untuk membangun sumber energi terbarukan terus terjadi. Maroko di Afrika mengembangkan energi surya yang dikombinasikan dengan garam dalam kapasitas jumbo untuk memutus ketergantungannya dengan energi fosil. Kalian bisa menyimak ulasannya di sini.

Posting Komentar untuk "Pentingnya Teknologi Baterai dalam Penggunaan Energi Terbarukan"