Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Satelit Explorer 1, Satelit Pertama Amerika Serikat

Space Age atau Era Antariksa adalah persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Era tersebut dimulai ketika Soviet dengan mengejutkan meluncurkan satelit Sputnik ke orbit bumi pada tanggal 4 Oktober 1957. Sekitar empat bulan setelahnya, tepatnya pada 31 Januari 1958, Amerika Serikat mengejar ketertinggalan dengan meluncurkan satelit Explorer 1 ke luar angkasa.

satelit explorer, satelit pertama amerika serikat, satelit explorer 1, satelit, amerika serikat
Satelit Explorer 1 dan roket pendorong Juno (Wikipedia.org)

Perlombaan antariksa atau yang disebut juga Era Antariksa adalah kompetisi sengit antara dua negara raksasa yakni Uni Soviet dan Amerika Serikat. Perlombaan tersebut bahkan sampai meningkat dan disebut sebagai bagian dari Perang Dingin antara dua negara.

Salah satu sinyal pertama dimulainya persaingan tersebut adalah ketika Soviet meluncurkan satelit buatannya yang bernama Sputnik. Peluncurannya bertepatan dengan pekan Tahun Geofisika Internasional.

Latar belakang peluncuran Explorer 1

Segera setelah kabar kesuksesan peluncuran Sputnik tersebar, Amerika Serikat terkejut. Mengutip dari The Globalist, seorang komentator berita berpengaruh di Amerika yang bernama Gabriel Heatter, mengatakan kepada Sputnik, bahwa satelit itu telah membuat orang Amerika menyadari bahwa negaranya bukanlah yang terbaik dalam segala hal.

"Anda tidak akan pernah tahu seberapa besar suara yang Anda buat. Anda memberi kami kejutan yang melanda banyak orang sekeras Pearl Harbor. Anda memukul harga diri kami dengan pukulan yang mengerikan. Anda tiba-tiba membuat kami menyadari bahwa kami bukan yang terbaik dalam segala hal."

Keberhasilan Soviet meluncurkan satelit Sputnik itu bahkan juga menyebabkan apa yang disebut "krisis Sputnik" di Amerika. Kepercayaan publik Amerika pada teknologi, nilai, politik, dan militer AS segera anjlok ditengah menurunnya ekonomi.

Kepercayaan diri Amerika yang sebelumnya begitu tinggi juga runtuh ketika melihat fakta bahwa Soviet telah berhasil menjadi negara pertama yang mengirim "mesin dibungkus logam" ke luar angkasa.

Selain itu, ada satu kekhawatiran lain dari politisi AS tentang kemampuan roket pendorong yang mengantarkan Sputnik ke luar angkasa.

Dengan kemampuan itu, tentu roket tersebut bisa dipasangi semacam hulu ledak dan itu bisa dijadikan sebagai senjata mematikan.

Mempersiapkan roket pendorong

Sejak memasuki tahun 1950an, gagasan untuk menempatkan satelit kecil di luar angkasa telah jadi proyek Amerika Serikat. Salah satu ilmuwan yang mengusulkan untuk menempatkan satelit di luar angkasa adalah Wernher von Braun, seorang Jerman yang pindah ke AS.

Wernher von Braun adalah salah satu ilmuwan penting dibalik roket awal V-2 yang dibuat Nazi Jerman untuk menyerang ibukota London, Inggris.

Ketika kabar Soviet sukses meluncurkan Sputnik, Von Braun yang bekerja di ABMA (Army Ballistic Missile Agency) memberitahu kepada komandan ABMA Mayor Jenderal John Medaris untuk memodifikasi roket peluncur Redstone selama 60 hari. Medaris memerintahkannya agar selesai selama 90 hari.

Von Braun dan Medaris kemudian bekerja bersama, memodifikasi roket Redstone yang telah diuji coba pada tahun 1956. Redstone yang dimodifikasi menjadi versi Jupiter-C, kemudian lahirlah Juno 1, roket pendorong empat tahap yang digunakan AS untuk membawa satelit Explorer 1 ke luar angkasa.

Satelit Explorer 1 mengejar ketertinggalan

Satelit Explorer 1 adalah rancangan dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) yang ada di Pasadena, California. Panjang satelit adalah 203 cm dan diameternya adalah 15,2 cm. Roket satelit ini dibekali dengan mercury battery, yang mengambil porsi 40 persen dari seluruh berat Explorer 1.

Satelit Explorer 1 ini membawa instrumen ilmiah pendeteksi Sinar Kosmik yang dikembangkan oleh Van Allen, seorang peneliti dari Universitas Iowa.

Bersama dengan roket pendorong Juno 1, satelit Explorer 1 dikebut pengerjaannya selama 84 hari oleh ABMA dan JPL. Namun, belum selesai persiapan tersebut, Soviet telah meluncurkan satelit kedua, Sputnik 2, pada 3 November 1957.

Ini adalah hantaman mengejutkan lain yang diberikan oleh ilmuwan Soviet kepada para ilmuwan Amerika Serikat. Sputnik 2, adalah satelit pertama yang membawa muatan ilmiah, yang didalamnya berisi seekor anjing.

Pada akhirnya, dengan dua pukulan keras dari Soviet, Amerika Serikat berhasil menerbangkan satelit Explorer 1 tanggal 31 Januari 1958 tepat pukul 10:48 malam dengan roket pendorong Juno 1. Peluncurannnya dilakukan di landasan Cape Canaveral, Florida.

Satelit Explorer 1 pada akhirnya sukses dikirim ke luar angkasa di orbit Bumi. Satelit tersebut mengelilingi orbit secara elips dengan jarak terdekat 354 km dan jarak terjauh 2.515 km dari Bumi.

Dalam satu kali orbit, satelit Explorer 1 menempuh waktu 114,8 menit sehingga total dalam satu hari satelit Explorer mengorbit 12,54 kali.

Daya baterai yang berada di dalam satelit Explorer habis pada tanggal 23 Mei 1958 dan tak lagi bisa mengirimkan transmisi ke stasiun di bumi. Meski begitu, satelit ini masih terus bertahan di orbit hingga 31 Maret 1970 yang kemudian jatuh terbakar di atmosfer Samudera Pasifik.

Itu berarti satelit Explorer 1 bertahan di luar angkasa lebih dari 12 tahun sebelum hancur. Satelit Explorer 1 berhasil menempuh orbit lebih dari 58.000 kali.

Perkembangan teknologi antariksa itu, terus terjadi. Berbagai pencapaian tercipta seperti mengirim manusia ke luar angkasa dan pendaratan di bulan. Kini, ambisi besar kembali ditatahkan bahwa manusia sudah akan bersiap membuat koloni di planet lain.

Simak juga artikel menarik kami Purwarupa Starship Sukses Mendarat, Selangkah Lebih Dekat ke Mars

Posting Komentar untuk "Satelit Explorer 1, Satelit Pertama Amerika Serikat"