Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknologi Roket Hamas yang Digunakan untuk Menghantam Israel

Salah satu hal yang menarik banyak pengamat dari konflik terbaru antara Hamas dan Israel adalah ribuan roket dari Gaza yang memenuhi langit Israel. Terlepas dari pertanyaan bagaimana Hamas mendapatkan ribuan roket tersebut, Hamas memiliki beberapa jenis roket dan berikut ini spesifikasinya akan dijelaskan.

spesifikasi roket hamas, roket hamas m-75, roket hamas hantam israel, roket hamas
Tugu peringatan berdasarkan roket M-75 yang digunakan oleh Hamas untuk menyerang Israel (Sumber)



Konflik antara Hamas dan Israel yang terbaru mulai memanas pada tanggal 10 Mei. Pada waktu itu, Hamas meluncurkan ribuan roket ke beberapa kota di Israel sebagai tanggapan karena polisi Israel menyerang warga Palestina di kompleks Syeikh Jarrah dan al-Aqsa.

Rekaman video yang tersebar di jagat maya memperlihatkan bagaimana roket-roket Hamas meluncur seperti anak panah yang memenuhi langit. Sedangkan sistem perlindungan Iron Dome milik Israel juga secara ganas mematahkan roket-roket tersebut.

Meski Iron Dome terkenal canggih dan biaya pembuatannya jauh lebih mahal, namun masih banyak roket Hamas yang berhasil menembus Israel dan menyebabkan beberapa korban jiwa. Lalu pertanyaannya bagaimana Hamas membuat roketnya?

Hamas sebenarnya telah mengembangkan banyak jenis roket dengan beragam kemampuan. Namun untuk ulasan kali ini, akan dibahas empat jenis roket yakni Qassam, Quds, M-75, dan M-302. Empat roket ini diperkirakan aktif diproduksi secara massal.

Spesifikasi roket-roket Hamas

Rekaman roket-roket Hamas yang menghantam Israel dan terekam oleh kamera, terlihat seperti hujan anak panah. Namun kalau diperhatikan secara rinci, roket-roket itu tak memiliki target yang presisi dan akurat.

Dari serangan roket tahap pertama pada 10 Mei, Israel mengatakan Hamas meluncurkan sekitar 1.000 roket dan 80 persen dari roket tersebut mampu dipatahkan di tengah jalan. Roket yang lolos dari sistem Iron Dome banyak yang menghantam wilayah terbuka di Israel dan tidak menyebabkan korban jiwa.

Tapi Hamas tak menyerah dan terus meluncurkan roket untuk menghantam Israel. Ribuan roket lain menghujani wilayah Israel dan banyak di antaranya lolos dari terkaman Iron Dome. Setidaknya sebanyak 12 warga sipil Israel meninggal karena hantaman roket Hamas tersebut.

Berikut ini adalah spesifikasi dari empat jenis roket yang dikembangkan oleh Hamas dan digunakan untuk menghantam Israel.

Roket Qassam

Pertama adalah roket Qassam. Roket ini dikembangkan oleh sayap militer Hamas yang bernama Izz ad-Din al-Qassam Brigade. Versi pertama dari roket Qassam ini muncul pada tahun 2001 dan lebih dikenal sebagai tabung logam yang diisi bahan peledak. Roket ini memiliki jangkauan 5 kilometer.

Qassam kemudian ditingkatkan kemampuannya dan yang terbaru disebut Qassam-3. Roket Qassam-3 lebih maju dengan jangkauan 16 kilometer dan mampu membawa hulu ledak sebanyak 20 kilogram.

Pendorong roket Qassam diketahui menggunakan gula dan kalium nitrat. Reaksi antara gula dan kalium nitrat ini dapat mendorong roket sampai beberapa puluh meter ke udara.

Hulu ledaknya menggunakan TNT yang diselundupkan atau menggunakan pupuk amonium nitrat. Pupuk? Betul, pupuk amonium nitrat. Pupuk ini dapat meledak dengan dahsyat ketika terkena suhu panas yang tinggi.

Kejadian meledaknya amonium nitrat dalam skala besar, dapat kita lacak pada Agustus 2020, di mana 2.700 ton amonium nitrat yang tersimpan di gudang pelabuhan Libanon meledak dan meluluh-lantakkan pelabuhan tersebut.

Biaya pembuatan roket Qassam terbaru diperkirakan berkisar 800 dolar AS atau sekitar Rp.11,4 juta.

Roket Quds

Selanjutnya, roket yang dimiliki oleh Hamas adalah roket al-Quds atau biasa disebut Quds 101. Awalnya roket ini sederhana, seperti roket Qassam. Akan tetapi pengembangan terus dilakukan dan dalam versi Quds-2.

Pada tahun 2008, roket Quds-2 diluncurkan ke kota Ashkelon di Israel dan memiliki panjang sekitar 2,3 meter. Peluncur roket Quds lebih canggih dari pada roket Qassam karena dikembangkan berdasarkan desain peluncur roket Rusia yang bernama Grad BM 21.

Versi Quds-3 yang memiliki jangkauan 18-30 kilometer dapat diluncurkan dengan peluncur yang mirip Grad BM 21. Sebanyak 10 roket dapat meluncur secara bersamaan dengan peluncur tersebut.

Roket M-75

Menurut defenseworld, Hamas mulai mengembangkan roket terbaru dari bantuan teknis Iran sehingga tercipta roket M-75. Roket ini dianggap lebih canggih dibandingkan dua roket sebelumnya. Roket M-75 dapat menjangkau sejauh 75 kilometer. Hulu ledak yang mampu dibawa diketahui seberat 90 kilogram.

Dengan kemampuan seperti itu, roket M-75 Hamas ini memungkinkan untuk menyerang ibukota Tel Aviv secara langsung.

Roket 302 dan R-160

Roket 302 dianggap sebagai roket paling canggih yang dimiliki oleh Hamas. Roket ini diperkirakan didapat dari Suriah yang dibuat berdasarkan roket Weishi atau WS-1 buatan Cina. Diameternya 302 mm.

Jangkauan roket 302 ini disebut mampu mencapai jarak 100-180 kilometer, yang itu berati dapat mencapai Yerusalem. Roket ini diperkirakan mampu membawa hulu ledak seberat 170 kilogram.

Dari roket 302, Hamas juga membuat turunannya yang bernama roket R-160. Pada tahun 2014, melansir dari Times of Israel, dalam sebuah operasi militer yang bernama Protective Edge, Israel mengumumkan kemampuan roket R-160 Hamas mampu menjangkau jarak sejauh 160 kilometer. Selain itu, ada juga roket J-80 yang mampu menjangkau jarak 80 kilometer.

Pada tahun 2014 juga, menurut Global Security, Israel mengatakan pernah mencegat roket R-160 dan diketahui bahwa roket tersebut memiliki panjang lima meter dan berat total 500 kilogram. Ia memiliki jangkauan 90 kilometer dan membawa hulu ledak seberat 170 kilogram.

Dari semua roket yang dimiliki Hamas, baik itu yang didapat dari luar atau yang diproduksi sendiri, baik itu roket jarak dekat, jarak menengah atau jarak jauh, sejauh ini belum ada bukti memiliki alat pemandu yang ditanamkan di dalamnya.

Oleh karena itu, ribuan roket yang diluncurkan dari Gaza ke wilayah Israel sebenarnya akurasinya buruk. Meski ada laporan roket-roket tersebut menimpa mobil atau pemukiman di Israel, tapi roket yang diluncurkan dari Gaza berdasarkan jarak jangkauan dan bukan berdasarkan jarak akurasi koordinat bangunan tertentu.

Akan tetapi jangkauan roket yang terus berkembang dan mampu menjangkau jarak ratusan kilometer itu, telah membuat banyak orang heran, juga kagum.

Meski Gaza secara wilayah telah diblokir oleh Israel dan Mesir di perbatasan, tetapi sayap militer Hamas masih tetap mampu memproduksi roket dengan teknologi yang semakin ditingkatkan.

Turki telah menjadi salah satu negara yang memiliki teknologi drone canggih dalam perang. Kisanak dapat membaca ulasan menarik mengenai drone Bayraktar TB2 yang menjadi raja langit buatan Turki.

Posting Komentar untuk "Teknologi Roket Hamas yang Digunakan untuk Menghantam Israel"