Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Facebook Blokir Akun Donald Trump Sampai Dua Tahun

Sejak kerusuhan Capitol Hill pada awal tahun 2021, akun media sosial Facebook milik Donald Trump diblokir karena dianggap berbahaya. Kabar terbaru, perusahaan milik Mark Zuckenberg tersebut mengumumkan bahwa pemblokiran akan dilakukan selama dua tahun ke depan.

facebook, facebook blokir donald trump, media sosial
Ilustrasi (Unsplash.com/Firmbee.com)

Secara resmi, Facebook telah memblokir akun Donald Trump. Itu termasuk akun Instagram yang juga milik perusahaan Facebook Inc.

Pemblokiran itu dilakukan karena akun Donald Trump dianggap melakukan pelanggaran berat setelah memposting tentang kerusuhan yang terjadi di gedung Capitol Hill pada Januari lalu.

Raksasa teknologi Facebook mengatakan bahwa mereka tidak akan memberikan kekebalan terhadap politisi dari beberapa moderasi aturan konten yang telah dibuat oleh perusahaan.

Pemblokiran tanpa batas dianggap tidak pantas oleh Dewan Pengawas

Akun mantan Presiden Donald Trump mulai diblokir oleh Facebook setelah kerusuhan Capitol Hill. Pemblokiran dilakukan karena konten dalam akun itu dianggap melakukan pelanggaran berat.

Konten tersebut yang salah satunya berisi pujian terhadap para pelaku kerusuhan Capitol Hill, telah membuat Facebook Inc akhirnya bertindak. Perusahaan kemudian memberlakukan pemblokiran terhadap akun mantan Presiden AS itu dalam waktu yang tak terbatas dan tak bisa ditentukan.

Melansir laman resmi Facebook, dewan pengawas Facebook mendukung pemblokiran akun Donald Trump. Akan tetapi, dewan pengawas juga mengkritik bahwa pemblokiran akun dengan tanpa batas waktu adalah tindakan yang tidak pantas.

Akhirnya, perusahaan dalam pernyataan resminya pada 5 Juni 2021 mengatakan "kami menangguhkan akunnya selama dua tahun, efektif sejak tanggal penangguhan awal pada 7 Januari tahun ini."

Peninjauan ulang akun Donald Trump

Meski Facebook Inc telah menghadiahi ganjaran terhadap akun Donald Trump dengan penangguhan selama dua tahun, perusahaan juga menyatakan bahwa mereka akan tetap memberlakukan peninjauan.

Para ahli akan ditugaskan untuk melakukan peninjauan terhadap akun Donald Trump pada periode akhir pemblokiran.

Peninjauan itu termasuk menilai apakah risiko terhadap keselamatan publik telah berkurang. Facebook juga akan melakukan evaluasi faktor eskternal, termasuk contoh kekerasan, pembatasan berkumpul secara aman, dan tanda lain dari kerusuhan sipil yang tercipta.

Jika masih ada risiko yang dianggap serius terhadap keselamatan publik, maka Facebook Inc akan memperpanjang pemblokiran dalam jangka waktu tertentu dan terus mengevaluasinya hingga risiko yang dikhawatirkan berkurang atau menyusut.

Ancaman penghapusan secara permanen

Belum cukup sampai disitu, perusahaan media sosial yang didirikan oleh Mark Zuckenberg itu masih memberikan penjelasan lebih lanjut tentang pandangan perusahaan mengenai akun Donald Trump.

Jika nantinya akun Donald Trump yang diblokir sudah kembali aktif, tapi masih melakukan pelanggaran, maka akan ada respon yang lebih cepat dan semakin meningkat.

Jika Trump terbukti melakukan pelanggaran lebih lanjut di masa mendatang saat akunnya sudah aktif maka perusahaan akan melakukan penghapusan permanen halaman dan akunnya.

Keputusan Facebook dianggap menghina para pendukung Donald Trump

Setelah Facebook memberikan pengumuman tentang pemblokiran akun Donald Trump pada 5 Juni 2021, Trump segera menanggapinya.

Melansir laman BBC, Trump mengatakan bahwa putusan yang dilakukan oleh Facebook "adalah penghinaan terhadap 75 juta orang yang memecahkan rekor, ditambah banyak orang lain, yang memilih kami."

Trump bahkan mengatakan "lain kali saya di Gedung Putih, tidak akan ada makan malam lagi, atas permintaannya, dengan Mark Zuckerberg dan istrinya. Semuanya akan menjadi bisnis!," ujar Trump.

Selain Facebook yang juga memiliki Instagram, yang memiliki lebih dari dua miliar pengguna bulanan, Trump telah dilarang dari media sosial seperti Twitter, YouTube, Snapchat, Twitch dan platform media sosial lainnya.

Semua itu terjadi setelah aksi kerusuhan yang melanda gedung Capitol Hill pada bulan Januari tahun 2021 ini.

Baca juga kabar menarik lain yakni Microsoft Internet Explorer akan Dihentikan Tahun 2022

Posting Komentar untuk "Facebook Blokir Akun Donald Trump Sampai Dua Tahun"