Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

NASA akan Kirim Dua Misi ke Venus

Setelah beberapa dekade, NASA akhirnya mengumumkan akan menjalankan misi ke Venus. NASA akan mengirim wahana antariksa nirawak sekitar tahun 2028 dan 2030. Pengumuman ini membuat ilmuwan yang meneliti Venus menjadi semakin bersemangat.

Venus, NASA kirim misi ke Venus, planet venus
(Wikipedia.org/Meli thev)

Venus sering disebut sebagai kembaran Bumi. Ini karena besarnya planet Venus hampir sama dengan Bumi. Jaraknya yang berdekatan juga dicurigai bahwa terbentuknya dua planet ini berasal dari bahan yang sama.

Meski begitu, dalam tiga puluh tahun terakhir, NASA rupanya lebih tertarik untuk melakukan eksplorasi planet Mars. Itu agak mengecewakan bagi para ilmuwan yang meneliti Venus.

Pada Rabu, tanggal 2 Juni 2021, akhirnya kabar baik itu datang dan patut untuk membuat para ilmuwan Venus bahagia.

Administrator NASA yang bernama Bill Nelson mengumumkan pada akhir pidato "State of NASA" di Markas Besar NASA, bahwa mereka akan mengirim misi ke Venus dalam program Discovery-nya.

Misi yang dikirim juga tidak main-main. Ini adalah misi ganda, yang berarti badan antariksa milik Amerika Serikat itu akan mengirimkan dua misi untuk mengeksplorasi planet yang mirip Bumi itu.

Dengan dua misi yang direncanakan, maka eksplorasi planet Venus akan mengumpulkan data yang jauh lebih banyak dan lebih lengkap demi mengungkap misteri di planet neraka tersebut.

Dua misi ke planet Venus oleh NASA

Bill Nelson dalam kesempatan pidatonya tersebut mengatakan bahwa NASA akan membawa dua misi untuk eksplorasi planet Venus. Dua misi itu disebut misi DAVINCI+ dan misi VERITAS.

Keputusan untuk mengirimkan dua misi ke Venus dilakukan karena misi tersebut mengalahkan proposal yang bersaing untuk misi ke bulan vulkanik Jupiter yang bernama Io dan bulan Neptunus yang bernama Triton. Dua proposal misi itu juga dipilih sebagai finalis pada awal tahun 2020 yang lalu.

Nelson mengatakan "dua misi bersaudara ini sama-sama bertujuan untuk memahami bagaimana Venus menjadi dunia seperti neraka yang mampu melelehkan timah di permukaannya."

Misi DAVINCI+

Misi DAVINCI+ adalah misi Deep Atmosphere Venus Investigation of Noble gas, Chemistry, and Imaging. Dalam misi ini, NASA akan melakukan eksplorasi guna memahami atmosfer Venus.

Selain melakukan penyelidikan atmosfer Venus, wahana antariksa nirawak juga akan mengukur gas dan elemen lain yang dapat memberikan informasi mengapa efek rumah kaca berkembang dalam kapasitas besar di Venus.

Wahana antariksa nirawak juga bakal dilengkapi dengan kamera kualitas tinggi yang bakal bisa memberikan gambar resolusi tinggi dari fitur geologi di Venus. Selama ini di planet Venus dikenal "tesserae," sebuah fitur geologi yang oleh ilmuwan disebut mungkin mirip benua di Bumi.

Mereka yang akan memimpin misi DAVINCI+ adalah dari Goddard Space Flight Center NASA.

Misi VERITAS

Misi VERITAS adalah misi lainnya yang bakal diluncurkan oleh NASA. Misi VERITAS ini disebut juga Venus Emissivity, Radio Science, InSAR, Topography and Spectroscopy.

Dalam misi VERITAS ini, NASA akan menggunakan radar yang canggih yang berfungsi untuk memetakan permukaan planet neraka itu secara rinci dari orbitnya.

Selain itu, VERITAS akan mengorbit Venus dengan radar dan wahana itu akan memetakan ketinggian permukaan di hampir seluruh planet untuk membuat rekonstruksi 3D topografi dan mengkonfirmasi apakah proses seperti lempeng tektonik dan vulkanisme masih aktif di Venus.

Dalam misi VERITAS ini, yang bertanggung jawab adalah Jet Propulsion Laboratory. Baik misi DAVINCI+ dan misi VERITA, Lockheed Martin akan membangun pesawat ruang angkasa dalam dua misi kembar itu.

NASA mengirim misi ke Venus 30 tahun lalu

Pengumuman tentang misi mengirim wahana antariksa nirawak ke Venus yang dilakukan oleh NASA pada awal bulan ini benar-benar membuat para ilmuwan bahagia. Ini karena misi terakhir mengirim wahana ke Venus adalah pada tahun 1989, melalui misi Magellan.

Magellan adalam wahana antariksa nirawak NASA seberat 1.035 kilogram. Ini adalah misi NASA kelima yang berhasil ke Venus.

Rancangan wahana Magellan itu dibuat oleh Martin Marietta Company, dan Jet Propulsion Laboratory.

Wahana antariksa Magellan didukung oleh dua susunan persegi tenaga surya. Masing-masing berukuran 2,5 meter. Mereka memasok daya 1.200 watt di awal misi.

Namun, selama misi, susunan surya berangsur-angsur terdegradasi karena seringnya terjadi perubahan suhu yang ekstrem.

Serangkaian instrumen ilmiah ditanamkan di tubuh wahana Magellan untuk mengumpulkan data-data sebagai sumber ilham agar dimengerti para ilmuwan.

Setelah misi pengiriman wahana antariksa Magellan, NASA tidak lagi mengirim misi ke Venus dan lebih tertarik untuk mengeksplorasi si planet Merah.

Nelson dalam penyampaian misi Venus selanjutnya yang direncanakan NASA mengatakan "ilmu planet sangat penting dalam menjawab pertanyaan kunci yang kita miliki sebagai manusia, seperti, apakah kita sendirian? Apa implikasi di luar tata surya kita yang dapat ditunjukkan oleh kedua misi ini? Ini adalah hal yang sangat menarik," katanya seperti dilansir dari laman Space.

Selain itu, Nelson juga mengatakan bahwa ada harapan "misi ini akan meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana Bumi berevolusi, dan mengapa saat ini dapat dihuni ketika yang lain di tata surya kita tidak,"

Misi Venus senilai lebih dari Rp.7 triliun

Dua misi Venus yang bakal diluncurkan oleh NASA dalam satu dekade ke depan tersebut memiliki estimasi biaya masing-masing 500 juta dolar AS atau masing-masing sekitar Rp.7 triliun. Ini adalah misi yang ambisius dan fantastis.

Ellen Stofan, Wakil Sekretaris Smithsonian untuk Sains dan Penelitian mengatakan bahwa "komunitas (peneliti) Venus benar-benar gembira dan bersemangat dan ingin langsung bekerja serta melihat ini terjadi," katanya.

Stofan juga mengatakan bahwa "kita semua sangat haus akan data, untuk memajukan ilmu pengetahuan. Banyak dari kita bekerja di bidang ini sejak Magellan. Kita telah memiliki pertanyaan-pertanyaan sains yang sangat mendasar ini sejak lama."

Pengumuman misi untuk mengirim wahana antariksa nirawak ke Venus tersebut tentu memang membuat bahagia para ilmuwan yang haus akan data.

Mereka telah lama menantikan ada tindakan nyata untuk mengembangkan penelitian mengenai Venus dan apakah planet yang mirip dengan Bumi itu, pernah ada kehidupan atau apakah dapat ditinggali.

Sejauh ini, biaya yang dikeluarkan untuk meneliti Venus jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan biaya penelitian Mars.

Melansir dari Arstechnica, menurut Casey Dreier dari The Planetary Society, hingga tahun 2020, NASA telah menghabiskan 3,7 miliar dolar AS untuk misi Venus. Sedangkan untuk misi Mars, NASA telah menghabiskan 28,5 miliar AS.

Baca artikel menarik lainnya tentang sampah antariksa yang menghantam Stasiun Luar Angkasa Internasional

Posting Komentar untuk "NASA akan Kirim Dua Misi ke Venus"