Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

12 Fakta Tentang Planet Merkurius

Merkurius adalah planet di sistem tata surya yang paling dekat dengan matahari. Planet Merkurius kecil dan sangat cepat dalam mengelilingi matahari.

 

12 fakta planet merkurius
Sumber: Wikipedia.org/NASA

Sampai saat ini manusia belum bisa menghitung secara pasti berapa luas alam semesta. Namun manusia sudah mengetahui bawa ada sistem tata surya dalam kehidupan kita dengan planet-planet yang berputar mengelilingi matahari.

Dari planet-planet yang mengelilingi matahari tersebut ada Merkurius. Merkurius adalah planet terdekat dengan matahari. Karena itu, planet Merkurius adalah planet yang cepat dalam melakukan revolusi.

Di masa kuno, setidaknya sekitar 5.000 tahun yang lalu, bangsa Sumeria sudah mengetahui planet Merkurius dan sering dikaitkan dengan Nabu atau Dewa Penulisan.

Sekitar tahun 500 sebelum Masehi, seorang astronom Yunani yang bernama Heraclitus dengan tepat sudah mampu melihat bahwa bahwa planet Merkurius dan planet Venus berputar mengelilingi atau mengorbit matahari.

Berikut ini adalah fakta-fakta planet Merkurius yang mungkin belum Kisanak ketahui. Simak penjelasannya sampai selesai ya!

1. Merkurius adalah Planet Terpadat Kedua

Dalam sistem tata surya kita, Bumi adalah planet paling padat di alam semesta. Setelah itu, planet terpadat kedua adalah Merkurius.

Lebar inti logam planet Merkurius 3.600 hingga 3.800 kilometer. Sedangkan kulit terluarnya dari planet ini adalah 500 hingga 600 kilometer.

2. Planet Merkurius Membuat Bingung Ilmuwan

Kandungan inti logam yang tebal itu telah membuat para ilmuwan bingung. Kebingungan itu terjai saat pesawat antariksa yang bernama MESSENGER milik NASA pernah sampai di planet tersebut.

Anggota tim MESSENGER yang bernama Patrick Peplowski mengatakan bahwa mereka menemukan unsur-unsur yang cukup volatil di planet tersebut dalam jumlah yang tak terduga. Unsur volatil adalah unsur yang mudah menguap.

"Sejak itu, kami juga mengamati konsentrasi tinggi (natrium) dan (klorin), yang juga diperkirakan akan habis di Merkurius. Ini meninggalkan teka-teki-bagaimana Anda mendapatkan planet yang kaya akan unsur-unsur yang cukup mudah menguap dan inti (besi) raksasa? Banyak orang telah menggaruk-garuk kepala tentang hal ini selama beberapa tahun sekarang."

3. Planet Merkurius Terus Menyusut

Dari pemahaman para ilmuwan yang menemukan unsur volatil di Merkurius yang mudah menguap, maka planet tersebut diyakini terus melakukan penyusutan. Namun karena adanya perbedaan suhu yang ekstrim, pembekuan pada inti logam Merkurius membuatnya tetap ada sebagai planet.

Ketika inti logal Merkurius mendingin dan membeku, itu menyebabkan permukaannya remuk dan menciptakan lereng-lereng yang curam atau tebing-tebing yang panjangnya ratusan kilometer.

Baca juga: Kanada akan Luncurkan Penjelajah Bulan pada 2026

4. Perbedaan Suhu Ekstrim di Planet Merkurius

Sebagai planet yang paling dekat dengan Matahari, normalnya kita akan berpikir bahwa planet Merkurius berarti planet yang sangat panas. Tapi fakta sebenarnya, suhu di planet tersebut memiliki perbedaan suhu ekstrim antara siang dengan malam.

Pada siang hari, planet Merkuius suhunya bisa mencapai 450 derajat celcius sedangkan pada malah hari, suhu di permukaan Merkurius anjlok sampai -170 derajat celcius. Itu adalah fluktuasi perubahan suhu yang terbesar dari planet di tata surya.

Di kutub utara planet Merkurius, para peneliti MESSENGER menemukan air es yang mungkin terlindung secara permanen dari paparan panas matahari.

Baca juga: Canadarm, Teknologi Antariksa Buatan Kanada

5. Planet Merkurius Berputar dengan Cepat

Jarak planet Merkurius dengan Matahari membuatnya menjadi sangat menarik. Waktu di planet tersebut unik karena dalam satu tahun lebih cepat dari pada waktu satu hari.

Merkurius bergerak sekitar 180.000 kilometer per jam di sepanjang orbit elipsnya. Untuk mencapai satu hari di Merkurius, sama dengan menghabiskan waktu 176 hari di Bumi. Sedangkan untuk mencapai satu tahun di Merkurius membutuhkan waktu 88 hari di Bumi.

6. Ilmuwan NASA Petakan Merkurius

NASA memiliki misi untuk mengamati planet Merkurius yang bernama MESSENGER. Itu adalah kependekan dari MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry, and Ranging.

Wahana antariksa NASA itu telah mengorbit di Merkurius sejak tahun 2011 dan para ilmuwan yang berkena secara tim dalam misi tersebut telah memetakan seluruh permukaan planet Merkurius.

Baca juga: NASA akan Kirim Dua Misi ke Venus

7. Atmosfer Merkurius Sangat Tipis

Selain Merkurius adalah planet terkecil yang memiliki fuluktuasi suhu paling besar di antara planet lainnya, Merkurius juga memiliki atmosfer yang paling tipis di antara semua planet.

Untuk menyebut hal ini, para ilmuwan menamainya "Eksosfer." Pada dasarnya, eksosfer Merkurius adalah ruang hampa. Kandungannya terdiri dari 42 persen oksigen, 29 persen natrium, 22 persen hidrogen, 6 persen helium, 0,5 persen kalium, dengan kemungkinan jumlah jejak argon, karbon dioksida, air, nitrogen, xenon, kripton, dan neon.

8. Merkurius Punya Ekor Seperti Komet

Dari lapisan tipis atmosfer planet Merkurius, kandungan unsur-unsurnya sangat mudah hilang karena terkena paparan dari sinar matahari yang panas. Karenanya, unsur-unsur tersebut dapat dengan mudah tercerabut atau terbuang.

Efeknya, planet Merkurius jadi seperti memiliki ekor seperti layaknya komet. Itu adalah aliran pertikel yang mengelupas dari permukaan Merkurius.

Baca juga: Sampah Antariksa Hantam ISS

9. Tidak Mungkin Ada Kehidupan di Merkurius

Dari penelitian yang telah ditemukan oleh para ilmuwan, atmosfer tipis dan perubahan suhu drastis yang ekstrim itu membuat mereka meyakini bahwa tidak mungkin ada kehidupan di planet Merkurius.

Selain itu, menurut NASA, radiasi Matahari juga salah satu sebab mengapa mustahil ada kehidupan di planet yang terdekat dengan Matahari itu.

Jika memang Kisanak dapat berada di Merkurius, Kisanak akan melihat Matahari tiga kali lebih besar dibanding dilihat dari Bumi dan panasnya tujuh kali lebih kuat dibandingkan di bumi.

10. Orang di Bumi Sudah Mengetahui Merkurius Sejak Lama

Tidak ada kepastian yang menyatakan ilmuwan mana yang pertama mengetahui keberadaan planet Merkurius. Hanya saja pengamatan paling awal diketahui terekam sekitar abad ke-14 sebelum Masehi yang ditemukan oleh seorang astronom Asyur.

Dalam sebuah tablet kuno rekaman penjelasan Merkurius, planet tersebut diterjemahkan sebagai "planet yang melompar-lompat."

Baca juga: Astronaut China Lakukan Spacewalk Pertama di Antariksa

11. Dinamai Menurut Dewa Romawi

Sebagai planet terdekat dengan Matahari, sudah disampaikan bahwa Merkurius adalah planet yang mengorbit Matahari dengan cepat. Karena itu, planet tersebut dinamai menurut dewa Romawi kuno, dewa yang tercepat.

12. Amerika Serikat adalah Negara Pertama yang Menjelajahi Merkurius

Sampai saat ini, planet Merkurius belum banyak dieksplorasi. Meski begitu, upaya untuk mengenal planet tersebut telah dilakukan sejak tahun 1970-an.

Amerika Serikat dengan lembaga antariksanya, NASA, adalah yang pertama mengirim wahana antariksa ke Merkurius. Nama wahana tersebut adalah Mariner 10 yang diluncurkan pada 3 November 1973. Mariner 10 berhasil merekam sekitar 45 persen permukaan planet Merkurius.

Setelah Mariner 10, NASA mengirim MESSENGER pada tahun 2000-an yang terbang di dekat planet Merkurius sebanyak tiga kali serta mengorbit selama empat tahun sebelum kemudian jatuh ke permukaannya.

Misi selanjutnya adalah misi yang diluncurkan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Badan Antariksa Jepang (JAXA) yakni BepiColombo pada tahun 2018.

Sebagai planet yang paling dekat, Merkurius memang memiliki segudang keunikan yang menarik. Kisanak juga dapat mengetahui keunikan planet lain yakni 12 Fakta Planet Venus, Si Planet Neraka

Posting Komentar untuk "12 Fakta Tentang Planet Merkurius"