Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 PLTS Terapung Terbesar di Dunia, Indonesia Nomor 5

Negara-negara di dunia sedang berlomba membangun energi terbarukan, salah satunya adalah listrik tenaga surya (PLTS). Berikut ini adalah 10 PLTS terbesar di dunia, yang dibangun terapung di atas air.

 
plts, terapung, listrik, surya
Sumber: Pexels.com/Hoan Ngoc

Salah satu energi terbarukan di dunia adalah listrik dari tenaga surya. Ada berbagai teknologi untuk bisa memanen sinar surya dan dikonversi menjadi listrik. Model pembangunannya juga beragam.

Salah satu model pembangunan pembangkit listrik tenaga surya adalah dengan cara memasang panel surya di atas air. Biasanya, panel-panel surya di pasang di danau adan bendungan, di mana luasnya besar dan bagian permukaannya bisa dimanfaatkan sebagai PLTS.

Sudah ada banyak negara yang membangun PLTS menggunakan cara ini. Indonesia adalah salah satunya.

Berikut ini adalah 10 PLTS terapung di dunia yang terbesar berdasarkan kapasitasnya. Apakah Indonesia termasuk di antara salah satunya? Silakan Kisanak simak artikel ini sampai tuntas untuk mencari tahu jawabannya.

Baca juga: Mengenal Energi Terbarukan dan Contohnya

1. PLTS Terapung di Saemangeum dengan Listrik 2,1 GW

Korea Selatan (Korsel) adalah salah negara Asia yang dengan sigap memperluas proyek pembangunan energi terbarukan. Salah satu yang akan dibangun adalah di Saemangeum, bagian pesisir barat Korsel.

Di wilayah itu, rencananya akan dibangun PLTS tenaga surya dengan panel yang terapung. Kapasitas PLTS terapung itu sebanyak 2,1 Giga Watt.

Ada dua fase pembangunan yang akan dilakukan. Fase pertama, target listrik yang dihasilkan adalah 1,2 GW dan fase kedua sebanyak 0,9 GW.

Biaya yang dikeluarkan untuk mendanai proyek ambisius tersebut adalah 4,6 triliun won atau sekitar Rp56,7 triliun.

Perusahaan-perusahaan raksasa Korea telah bersaing untuk bisa mendapatkan proyek tersebut. Beberapa di antaranya adalah Hanwa Q Cells (produsen panel surya), LG Electronis, Shinsung E&G, dan Hyundai Energy Solutions.

2. PLTS Terapung di Madhya Pradesh dengan Listrik 600 MW

panel, surya, listrik, terapung, plts
Sumber: Pexels.com/Pixabay

Kemudian posisi selanjutnya adalah proyek PLTS terapung yang akan dibangun di Omkareshwar di sungai Narmada, negara bagian Madhya Pradesh, India. Proyek tersebut menargetkan akan menghasilkan listrik sebesar 600 MW.

Studi kelayakan pembangunan telah selesai dilakukan bersama dengan Bank Dunia. Pembangunan akan dimulai sekitar tahun 2022-2023.

Panel surya akan dipasang di sekitar 2.000 hektar permukaan reservoir bendungan. Proyek itu ditargetkan akan selesai selama dua tahun dan akan menyediakan listrik yang murah bagi masyarakat.

Biaya yang direncakan untuk mendanai proyek sebanyak 410 juta dolar atau Rp5,8 triliun.

Baca juga: Denmark dan Korsel Bangun PLTB Raksasa di Laut

3. PLTS Terapung dengan Listrik 320 MW di Zhejiang

Ini adalah proyek yang sudah selesai. Proyek PLTS terapung itu dilakukan di reservoir waduk Changhe dan Zhouxiang, di provinsi Zhejiang, China.

Proyek telah dimulai sejak tahun 2017 dan semua panel surya terapung dengan kapasitas menghasilkan listrik sebanyak 320 MW telah berhasil dibangun.

Proyek itu dikembangan oleh Hangzhou Fengling Electricity Science Technology. Biaya untuk pembangunan proyek tersebut aralah 100 juta dolar atau Rp1,4 triliun.

Perkiraan pendapatan dari penjualan listrik setiap tahunnya adalah 45 juta dolar atau Rp643,7 miliar.

4. PLTS Terapung di Anhui China dengan Listrik 150 MW

plts, terapung, panel, surya, listrik
Sumber: Pexels.com/Pixabay

China memang salah satu negara yang menghasilkan emisi karbon terbesar di dunia. Banyak pembangkit listrik yang menggunakan tenaga batu bara.

Namun dalam satu dekade terakhir, negara itu telah menggelontorkan banyak investasi untuk membangun energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya. Salah satu lokasi pembangunan itu di provinsi Anhui, China timur.

PLTS yang dibangun terapung menghasilkan listrik sebanyak 150 MW. Investasi pembangunan proyek tersebut menelan biaya sekitar 151 juta dolar atau Rp2,1 triliun.

Baca Juga: Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)

5. PLTS Terapung di Waduk Cirata dengan Listrik 145 MW

Posisi selanjutnya adalah Indonesia yang telah merencanakan pembangunan PLTS terapung di waduk Cirata. PLTS terapung tersebut rencananya akan menghasilkan listrik sebanyak 150 MW.

Ini adalah proyek pembangunan PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara. Pembangunan akan dilakukan oleh perusahaan patungan yang terbentuk antara Indonesia dengan Abu Dhabi.

Total investasi pembangunan yang akan digelontorkan adalah 129 juta dolar atau sekitar Rp1,8 triliun. Pada November 2022, rencananya PLTS terapung ini akan secara resmi dapat segera beroperasi menyalurkan listriknya.

PLTS terapung Cirata akan dapat mengaliri listrik ke 50.000 rumah, serta mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 200.000 ton per tahun pada saat beroperasi.

6. PLTS Terapung di Telangana dengan Listrik 100 MW

plts, surya, terapung, listrik, panel
Sumber: Pexels.com/Hoan Ngoc

Proyek pembangunan PLTS terapung selanjutnya adalah di India, tepatnya di Ramagundam, negara bagian Telangana. Proyek itu rencananya akan dapat menghasilkan  listrik 100 MW.

450 hektar permukaan air akan ditutupi dengan solar panel terapung yang dibangun oleh National Thermal Power Corporation (NTPC). Biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan proyek dibutuhkan sekitar Rp814,9 miliar.

Baca juga: Pentingnya Teknologi Baterai dalam Penggunaan Energi Terbarukan

7. Sebanyak 70 MW Listrik Dihasilkan PLTS Terapung di Anhui

Sebuah tambang batu bara seluas 140 hektar yang sudah tidak digunakan, digenangi oleh air. Hal itu dimanfaatkan oleh pemerintah China untuk membangun PLTS terapung di Anhui yang dapat menghasilkan listrik sebanyak 70 MW.

Pengembangan proyek tersebut dilakukan oleh perusahaan negara, CECEP, bekerja sama dengan perusahaan Prancis yang bernama Ciel & Terre.

Perusahaan Prancis itu memproduksi pelampung dan dibuat oleh anak perusahaan yang sudah berdiri di China. 

8. PLTS Terapung di Waduk Tengeh yang Hasilkan 60 MW Listrik

Selanjutnya, proyek PLTS terapung terbesar di dunia dilakukan di Singapura, tepatnya di atas waduk Tengeh, bagian barat negara tersebut.

Panel surya terapung di pasang di permukaan air seluas lebih dari 45 lapangan sepak bola dan listrik yang dihasilkan mampu disalurkan ke 16.000 rumah tangga Singapura.

Pengembang PLTS terapung itu adalah Sembcorp Industries dan secara resmi sudah mulai beroperasi sejak Juli tahun 2021.

Teknologi yang dirancang di atas permukaan waduk, diperkirakan akan sanggup bertahan untuk setidaknya selama 25 tahun ke depan.

Baca juga: Energi Terbarukan Bioetanol dari Tanaman Pisang

9. PLTS Terapung di Bendungan Hapcheon yang Hasilkan Listrik 45 MW

Posisi ke sembilan adalah PLTS Terapung yang dibangun di permukaan air di bendungan Hapcheon, Korea Selatan. Pengembang PLTS tersebut yakni Hanwa Q Cells.

Listrik yang dihasilkan sebanyak 45 MW dan diperkirakan mencukupi kebutuhan listrik tahunan sebanyak 60.000 orang Korea. 

Menurut manajer perusahaan, PLTS terapung yang mereka bangun akan mampu menghasilkan daya 10 persen lebih banyak dalam kondisi normal dibandingkan dengan PLTS yang dipasang di darat.

Sembilan PLTS terapung itu telah tercatat akan dibangun dan semakin memperbanyak pembangunan sumber energi terbarukan di seluruh dunia.

Ke depan, pembangunan sumber energi terbarukan akan semakin banyak dengan menggunakan energi alam yang jauh lebih ramah lingkungan dari pada energi fosil.

Kisanak dapat juga mengakses informasi menarik tentang Teknologi Pabrik Penyerap CO2 Terbesar di Dunia yang sudah mulai beroperasi di Islandia.

Posting Komentar untuk "9 PLTS Terapung Terbesar di Dunia, Indonesia Nomor 5"