Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Profil Kapal Fregat Arrowhead 140, Calon Armada Baru TNI AL

Indonesia baru saja dapat lisensi pembuatan kapal fregat Arrowhead 140 yang dipakai oleh Angkatan Laut Inggris. Dengan lisensi tersebut, Indonesia diizinkan untuk membuat setidaknya dua buah kapal teknologi terbaru yang canggih.


Kapal fregat kelas Iver Huitfeldt (Wikipedia.com/Mark Konig)

Luasnya lautan Indonesia membuat banyak teknologi kapal perang dibutuhkan untuk melakukan tugas, seperti patroli, perlindungan dari ancaman dan juga sebagai pertahanan kedaulatan.

Untuk memenuhi hal tersebut, Indonesia berhasil mendapatkan lisensi teknologi pembuatan kapal perang fregat Arrowhead 140. Kapal fregat tersebut sampai saat ini hanya digunakan oleh armada Angkatan Laut Inggris.

Jadi, ketika Indonesia sudah mendapatkan lisensi untuk teknologi pembuatan kapal tersebut, maka Indonesia adalah negara kedua yang akan menggunakan fregat Arrowhead 140 itu, jika nanti jadi dibuat.

Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Rt Hon Ben Wallace Inggris menandatangani kesepakatan lisensi itu dan selanjutnya PT. PAL Indonesia yang akan membuat kapal fregat Arrowhead 140 dengan teknologinya yang canggih untuk armada Angkatan Laut Indonesia.

Berikut ini adalah profil kapal fregat Arrowhead 140. Silakan Kisanak simak artikelnya sampai tuntas.

Fregat Arrowhead 140 Dibangun Berdasarkan Lambung Kapal Iver Huitfeldt

Kapal perang fregat Arrowhead 140 adalah kapal perang ringan yang diproduksi oleh Babcock International. Ini adalah kapal perang ringan serba guna.

Perancangan dan pengembangan teknologi kapal fregat itu dilakukan oleh Tim 31 yang terdiri dari Thales Group, Harland and Wolff, BMT, OMT dan Ferguson Marine.

Desain Arrowhead 140 didasarkan pada bentuk lambung Iver Huitfeldt. Teknologi kapal perang fregat Iver Huitfeldt sendiri digunakan oleh Angkatan Laut Denmark yang berfungsi sebagai fregat pertahanan udara.

Pengguna teknologi kapal fregat Denmark itu sementara ini diperkirakan adalah Australia, Kanada, dan Inggris yang kemudian membuatnya menjadi kapal fregat Arrowhead 140.

Dari modifikasi yang telah dilakukan oleh Inggris tersebut, kemudian ia menjual lisensinya untuk Indonesia. Dengan lisensi tersebut, Indonesia dapat membangun teknologi kapal fregat Arrowhead 140 sebanyak dua kapal.

Baca juga: Apa Itu Rudal Balistik Kapal Selam?

Kapal Fregat Arrowhead 140 adalah Kapal Perang Multi-Peran

Panjang kapal fregat Arrowhead 140 adalah 138,7 meter dengan lebar 19,8 meter. Berat kapal fregat tersebut mencapai 5.600 sampai 5.700 ton.

Dengan berat sedemikian rupa, kapal fregat tersebut memiliki kemampuan melaju dengan kecepatan mencapai 28 knot atau sekitar 52 kilometer per jam di lautan.

Menurut Naval Technology, tujuan kapal fregat Arrowhead 140 adalah digunakan untuk pengawasan maritim, kontra-pembajakan, kehadiran dan pencegahan militer, bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana, dukungan kelompok tugas, perlindungan, serta misi perang anti-kapal selam.

Dalam situs resminya, Babcock International menjelaskan fregat Arrowhead 140 memberi tingkat kemampuan bertahan, pengoperasian dan daya tanggap yang tinggi.

Selain itu, kapal fregat tersebut dipercaya memiliki fleksibilitas operasional karena desain balok lebarnya dan efisiensi dalam pembangunan serta aksesibilitas pemeliharaan.

Sebagai kapal perang ringan, fregat Arrowhead 150 adalah kapal perang multi-peran yang dilengkapi untuk memenuhi ancaman maritim terkini dan masa depan di mana pun ia beroperasi.

Baca juga: 8 Negara Pemilik Teknologi Rudal Balistik Kapal Selam

Kapal Fregat Arrowhead 140 Punya Dek untuk Bawa Helikopter

Kapal fregat Arrowhead 140 dirancang untuk membawa 160 orang kru kapal. Untuk mengoperasikan kapal tersebut, minimal dibutuhkan sebanyak 100 awak kapal.

Salah satu rancangan khusus kapal fregat Arrowhead 140 adalah bagian belakangnya memiliki dek yang bisa digunakan untuk membawa sebuah helikopter kelas AW-101 Merlin atau MH-60 Seahawk atau helikopter yang lebih kecil.

Selain itu, dengan dek tersebut, kapal fregat Arrowhead 140 dapat mendukung pengoperasian pesawat nirawak dengan berat lepas landas maksimum hingga 15 ton.

Baca juga: Bukan Kaleng-kaleng, Ini 10 Kapal Selam Terbesar di Dunia

Sistem Persenjataan Kapal Fregat Arrowhead 140

Jika Indonesia memiliki lisensi pembuatan kapal tersebut, tentu saja ada kebijakan untuk memasang senjata apa yang diinginkan untuk ditempatkan.

Tapi untuk kapal fregat Arrowhead 140 versi Inggris, kapal tersebut dipasang sistem informasi dan taktikal komando Thales TACTICOS. Sistem ini memiliki sejarah layanan selama 25 tahun dan telah diekspor ke 24 Angkatan Laut dan ke 182 kapal berbeda di lebih dari 42 kelas di dunia.

Fregat versi Inggris juga dilengkapi dengan rudal anti-udara VLS Sea Ceptor, meriam Mk 110 kaliber 57 mm, dua MK 4 sebagai senjata sekunder dengan kaliber 40 mm dan empat senapan mesin serbaguna kaliber 7,62 mm serta empat Minigun kaliber 7,62 mm.

Selain itu, fregat Arrowhead 140 juga dilengkapi dengan sonar anti-kapal selam.

Selain Indonesia, negara lain yang sudah melakukan pembicaraan dengan Babcock International adalah Yunani, Polandia dan dua negara lain.

Penanda tanganan lisensi antara Inggris dengan Indonesia dilakukan di atas kapal perang HMS Argyll. Menhan Inggris saat itu mengatakan bahwa penanda tanganan tersebut "menandakan kekuatan hubungan pertahanan kita dengan Indonesia, kedua angkatan laut kita akan mengoperasikan fregat terkemuka dunia ini di masa depan dan akan bekerja sama secara erat untuk melindungi kepentingan bersama kita di seluruh dunia."

Itulah profil kapal fregat Arrowhead 140. Simak artikel menarik lainnya spesial untuk Kisanak yakni 6 Kapal Selam Terbesar di Dunia Milik Rusia

Posting Komentar untuk "Profil Kapal Fregat Arrowhead 140, Calon Armada Baru TNI AL"