Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Empat Drone Terbaik Buatan Iran

Iran memiliki banyak jenis drone yang diproduksi dan digunakan oleh militer. Namun ada empat drone tangguh dan terbaik yang sangat diwaspadai. Mereka adalah Shahed-129, Fotros, Saeqeh-2, dan Mohajer-6.

drone, iran, mohajer, shahed, fotros, saeqeh

Sebagai kekuatan di kawasan Timur Tengah, Iran memiliki alutsista tempur yang terhitung handal. Negara ini telah lama menjadi kekuatan yang paling dikhawatirkan oleh Amerika Serikat dan sekutu terdekatnya, yakni Israel.

Meski pun Iran telah dihantam dengan berbagai embargo oleh AS dan Sekutu, tapi Iran masih tetap mampu membuat drone yang memiliki kekuatan menakutkan. Inovasi Iran untuk menciptakan drone, telah teruji dalam beberapa peperangan.

Kali ini Teknolemper akan membahas empat drone unggul yang diproduksi oleh Iran. Empat drone tersebut memiliki kekuatan yang patut diwaspadai oleh lawan-lawannya.

Kapan Iran Mulai Membangun Teknologi Drone?

Amerika Serikat dan Israel adalah dua negara yang saling bergandeng tangan dalam pengembangan teknologi drone. Dua negara itu memiliki institusi yang mumpuni dalam penelitian dan pengembangan serta memiliki industri dirgantara yang mapan.

Karena itu, Amerika Serikat dan Israel disebut sebagai dua negara yang saat ini paling maju dalam hal teknologi kedirgantaraan, khususnya dalam teknologi pesawat nirawak atau drone.

Iran, sebagai musuh bagi Amerika Serikat dan Israel, sebenarnya juga telah lama mengembangkan teknologi drone, meski tidak secepat lawannya. Sejak tahun 1980an, Iran telah mengembangkan teknologi tersebut.

Memasuki perang Iran-Irak, teknologi drone dengan kendali radio dirasa lebih aman karena hanya menimbulkan korban materi, bukan personel militer yang jadi pilot pesawat tempur.

Semakin bertambahnya tahun, Iran semakin banyak mengembangkan jenis portofolio teknologi drone milik mereka. Apalagi ketika ketegangan antara Iran-AS meningkat saat Donald Trump jadi presiden, Iran semakin memperbanyak produksi drone.

Berikut ini empat teknologi drone Iran yang saat ini patut diperhitungkan.

Drone Mohajer-6

Drone Mohajer-6 pertama kali terungkap ke publik pada tahun 2017. Global Security telah mencatat pendahulu drone ini versi awal dengan kemampuan jelajah sekitar 50 kilometer dengan kecepatan terbang 210 kilometer per jam.

Tapi pengembangan teknologi drone Mohajer sampai generasi 6 telah semakin meningkat.

Desain drone Mohajer-6 milik Iran memiliki ekor ganda. Panjang drone 5,6 meter dengan rentang sayap 10 meter. Produksi massal drone Mohajer-6 dilakukan pada tahun 2018.

Sejauh ini, informasi yang terungkap ke publik, drone Mohajer memiliki kamera depan statis dan kamera gimbal di dagu untuk pemindaian permukaan menggunakan berbagai sensor.

Perlengkapan senjata yang bisa dibawa oleh Mohajer-6 adalah satu buah roket Qaem, yang dapat diluncurkan dengan pengendali sehingga dapat menjangkau target secara presisi.

Berat maksimum drone Mohajer-6 adalah 600 kilogram dengan berat muatan maksimum 100 kilogram. Dengan kecepatan sekitar 200 km/jam, drone ini mampu memiliki daya jelajah sejauh 200 kilometer selama 12 jam.

Sementara ini, negara yang diduga telah membeli teknologi Mohajer-6 dari Iran adalah Irak dan Ethiopia.

Drone Shahed-129

Jika drone Mohajer-6 terhitung sebagai teknologi pesawat nirawak yang baru, ada drone Iran yang telah lama diproduksi dan memiliki kemampuan lebih baik. Drone tersebut adalah Shahed-129.

Drone Shahed-129 diketahui pada tahun 2012 lalu. Dia dibuat oleh Shahed Aviation Industries. Daya jelajah drone ini sanggup bertahan sampai dengan 24 jam. Ini hampir serupa dengan drone AS MQ-1.

Secara desain, Shahed-129 adalah drone dengan mesin tunggal yang dilengkapi baling-baling diujung buritan. Panjangnya 8 meter dengan rentang sayap 16 meter. Berat maksimum muatan adalah sebanyak 400 kilogram, atau empat kali lipat dari Mohajer-6.

Drone ini terbilang kelas menengah yang dapat terbang setinggi 7.000 meter. Jangkauan tempurnya sanggup menjelajahi jarak 1.700 kilometer. Tapi ini juga tergantung dengan kontrolnya yang berada di darat.

Shahed-129 dapat dilengkapi dengan empat rudal berpemandu bernama Sadid-361. Penggunaan drone Shahed-129 diketahui bertempur di Perang Saudara Suriah, juga dilihat di Damaskus atau di perbatasan Iran-Pakistan.

Angkatan Udara Irak disebut telah membeli drone Shahed-129 sekitar 12 sampai 15.

Drone Saeqeh-2

Selanjutnya, drone Iran yang tercatat patut untuk diwaspadai adalah Saeqeh-2. Drone ini mulai terungkap ke publik pada tahun 2016 lalu. Dia juga dibuat oleh Shahed Aviation Industries.

Secara desain, Saeqeh-2 mirip dengan Lockheed Martin RQ-170 Sentinel, drone milik AS yang ditembak berhasil ditembak jatuh oleh Iran.

Secara umum, spesifikasi drone Saeqeh-2 tidak diketahui oleh publik. Tapi kemungkinan memiliki rentang sayap sekitar 6-7 meter. Dia disebut juga sebagai Shahed 191.

Drone Saeqeh-2 ini juga disebut dapat membawa rudal berpemandu yang bernama Sadid-1 sebanyak empat buah. Pada tahun 2018, Israel berhasil menembak jatuh drone Iran yang diduga Saeqeh-2.

Daya jelajah drone Saeqeh-2 tidak diketahui, tapi diperkirakan mampu mencapai jarak sekitar 450 kilometer.

Drone Fotros

Terakhir dari drone tangguh yang diproduksi oleh Iran adalah drone bernama Fotros. Teknologi drone ini terungkap ke publik pada tahun 2013. Drone Fotros disebut memiliki kemampuan terbang selama sekitar 30 jam.

Dari National Interest, drone Fotros disebut adalah jawaban bagi drone Predator dan Reaper milik Ameirka Serikat. Jarak tempuh yang dapat dilakukan oleh Fotros sekitar 1.700 sampai 2.000 kilometer.

Ada kabar bahwa proyek drone fotros ditinggalkan. Akan tetapi pada tahun 2020, penampakan drone itu telah terlihat sudah memasuki layanan militer dan pernah ikut dalam latihan perang.

Desain drone Fotros memiliki ekor ganda. Panjang drone 6 meter dengan lebar sayap 16 meter. Drone ini dapat mencapai ketinggian terbang sekitar 7.000 meter dan empat buah rudal berpemandu yang presisi, yang disebut sebagai rudal Qhaem.

Empat rudal anti-tank juga disebut dapat dipasang di bawah sayapnya.

Meski secara kecanggihan teknologi, drone produksi Iran berada di bawah kemampuan drone milik AS atau Israel, tapi Iran bukan berarti tidak bisa membuatnya setara. Iran berpikir tentang penggunaan sesuai kebutuhan.

Pada tahun 2021, para pejuang Houthi telah berulang kali dikabarkan menggunakan drone untuk menyerang beberapa pangkalan minyak milik Saudi. Pejuang Houthi disebut didukung oleh Iran dalam perang di Yaman.

Posting Komentar untuk "Empat Drone Terbaik Buatan Iran"