Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa itu SpaceX?

SpaceX adalah perusahaan Amerika Serikat (AS). SpaceX jadi perusahaan swasta yang melayani transportasi luar angkasa. Mereka membuat roket untuk mengirim barang dan awak ke Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS). Mereka juga bercita-cita membuat roket berawak antar planet.

spacex, roket, falcon, crew dragon, elon musk, starship
Unsplash.com/SpaceX

Perkembangan teknologi manusia terus melaju sampai batas-batas yang sebelumnya belum terjamah. Salah satu wilayah yang masih terus dieksplorasi adalah luar angkasa.

Dulu, negara-negara penjelajah luar angkasa di dominasi oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat. Di Uni Soviet, yang bertanggung jawab adalah Roscosmos sedangan di Amerika Serikat adalah NASA.

Penjelajahan luar angkasa membutuhkan kemampuan teknologi dengan ilmu pengetahuan yang luas dan rinci. Biaya untuk menciptakan teknologi tersebut juga mahal. Karena itu, eksplorasi luar angkasa didominasi oleh negara.

Tapi mulai tahun 2000-an, muncul perusahaan-perusahaan swasta di Amerika Serikat yang bergelut di bidang transportasi luar angkasa. Salah satunya adalah SpaceX. Perusahaan SpaceX membuat roket sendiri, menyewakannya kepada negara yang berkepentingan untuk aktivitas luar angkasa.

Sejarah Pendirian SpaceX

Orang dibalik pendirian perusahaan SpaceX adalah Elon Musk. Dia kelahiran Afrika Selatan dan berkewarganegaraan Amerika Serikat.

Elon Musk mulai mendirikan SpaceX pada tahun 2002. Dia mencari staf dan insinyur roket untuk menopang perusahaannya. Investor awal juga datang memberikan suntikan dana.

Kantor SpaceX pertama kali berada di El Segundo, California. Sampai tahun 2005 sejak perusahaan SpaceX tersebut berdiri, Elon Musk yang menjadi bosnya sudah memiliki 160 karyawan.

Saat ini, karyawan perusahaan SpaceX telah ada ribuan. Mereka adalah orang-orang luar biasa yang telah banyak melakukan inovasi teknologi transportasi luar angkasa, dan menjadi salah satu perusahaan swasta terdepan dalam bidang tersebut.

Bermula dari Mars Oasis

Sebelum Elon Musk mendirikan SpaceX, dia sudah merancang konsep yang bernama Mars Oasis. Konsep itu berupa rancangan pendaratan rumah kaca di planet Mars, dan kemudian menggunakan perangkat otomatis untuk bertanam atau bertani.

Tujuan lainnya dari Mars Oasis adalah menciptakan sebuah kehidupan di planet asing dengan kondisi ekstrim. Dengan begitu, akan banyak anak-anak yang kemudian bermimpi menjadi astronaut dan berusaha mewujudkannya.

Ditolak Rusia

Tim segera dibentuk dan roket untuk membawa rumah kaca itu segera dicari. Musk pergi ke Rusia untuk membeli roket ICBM (Intercontinental Ballistic Missile). Namun Rusia mematok harga tinggi, atau mungkin Musk yang ingin harga murah.

Pada akhirnya Elon Musk tidak jadi membeli roket dari Rusia tersebut. Dia kemudian menghitung biaya pembuatan dan menemukan bahwa jika menyewakannya, maka dia masih bisa mendapatkan keuntungan sebesar 70 persen.

Karena itulah kemudian dia mendirikan SpaceX, dan berhasrat untuk memproduksi sendiri perangkat keras dan perangkat lunak roket. Setelah jadi, dia akan menawarkan layanan transportasi luar angkasa, khususnya kepada NASA dan kepada badan antariksa milik negara lainnya.

Dalam perhitungan Elon Musk, jika menggunakan layanan transportasi roketnya, maka penyewa akan lebih menghemat beberapa kali lipat dari pada mereka merancang dan membuat roketnya sendiri.

Roket Falcon 1 Meluncur

spacex, roket, falcon, crew dragon, elon musk, starship
Unsplash.com/SpaceX

SpaceX pada akhirnya tidak membeli roket jadi dari siapapun. Dia membuat roketnya sendiri. Roket pertama yang diuji coba untuk diluncurkan ke orbit bumi bernama Falcon 1. Roket Falcon 1 adalah roket dua tahap pembakaran dan hanya sekali pakai.

Biaya untuk mengembangkan dan membuat roket Falcon 1 sekitar 90 juta dolar atau setara dengan Rp1,27 triliun.

Dua roket Falcon 1 pertama milik SpaceX dibeli oleh pemerintah AS. Pembelinya adalah Departemen Pertahanan. Roket itu digunakan untuk mengevaluasi kendaraan peluncur dalam program DARPA.

Tiga roket Falcon selanjutnya gagal meluncur dalam uji coba dari tahun 2006 sampai tahun 2008. Pada akhir tahun 2008, Falcon 1 sukses dan pada tahun 2009, peluncuran kedua juga kembali sukses.

Kesuksesan itu membuat Falcon 1 dihentikan dan proyek dipindah ke roket yang lebih besar yakni Falcon 9.

Kegagalan Falcon 9

Upaya untuk mengembangkan roket besar yang mampu membawa beban berat dikembangkan oleh SpaceX. Bahkan beban yang mampu diangkut diperkirakan 25.000 kilogram. Itu akan menjadi roket kargo.

Percepatan Falcon 9 dibantu oleh NASA. Bahkan NASA juga memberikan suntikan untuk pengembangan kapsul Dragon yang dapat berisi astronaut agar bisa mengantarkan manusia ke Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS).

Beberapa kali Falcon 9 meraih kesuksesan peluncuran dan bahkan telah mengantarkan kargo ke ISS. Raksasa Google turut memberikan suntikan investasi ke SpaceX pada tahun 2015. Tapi pada pertengahan tahun, Falcon 9 meledak dan itu adalah kecelakaan besar.

Pada tahun 2016, Falcon 9 meledak lagi padahal saat itu sedang membawa sebuah satelit komunikasi yang harganya mencapai ratusan juta dolar.

Meski begitu, SpaceX tidak pernah menyerah. Mereka terus melakukan evaluasi, pembaharuan dan perbaikan, dan terus melakukan inovasi. Pada tahun 2017, SpaceX kembali meluncurkan roket, dan terus melakukannya untuk meraih kesuksesan yang saat ini mereka raih.

Falcon 9 bahkan kemudian menjadi roket yang bisa digunakan kembali alias reusable. Ketika roket itu meluncur mengantarkan kapsul atau kargo ke luar angksa, Falcon 9 akan dapat kembali pulang ke bumi, mendarat dengan lembut di tempat yang telah ditentukan.

Dengan inovasi tersebut, SpaceX akan semakin dapat menghemat pembuatan roket.

Peluncuran Awak Pertama


Inovasi terus dilakukan oleh SpaceX. Jika sebelumnya telah memiliki roket peluncur reusable dan kapsul Dragon untuk membawa kargo, kini giliran manusia yang akan dicoba untuk dibawa ke luar angkasa.

Pada tanggal 30 Mei 2020, SpaceX sukses meluncurkan dua astronaut, yakni Doug Hurley dan Bob Behnken, menuju ISS dengan Crew Dragon. Kesuksesan itu membuat SpaceX menorehkan sejarah sebagai perusahaan swasta pertama yang mengirim awak ke ISS.

Starship

SpaceX seakan tak mau berhenti. Dia terus melakukan inovasi untuk mewujudkan ambisi awal, yakni menciptakan kehidupan di Mars. Elon Musk, sang pendiri, bahkan berkelakar bahwa dia nanti akan meninggal di planet tersebut.

Untuk mewujudkan mimpi menciptakan kehidupan di Mars, SpaceX mengembangkan Starship. Ini adalah roket jumbo yang dapat membawa puluhan ton kargo. Dengan roket tersebut, persediaan untuk membangun kompleks perumahan di Mars bisa dilakukan.

Uji coba terus dilakukan SpaceX agar roket jumbo itu dapat meluncur dan dapat pulang ke bumi dan mendarat dengan sukses, seperti kakaknya, yakni Falcon 9. Sampai saat ini, pengembangan dan uji coba Starship masih terus berjalan.

Prestasi

Hal yang menjadi pokok perhatian dari semua terobosan SpaceX adalah, perusahaan swasta tersebut berhasil menciptakan roket reusable yang itu berarti menghemat banyak biasa pembuatan roket. 

Dengan inovasi tersebut, SpaceX akan dapat memangkas banyak dana pembuatan roket, serta dapat menawarkan layanan transportasi ke luar angkasa yang jauh lebih murah dari pada teknologi sebelumnya.

Posting Komentar untuk "Apa itu SpaceX?"