Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tu-95, Teknologi Pesawat Bomber Strategis Rusia

Rusia memiliki beberapa teknologi pesawat bomber strategis. Salah satunya adalah Tu-95. Pesawat ini dibuat oleh Tupolev, sebuah perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1922. Meski rancangan tua, sampai saat ini masih jadi andalan.

pesawat, bomber, strategis, pesawat bomber, bomber strategis, pesawat bomber strategis
Pesawat bomber strategis Tu-95 (Wikimedia.org)

Dalam dunia teknologi militer, Rusia adalah salah satu negara yang patut diakui. Berbagai terobosan teknologi persenjataannya, terus menjadi pesaing utama Amerika Serikat (AS).

Di bidang teknologi aviasi, Rusia juga memiliki lini produksi teknologi pertahanan yang mumpuni. Bahkan produsen pesawat Rusia dapat dibilang sangat pengalaman dalam persaingan dengan AS. Ini karena akar sejarah Perang Dingin antara dua negara, yang bersaing di banyak bidang.

Teknologi persenjataan aviasi melibatkan berbagai model seperti pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter serang, helikopter angkut, juga pesawat khusus untuk menjatuhkan bom.

Pesawat untuk mengangkut bom biasanya adalah pesawat jumbo dengan kemampuan terbang jarak menengah dan jarak jauh. Rusia memiliki beberapa pesawat jenis tersebut. Salah satunya adalah pesawat Tupolev Tu-95.

Berikut ini adalah ulasan mengenai pesawat bomber strategis milik Rusia tersebut.

Bomber Jarak Jauh Tupolev Tu-95

Uni Soviet telah melakukan debut dalam industri pesawat bomber sejak tahun 1920-an. Salah satu produsen pesawat bomber Soviet adalah Tupolev. 

Pesawat bomber strategis pertama yang dibuat adalah Tu-95, yang sukses mengudara pada tahun 1956. Pesawat ini tercipta atas perintah Stallin yang saat itu berkuasa, bersaing dengan bomber Boeing B-52 milik AS.

Sebagai pesawat bomber strategis, ukuran pesawat terbilang jumbo. Ini karena pesawsat bomber strategis biasanya dibuat agar dapat terbang jarak jauh. 

Jarak yang mampu ditempuh pesawat bomber Tu-95 adalah 12.500 kilometer. Sedangkan muatan yang mampu diangkut sekitar 15.000 kilogram.

Tupolev Tu-95 dibuat untuk membawa bom nuklir

Tujuan utama pembuatan pesawat bomber strategis Tupolev Tu-95 adalah untuk bersaing dengan AS. Bahkan disebut-sebut, pesawat ini ditugaskan untuk mampu membawa bom nuklir dan terbang tanpa berhenti mencapai AS.

Lebih dari 500 pesawat telah dibangun untuk pesawat bomber strategis Tupolev Tu-95. Terakhir pesawat ini diproduksi adalah pada tahun 1992, ketika Soviet runtuh dan kini berganti menjadi Rusia.

Pesawat era Soviet paling bising

Ukurannya yang besar dan kemampuan muatannya yang jumbo, pesawat bomber Tupolev Tu-95 menggunakan teknologi turboprop, berupa mesin jet dengan baling-baling.

Jumlah teknologi mesin turboprop yang dipasang di Tu-95 awalanya adalah delapan mesin. Itu membuat pesawat ini adalah pesawat terbising era Perang Dingin. Kapal selam sekalipun dapat mendeteksi pesawat bomber Tu-95.

Tupolev Tu-95 mengalami puluhan modifikasi

Sebagai salah satu pesawat andal, banyak pesawat bomber setelah Tu-95 yang mengadopsi rancangan pesawat Tupolev itu. Bahkan peswat angkut Tu-114 juga dibuat berdasarkan rancangan pesawat bomber strategis Tupolev Tu-95.

Selama beroperasi, Tupolev Tu-95 telah menjalani beberapa kali uji coba pengeboman, baik itu bom nuklir maupun bom termonuklir. Pesawat tersebut juga telah lebih dari 20 kali dimodifikasi.

Dalam salah satu model modifikasinya, yaitu Tu-95V, pernah melakukan uji coba menjatuhnya termonuklir pada tahun 1961. Bom yang dibawa berbobot 60 megaton dan pesawat itu terbang di ketinggian 39 kilometer.

Saat uji coba selesai, diketahui badan dan sayap pesawat mengalami kerusakan parah karena terbakar. Padahal, bom saat itu yang diuji belum mencapai kemampuan yang maksimal.

Beberapa uji coba termonuklir kembali dilakukan dan pesawat yang ditugaskan adalah Tupolev Tu-95V. Pesawat ini mendapatkan tugas untuk siap sedia melakukan patroli bahkan menyerang lokasi strategis yang ditargetkan.

Pada tahun 1970-an, pesawat bomber strategis Tu-95V yang perkasa, pernah menerbangkan badan pesawat Tu-144 dari Moskow ke Novosibrik. 

Tupolev Tu-95M

pesawat, bomber, strategis, pesawat bomber, bomber strategis, pesawat bomber strategis
Tu-95 modifikasi (tupolev.ru)

Modifikasi lain dari Tu-95 adalah pesawat bomber strategis yang dapat membawa bom rudal atau misil. Pesawat itu adalah Tupolev Tu-95MS dan Tu-95MSM. Pesawat ini mulai beroperasi pada tahun 1984. Sekitar 60 pesawat bomber strategis itu masih tetap melayani Angkatan Udara Rusia.

Model terbaru pesawat bomber strategis Tu-95MS bahkan dapat memiliki jangkauan terbang sekitar 15.000 kilometer. Ini karena model modernisasi, di mana pesawat dapat melakukan pengisian bahan bakar ulang ketika terbang di langit.

Rudal jangkauan 5.000 km terpasang di pesawat ini. Secara teori, pesawat bomber strategis Tupolev Tu-95MS dapat meluncurkan rudal tersebut ke AS atau ke Eropa, tanpa terbang keluar dari wilayah udara Rusia saat ini.

Daya terbang lama

Modernisasi Tupolev Tu-95 yang kini masih melayani Angkatan Bersenjata Rusia, ditargetkan akan pensiun pada tahun 1940. Ini akan menjadi satu-satunya pesawat bomber strategis yang masih menggunakan teknologi turboprop.

Meski begitu, pesawat ini bukanlah pesawat yang bisa diremehkan. Daya terbang pesawat Tu-95MS mampu mencapai 9 jam di udara dan bahkan lebih. Dan rudal yang diletakkan di bagian bawah sayap pesawat adalah rudal H-101/102 sebanyak delapan buah.

Rudal H-101 dapat membawa hulu ledak TNT seberat 40 kilogram sedangkan rudal H-102 dapat membawa hulu ledak termonuklir 0,25-1,0 megaton. Dua rudal ini dapat terbang rendah, dengan pemandu yang akurat serta sulit terlacak.

Penyimpang rudal tersebut adalah 20 meter sampai 100 meter dari target yang dituju. Mengingat kemampuan hulu ledak yang dibawa, penyimpangan tersebut terbilang kecil. Karena itu, Tupolev Tu-95 modifikasi ini masih sangat andal dan bukanlah pesawat tua yang bisa diremehkan begitu saja.

Posting Komentar untuk "Tu-95, Teknologi Pesawat Bomber Strategis Rusia"