Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Okhotnik, Drone Siluman Rusia

Sebagai salah satu negara dengan perkembangan teknologi militer yang maju, Rusia terus memperbaharui sistem alutsista mereka. Teknologi militer Rusia yang terbaru adalah pesawat nirawak Okhotnik yang memiliki kemampuan siluman.

Drone Okhotnik (Kementrian Pertahanan Rusia)

Okhotnik dalam bahasa Rusia dapat diartikan pemburu. Okhotnik adalah drone atau pesawat nirawak terbaru milik Rusia. Sebentar lagi, semua uji coba Okhtonik diperkirakan akan segera rampung dan mulai diproduksi untuk bertugas melayani militer.

Sampai sejauh ini Okhotnik disebut-sebut sebagai drone atau pesawat nirawak generasi keenam. Tentang spesifikasi dan kemampuannya, tidak banyak yang terungkap ke publik.

Tapi ada beberapa informasi yang sempat diketahui oleh banyak analis militer. Salah satunya adalah ukuran Okhotnik jumbo atau sangat besar. Ukurannya tidak normal seperti drone atau pesawat nirawak.

Berikut ini kami jelaskan mengenai fakta-fakta pesawat tempur nirawak atau drone Okhotnik milik Rusia yang memiliki kemampuan siluman.

Pengembangan Okhotnik

Pesawat nirawak atau drone militer Okhotnik adalah hasil kerja sama dua produsen pesawat Rusia, yaitu Sukhoi dan MiG (Mikoyan). Pesawat nirawak atau drone itu masuk dalam kategori unmanned combat aerial vehicle (UCAV).

Perancangan Okhotnik diperkirakan mulai pada tahun 2011 yang lalu. Purwarupa pertama yang masih belum sempurna, mulai terlihat pada tahun 2014.

Sedangkan purwarupa pertama yang sudah selesai mulai terungkap ke publik pada tahun 2017. Satu tahun berikutnya, yakni pada tahun 2018, Okhotnik mulai melakukan berbagai uji termasuk uji kecepatan dan uji berhenti dalam mode otonom.

Pada tahun 2019, pesawat nirawak atau drone terbaru Rusia itu kemudian melakukan uji terbang selama 20 menit dengan ketinggian 600 meter di atas permukaan tanah.

Nama Lain Okhotnik

Selain beredar nama drone atau pesawat nirawak itu adalah Okhotnik, calon alutsista terbaru dan tercanggih Rusia itu juga memiliki nama lain.

Beberapa diantaranya ada yang menyebutnya sebagai Sukhoi Su-70. Selain itu, ada juga sebutan Okhotnik B.

Negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat lebih memilih memanggil pesawat nirawak atau drone UCAV terbaru milik Rusia itu sebagai Hunter atau Hunter-B.

Sampai tahun 2020, sudah ada dua purwarupa yang telah dibangun. Pada tahun 2021, satu purwarupa lagi dibuat, sehingga kini jumlahnya ada tiga drone Okhotnik.

Purwarupa pesawat nirawak atau drone Okhotnik dibuat di Novosibirsk Aircraft Production Association Plant, sebuah pabrik perakitan pesawat yang terletak di dekat perbatasan Kazakhstan.

Bentuk dan Mesin Okhotnik

Secara sekilas, bentuk dan desain drone UCAV Okhotnik seperti bomber milik Amerika yang bernama B-2 Spirit atau mirip  X-47B bertenaga jet buatan Northrop Grunman. Bentuknya unik seperti seekor elang dengan sayapnya yang sedang terbang.

Bahan utama pembuatan Okhotnik disebut penggabungan dari material komposit dan lapisan siluman sehingga drone UCAV itu tidak dapat dilacak oleh radar ketika dalam penerbangan.

Mesin yang digunakan untuk menerbangkan Okhotnik dilihat para pengamat adalah mesin Turbofan AL-31F seperti yang digunakan pada pesawat tempur Sukhoi Su-27, atau turunan dari AL-41F yang dimodifkasi dan dipasang pada pesawat tempur Su-35 dan purwarupa Su-57 yang terbaru.

Perancang utama pesawat nirawak atau drone Okhotnik itu disebut adalah Mikoyan Skat, yang didasarkan pada rancangan pesawat sejak tahun 2005. Dari rancangan itu, pengembangan lebih lanjut berduet dengan Sukhoi dari desain pesawat MiG.

Senjata Okhotnik

Sebagai sebuah purwarupa, tidak ada informasi rinci mengenai senjata apa yang bakal dibawa oleh drone Okhotnik. Tapi uji coba penembakan disebut pernah dilakukan pada tahun 2019. Rudal yang diuji adalah rudal udara-ke-udara.

Sejauh ini, informasi tentang rudal tersebut adalah rudal berpemandu infra merah dan radar. Rudal tersebut juga digabungkan dengan sistem pemandu rudal Su-57.

Secara garis besar, senjata yang kemungkinan akan dibawa oleh drone Okhotnik adalah senjata yang ada di jet tempur Su-57. Okhotnik juga diharapkan dapat melakukan serangan ke target secara mandiri atau otonom.

Drone Rusia Okhotnik kemungkinan akan menjadi pengawal Su-57, dengan ukuran yang hampir sama, senjata yang hampir sama, tapi memiliki keunggulan tanpa adanya pilot.

Keunggulan lain adalah drone Okhotnik dapat terbang secara otonom atau tanpa dikendalikan sehingga bisa menyerang musuh sendirian.

Drone Okhotnik diharapkan oleh Kementrian Pertahanan Rusia dapat diselesaikan dan mulai dikirim pada tahun 2024 mendatang.

Posting Komentar untuk "Okhotnik, Drone Siluman Rusia"