Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Fakta Menarik Planet Mars

Planet Mars adalah planet yang sering jadi perbincangan. Bahkan ada beberapa rencana bahwa planet Mars akan dijadikan sebagai Bumi kedua bagi ummat manusia. Para ilmuwan sedang berpikir cara membuat koloni di planet Mars.

planet, mars, planet mars, planet merah
Ilustrasi (Unsplash.com/Planet Volumes)

Mars adalah planet keempat dari Matahari setelah Merkurius, Venus dan Bumi. Planet Mars merupakan planet terkecil kedua di sistem tata surya.

Planet ini dinamakan sesuai dengan dewa perang Romawi yang juga kerap digambarkan sebagai "Planet Merah" karena terlihat kemerahan ketika dilihat dari Bumi. Planet ini memiliki atmosfer yang tipis, terutama terdiri dari karbon dioksida.

Berikut ini ada tujuh fakta menarik dan unik tentang planet Mars.

Planet Merah

planet, mars, planet mars, planet merah
Ilustrasi (Pexels.com/A Koolshooter)

Mars disebut sebagai Planet Merah. Salah satu sebab utama mengapa ia disebut demikian adalah karena penampilannya terlihat kemerahan ketika dilihat dari bumi.

Orang Yunani kuno menyebutnya sebagai planet Ares sesuai dengan dewa perang mereka. Orang Romawi melakukan hal yang sama, dan mengasosiasikan warna merah planet tersebut dengan Mars.

Budaya kuno lain yang menarik dan terkesan sama adalah astronom China menyebutnya bintang api yang fokus pada warna merahnya. Sementara di Mesir kuno, planet Mars disebut Her Desher atau "yang merah."

Sebab utama Mars terlihat kemerahan adalah karena batuan dan debu yang menutupi permukaannya kaya akan zat besi

Mars Pemilik Gunung Tertinggi di Tata Surya

Sejauh ini eksplorasi planet Mars diketahui bahwa planet tersebut memiliki gunung yang disebut Olympus Mons. Itu adalah gunung berapi setinggi 21 kilometer dengan diameter 600 kilometer yang terbentuk miliaran tahun lalu.

Ilmuwan menemukan bukti terbaru dari lava vulkatin yang menunjukkan bahwa gunung tersebut masih aktif. 

Ada 48 Misi ke Mars Sampai Tahun 2020

Ilustrasi (Pexels.com/Pixabay)

Para ilmuwan telah memiliki rasa penasaran besar terhadap Planet Mars sejak dulu. Bahkan para astronom kuno telah mencatat planet ini sejak abad ke-2 SM.

Ketika teknologi telah dikembangkan semakin canggih, upaya melakukan eksplorasi Mars dilakukan. Sampai tahun 2020, sudah ada 48 misi yang dilakukan untuk Mars. Tapi tidak semuanya berhasil.

Dalam catatan NASA, dari semua misi tersebut hanya 25 misi yang berhasil. Keberhasilan itupun ada yang tidak seratus persen. 

Jejak Mars telah Sampai di Bumi

Sebelum para ilmuwan berhasil mengirim misi ke planet Mars, mereka meyakini bahwa potongan planet tersebut telah berada di Bumi sebelumnya.

Diyakini meteorit yang dikeluarkan planet Mars telah mengorbit di tata surya selama jutaan tahun di antara benda-benda lain sebelum akhirnya memasuki atmosfer Bumi dan jatuh ke tanah. 

Studi tentang bahan ini telah memungkinkan para ilmuwan memiliki pengetahuan lebih banyak tentang planet Mars sebelum meluncurkan misi luar angkasa.

Ilmuwan Beranggapan Mars Memiliki Air

planet, mars, planet mars, planet merah
Ilustrasi (Unsplash.com/NASA)

Dalam pengamatan planet Mars, para ilmuwan menemukan saluran, lembah dan selokan di seluruh permukaan planet tersebut.

Hal itu oleh para ilmuwan menunjukkan bahwa air cair mungkin telah mengalir melintasi permukaan planet. Beberapa saluran memiliki lebar 100 kilometer dengan panjang 2.000 kilometer.

Para ilmuwan berpendapat mungkin air masih berada di celah-celah dan pori-pori batuan tanah. Pada tahun 2018, sebuah studi menunjukkan planet Mars memiliki air asin di bawah permukaan yang dapat menampung cukup banyak oksigen.

Mars Lebih Dingin dari Bumi

Tipisnya atmosfer Mars dan jauhnya dari matahari membuat planet ini sangat dingin. Ilmuwan menyebutkan bahwa planet Mars lebih dingin dari pada Bumi.

Rata-rata suhu di Mars sekitar minus 60 derajat Celcius sampai minus 125 derajat Celcius ketika berada di dekat kutub selama musim dingin. Jika di tengah hari dekat khatulistiwa, suhu mars sekitar 20 derajat Celcius.

Atmosfer planet Mars kaya dengan karbon dioksida yang diperkirakan 100 kali lebih padat dari pada rata-rata bumi. Ini cukup tebal untuk mendukung cuaca, awan dan angin.

Tapi kepadatan itu bervariasi secara musiman, dengan musim dingin memaksa karbon dioksida membeku. Dengan tipisnya lapisan atmosfer tersebut, jika pun ada air di Mars maka akan mudah menguap.

Mars Memiliki Badai Debu Terbesar di Tata Surya

planet, mars, planet mars, planet merah
Ilustrasi (Unsplash.com/Dennis Groom)

Sejauh ini belum diketahui secara pasti mengapa Mars memiliki badai debu terbesar di tata surya. Tapi satu teori menyebutkan karena partikel debu di udara menyerap sinar matahai dan menghangatkan atmosfer di sekitarnya.

Kantong udara yang hangat kemudian mengalir ke daerah yang lebih dingin kemudian menghasilkan angin yang mengangkat lebih banyak debu dari tanah. 

Badai debu Mars bisa menyelimuti seluruh planet dan berlangsung selama berbulan-bulan. Ini menimbulkan risiko serius bagi robot ilmuwan yang ada di permukaan Mars.

Penjelajah NASA Opportunity mati pada tahun 2018 karena badai debu menghalangi sinar matahari yang mencapai panel surya robot selama berminggu-minggu. Penjelajah itu akhinya kehabisan daya karena tidak mendapatkan suplai tenaga dari sinar matahari.

Posting Komentar untuk "7 Fakta Menarik Planet Mars"