Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

8 Fakta Unik tentang Satelit Sputnik 1, Satelit Pertama di Dunia

Satelit Sputnik atau yang juga dikenal sebagai Sputnik 1 adalah satelit pertama yang berhasil mengorbit di luar angkasa. Satelit Sputnik 1 dibuat oleh teknologi Uni Soviet dan meluncur pertama kali pada 4 Oktober 1957.

satelit, sputnik, sputnik 1, uni soviet, satelit pertama di dunia
Wikipedia.org

Satelit Sputnik 1 adalah satelit yang menandai kompetisi pengembangan teknologi luar angkasa antara Uni Soviet dengan Amerika Serikat (AS)

Setelah Sptunik 1 berhasil meluncur, AS kemudian bergerak untuk mengejar ketertinggalan. Mereka mengembangkan teknologi dan meluncurkan satelit Explorer 1.

Berikut ini adalah fakta-fakta satelit Sputnik 1, satelit buatan teknologi manusia pertama yang berhasil mengorbit di luar angkasa.

Bentuk satelit Sptunik 1 seperti bola

Tidak seperti roket, satelit Sptunik 1 memiliki bentuk seperti bola. Diameter satelit Sputnik 1 adalah 22 inci atau sekitar 55,88 sentimeter. Beratnya adalah 188 pon atau sekitar 83,4 kilogram.

Terbang di langit AS tujuh kali sehari

Teknologi satelit Sputnik 1 yang berhasil mengorbit bumi, membuatnya dapat mengelilingi setiap 98 menit sekali. Dan dalam setiap hari, satelit Sputnik 1 terbang di langit AS sebanyak tujuh kali.

Orang Amerika terkejut dengan keberhasilan Soviet

Kesuksesan Sputnik 1 yang mampu mengorbit bumi itu telah membuat banyak orang Amerika terkejut. Mereka terperangah oleh kemajuan teknologi Soviet.

Saat itu kemudian banyak orang yang bertanya, apakah Soviet memiliki kemampuan teknologi meluncurkan rudal yang bisa mencapai AS. Banyak juga yang bertanya berapa lama yang dibutuhkan AS untuk dapat mengejar ketertinggalan teknologinya.

Satelit Sputnik 1 membawa pemancar radio sederhana

Satelit Sputnik yang dirancang sangat maju pada zamannya, hanya membawa beberapa perlengkapan teknologi seperti baterai dan pemancar radio sederhana. Dengan itu, satelit Sputnik 1 dapat memancarkan sinyal kembali ke bumi.

Sptunik 1 mengorbit selama 23 hari hingga 27 Oktober 1957. Satelit tersebut kemudian tak lagi bisa beroperasi karena baterainya mati.

Tapi Sptunik 1 masih tetap mengorbit hingga 4 Januari 1958 dan masuk kembali ke bumi. Satelit tersebut terbakar ketika memasuki atmosfer bumi.

Sinyal Sputnik 1 cukup kuat untuk ditangkap radio amatir

Meskipun para ilmuwan Soviet hanya menanamkan radio pemancar sederhana, tapi sinyal yang berhasil dipancarkan oleh Sputnik 1 disebut cukup kuat. Bahkan dapat ditangkap oleh operator radio amatir.

Beberapa orang Amerika yang memiliki akses ke peralatan semacam itu, memiliki kesempatan untuk mendengar bunyi sinyal yang dipancarkan Sptunik 1. Bunyinya hanya “bip...bip...bip.”

Titik terdekat dan terjauh Sputnik 1

Selama melakukan aktivitas mengorbit bumi, satelit Sputnik 1 melakukannya dalam pola elips. Jadi ada titik terdekat dan terjauh dari Bumi.

Posisi Sputnik 1 yang terdekat dengan bumi ketika mengorbit sejauh 143 mil atau sekitar 230,1 kilometer. Sedangkan titik terjauh dari bumi saat mengorbit adalah 584 mil atau sekitar 939,8 kilometer.

Krisis Sputnik

Keberhasilan Soviet dalam mengembangkan teknologi satelit dan mengorbitkan Sputnik telah menimbulkan krisis Sputnik di dunia Barat, khususnya AS. Mereka takut bahwa Soviet akan membuat rudal balistik yang mampu mengirim nuklir ke AS.

Satelit Sptunik 1 lebih besar dari satelit AS yang direncanakan

AS sebenarnya juga telah merancang satelit. Tapi ukurannya jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Satelit Sputnik 1. 

Satelit Sputnik 1 buatan Soviet disebut 10 kali ukuran satelit AS pertama yang direncanakan. Satelit Sputnik 1 tersebut juga tana dimulainya perlombaaan pengembangan teknologi luar angkasa dan mendorong industri luar angasa AS mengejar ketertinggalan.


Posting Komentar untuk "8 Fakta Unik tentang Satelit Sputnik 1, Satelit Pertama di Dunia"