Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Negara Asia dengan Teknologi Energi Nuklir

Tenaga nuklir, selain bisa dibuat menjadi senjata pemusnah massal, juga bisa digunakan sebagai sumber energi listrik. Ini disebut pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN. Ada banyak PLTN di dunia ini dan di Asia, sektor sumber energi nuklir sedang bertumbuh.

energi nuklir
Unsplash.com/Wim van 't Einde

Sumber energi nuklir telah berkembang sejak puluhan tahun lalu. Energi nuklir terutama mulai dibangun di Eropa dan Amerika Utara. Tapi pertumbuhan kapasitasnya telah dibatasi saat ini.

Kini negara-negara Eropa dan Amerika sedang berlomba untuk membangun sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan demi strategi ekonomi berkelanjutan.

Teknologi energi nuklir juga terkenal sangat mahal dan memiliki kekhawatiran tentang dampak negatifnya ketika mengalami kerusakan seperti terkena serangan dalam perang atau terkena bencana alam.

Tapi di Asia, pengembangan dan pembangunan teknologi energi nuklir sedang bertumbuhan. Ketika di tempat atau benua lain, pertumbuhan energi nuklir dibatasi bahkan dikurangi, di Asia justru semakin beranak pinak.

Berikut ini adalah lima negara di Asia dengan teknologi energi nuklir yang digunakan sebagai salah satu sumber energinya.

Sumber energi nuklir China

Sebagai kekuatan ekonomi baru pesaing Amerika Serikat, China terus membangun dan mengembangkan sumber energi nuklirnya. Nuklir dapat memberikan pasokan energi berlimpah untuk menopang kegiatan industrinya yang terus melesat.

Menurut International Atomic Energy Agency, per Juni 2020, China memiliki 47 unit tenaga nuklir operasional. Selain itu, ada 11 unit tenaga nuklir lain yang sedang dibangun.

Teknologi energi nuklir sebagai sumber energi di China, menyumbang 4,88 persen dari total bauran listrik pada 2019 dan dua unit terbaru (Yangjiang-6 dan Taishan-2) terhubung ke jaringan pada 2019.

Menurut World Nuclear, antara Desember 2011 sampai Desember 2021, sebagian besar unit baru telah ditambahkan di China. Dalam sepuluh tahun itu, terjadi peningkatan pembangkit nuklir sekitar 400 persen. 

Dorongan yang meningkat untuk membangun energi nuklir di China karena disebabkan polusi udara dari pembangkit listrik tenaga batu bara dan perubahan iklim. Sumber energi nuklir lebih sedikit menghasilkan emisi karbon.

Sumber energi nuklir India

Setelah China, India adalah pemilik salah satu sumber energi nuklir di Asia. India telah bersaing dengan China dalam berbagai sektor, khususnya di ekonomi dan militer. India terus bertekad mengungguli China.

Menurut World Nuclear, India sampai Juli 2022 telah memiliki 22 reaktor nuklir yang dapat dioperasikan. Selain itu, India juga sedang membangun 8 reaktor nuklir lainnya dengan total 12 reaktor nuklir yang direncanakan.

Sumber energi nuklir India menjadi bagian program pembangunan infrastruktur besar-besaran. Negara ini juga terkenal sebagai pelopor dalam pengembangan siklus bahan bakar thorium, energi nuklir alternatif yang disebut juga nuklir hijau.

Sumber energi nuklir Jepang

Sebagai salah satu negara maju, Jepang miskin sumber daya energi. Sebagian besar energi negara itu diimpor dari negara lain. Untuk energi batu bara, Jepang banyak membeli dari Australia dan Indonesia.

Untuk menopang industri raksasanya, Jepang memiliki 33 reaktor nuklir yang dapat dioperasikan. Meski begitu, beberapa di antaranya kini ditutup sementara.

Pemerintah Jepang, menurut World Nuclear sedang membangun 2 reaktor nuklir dan merencanakan untuk membangun 1 lagi reaktor yang diperkirakan menghasilkan daya 1,4 GWe.

Dengan jumlah itu, tenaga nuklir Jepang memasok hingga 30 persen kebutuhan listriknya hingga tahun 2011 lalu. Dalam jangka panjang, Jepang ingin meningkatkan sumber energi nuklirnya sampai 90 GWe.

Setelah kecelakaan reaktor nuklir Fukushima pada 2011, niat itu diurungkan dan energi nuklir diharapkan menyediakan sekitar 20 persen kebutuhan listrik.

Sumber energi nukli Korea Selatan

Korea Selatan adalah salah satu negara maju lain yang memiliki puluhan reaktor nuklir untuk menopang kebutuhan listrik industrinya. Sejauh ini Korea Selatan memiliki 25 reaktor nuklir yang dapat dioperasikan. 3 reaktor nuklir sedang dalam pembangunan.

Pemerintah Korea pada tahun 2017 pernah memperkenalkan untuk menghapus energi nuklir secara bertahap tapi dibatalkan pada Maret 2022. 

Kini Korea Selatan adalah salah satu pemilik teknologi nuklir terkemuka di dunia dan mengekspor teknologinya itu ke negara lain. Korea Selatan saat ini terlibat dalam pembangunan 4 reaktor nuklir di Uni Emirat Arab di bawah kontrak puluhan miliar dolar.

Sumber energi nuklir Pakistan

Negara tetangga India, yakni Pakistan, adalah negara kelima yang memiliki reaktor nuklir sebagai sumber energinya. Sejauh ini Pakistan diketahui memiliki 6 reaktor nuklir yang dapat dioperasikan. 

Negara yang terus bersaing dengan India dan kerap memiliki hubungan tegang itu, juga berencana untuk membangun 1 reaktor nuklir yang mampu menghasilkan daya 1,2 GWe.

Energi nuklir Pakistan memasok sekitar 7 persen dari total kebutuhan listriknya. Pakistan masih memiliki rencana jangka panjang untuk meningkatkan reaktor nuklirnya sampai pada tahun 2030 tapi saat ini negara itu sedang kesulitan dalam ekonomi.

Di Asia Tenggara, Indonesia sebenarnya adalah negara terdepan dalam riset dan pengembangan energi nuklir. Tapi upaya untuk mewujudkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir berlum berhasil diwujudkan.

Posting Komentar untuk "5 Negara Asia dengan Teknologi Energi Nuklir"