Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fakta Teknologi Toyota dalam Peperangan

Perusahaan produsen teknologi mobil Toyota ikut terlibat dalam beberapa pertempuran di dunia. Teknologi Toyota telah digunakan sejak Perang Dunia II dalam Perang Korea dan bahkan dalam perang modern.

teknologi toyota

Sebagai salah satu perusahaan teknologi penghasil mobil terbesar di dunia, Toyota memiliki rekam sejarah yang panjang. Salah satunya adalah keterlibatannya dalam beberapa perang besar yang pernah terjadi di dunia.

Bahkan dari keterlibatan perang tersebut, Toyota pernah hampir bangkrut. Namun karena strategi yang jitu, Toyota kembali bangkit dan melakukan berbagai inovasi teknologi yang akhirnya membuat produk mobilnya terus laris di pasaran.

Berikut ini adalah kisah keterlibatan Toyota dalam tiga perang di dunia. Pertama adalah dalam Perang Dunia II, kedua dalam Perang Korea dan ketiga dalam Perang Modern di Afrika, tepatnya di Libya.

Teknologi Toyota dalam Perang Dunia II

Toyota lahir pada 1 September 1933. Awalnya, Toyota bukanlah perusahaan pembuat mobil tapi merupakan perusahaan teknologi pembuat alat tenun otomatis. Nama perusahaan tersebut adalah Toyoda Automatic Loom Works.

Divisi Otomotif perusahaan Toyoda dipimpin oleh putra sang pendiri, yakni Kiichiro Toyoda. Sejak berdiri, dia dan timnya mengembangkan beberapa purwarupa mobil dengan sungguh-sungguh.

Divisi Otomotif tersebut kemudian berpisah dari induknya dan benar-benar membuat mobil dengan teknologi yang dimilikinya.

Tapi belum cukup berkembang, Jepang melakukan kampanye peperangan dan menyeret negara itu masuh dalam teater Perang Dunia II. Teknologi Toyota kemudian ikut diperintahkan untuk terlibat mendukung pasukan Jepang.

Teknologi Toyota ciptakan truk amfibi

Ketika Jepang turut masuk dalam Perang Dunia II, Toyota berperan menyediakan kendaraan tempur. Toyota mengembangkan teknologi truk amfibi.

Ini karena tentara Kekaisaran Jepang sangat kekurangan kendaraan amfibi, oleh karena itu kemudian dikembangkanlah teknologi tersebut. Pada 1943, pembangunan kendaraan khusus dilakukan yakni truk amfibi, mobil amfibi ringan dan peralatan jalur pendaratan.

Produk teknologi Toyota dalam perang ini adalah truk yang memiliki lambung perahu bernama Su-Ki. Kompartemen mesin dibuat tahan air dan ban tidak memiliki spatbor namun ada baling-baling.

Setidaknya adalah tiga model Su-Ki dan teknologi Toyota itu digunakan di pulau-pulau Pasifik selama Perang Duhia II. 

Teknologi Toyota ini juga berkembang dengan menjadi kendaraan pendarat. Tipe tiga dari Su-Ki memiliki lapisan baja yang lebih tebal dan memiliki peluncur granat.

Teknologi Toyota untuk Perang Korea

Setelah Perang Dunia II selesai dan Jepang menyerah kepada Sekutu, Jepang tetap terikat perjanjian dengan AS sebagai salah satu pihak pemenang. Jepang kemudian menjadi salah satu basis militer dan produksi peralatan.

Ketika Korea Utara menyerang Korea Selatan pada 25 Juni 1950, Perang Korea secara resmi terjadi. Demi memasok pasukan Korea Selatan, industri di Jepang merupakan negara terdekat.

AS kemudian meminta Toyota untuk menyediakan ribuatn truk pengangkut Model BM. Total truk Model BM yang dibuat teknologi Toyota adalah 4.679 dengan nilai total pesanan 3,66 miliar yen.

Pemintaan khusus untuk menyediakan kendaraan perang itu membuat Toyota meningkatkan produksi dari 650 unit per bulan menjadi 1.000 unit. Peningkatan produksi membuat karyawan lembur dua jam setiap hari.

Dengan pesanan khusus ribuat truk tersebut, kinerja binsins Toyota mengalami peningkatan pesat. Meski bahan, suku cadang, ban dan komponen lain mengalami kenaikan, tapi Toyota tetap mampu mempertahankan keuntungannya.

Teknologi Toyota dalam Perang Libya

Di tahun 1970-an dan 1980, Libya yang dipimpin Muammar Gadafi terlibat perang dengan Chad, negara di sebelah selatannya. Libya yang memiliki perlengkapan militer lebih baik seperti tank, melawan Chad yang jelas minim peralatan.

Tentara konvensional Chad saat itu hanya dilengkapi dengan 400 unit teknologi Toyota Hilux dan Land Cruiser. Tapi dua kendaraan tersebut dilengkapi rudal anti-tank dan senapan mesin berat.

Di sisi lain, peralatan tempur Libya berasal dari perlatan teknologi buatan Soviet seperti tank dan kendaraan personel lapis baja, artileri modern dan helikopter serang.

Pertempuran pertama penggunaan teknologi truk Toyota terjadi pada Januari 1987 dalam Pertempuran Fada. Sebuah brigade lapis baja Libya dihancurkan dengan sekitar 800 korban tewas. Ratusan tank buatan Soviet juga hancur berantakan.

Pasukan Libya kesulitan untuk menargetkan kendaraan teknologi Toyota yang jauh lebih cepat dan lebih gesit. Chad lebih diuntungkan karena teknologi truk Toyota mereka dilengkapi misil dan senapan mesin.

Peran teknologi truk Toyota dalam peperangan lain

teknologi toyota
Unsplash.com/Brahan Milla

Toyota secara resmi tidak menjual kendaraannya untuk calon pembeli yang akan menggunakan atau memodifinya sebagai kendaraan perang.

Tapi teknologi truk Toyota yang perkasa dan gesit, telah menjadi kendaraan tempur favorit untuk kelompok bersenjata yang tidak memiliki akses ke kendaraan militer lapis baja.

Dalam Perang Soviet-Afghanistan, tentara komunis Soviet sendiri bahkan menggunakan teknologi truk Toyota sebagai salah satu kendaraan tempur. Teknologi truk itu digunakan pasukan khusus Spetsnaz, menggunakan Hilux atau Land Cruiser dan dipasangi senjata seperti DShK.

Dalam kekacauan konflik Timur Tengah setelah Musim Semi Arab, teknologi truk Toyota banyak ditemukan dan di gunakan oleh beberapa pihak yang saling berlawanan. Para tentara Taliban, ISIS dan tentara Irak, banyak yang menggunakan truk Toyota untuk kendaraan tempurnya.

Sampai saat ini, masih banyak kelompok militan di Timur Tengah dan Afrika yang memiliki teknologi truk Toyota sebagai kendaraan tempur yang terjangkau, gesit, perkasa dan cepat. 

Posting Komentar untuk "Fakta Teknologi Toyota dalam Peperangan"