Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Teknologi Roket Modern

Teknologi roket dinilai sebagai salah satu teknologi yang sulit dan kompleks. Saat ini, teknologi roket lebih sering digunakan untuk kepentingan militer dan antariksa. Tapi sejak awal perkembangannya, roket memang biasa digunakan untuk perang.

teknologi roket
Unsplash.com/SpaceX

Saat ini kita sering mendengar kabar bahwa suatu negara meluncurkan satelit ke antariksa. Kendaraan peluncur satelit tersebut bernama roket.

Kita juga sering mendengar suatu negara melakukan uji coba rudal (peluru kendali) atau roket militer. Ini merupakan senjata modern yang bisa menjangkau jarak yang jauh, bahkan antar benua.

Roket militer bisa diberi muatan bahan peledak atau bahkan bom nuklir.

Perkembangan ilmu tentang teknologi roket diketahui berasal dari China. Penggunaannya dalam militer dilakukan pada tahun 1232 ketika pasukan China melawan orang-orang Mongol yang mengepung kota Kai-fung-fu.

Teknologi roket kuno itu ditenagai dengan menggunakan bubuk mesiu yang dinyalakan sehingga mendorong benda yang biasanya diberi senjata tajam pada ujungnya.

Seiring perkembangan zaman, inovasi teknologi roket semakin maju dan semakin memiliki kemampuan yang hebat. Berikut ini adalah kisah teknologi roket modern.

Roket adalah teknologi perang

Sudah disinggung di awal bahwa roket adalah teknologi yang dikembangkan untuk peperangan. China sejauh ini diketahui sebagai salah satu pemilik teknologi tersebut.

Dalam perkembangannya, ilmuwan Inggris Isaac Newton dinilai meletakkan dasar ilmiah untuk ilmu teknologi roket modern.

Pada abad ke-17, para ilmuwan Eropa telah mulai melakukan uji coba pengembangan teknologi roket tersebut. Jerman dan Rusia bekerja dengan roket yang berbobot lebih dari 45 kilogram.

Di abad selanjutnya, yakni abad ke-18 dan ke-19, perkembangan ilmu teknologi roket semakin meningkat dan menjadi senjata perang. Roket sederhana India pernah menghajar pasukan Inggris pada tahun 1792 dan 1799.

Inggris tertarik dengan hal itu dan kemudian mengembangkannya untuk pertempuran. Meski akurasinya dinilai masih buruk, tapi itu menjadi senjata yang menakutkan. Kekuatan utama roket di era ini bukan pada akurasi melainkan pada banyaknya yang diluncurkan.

Gagasan teknologi roket jelajah antariksa

Roket yang saat ini sering kita dengar sebagai kendaraan peluncur menuju antariksa, diketahui gagasan awalnya berasal dari guru sekolah Rusia bernama Konstantin Tsiolkovsky. Dia menggagas eksplorasi antariksa pada tahun 1898.

Tsiolkovsky menyarankan bahan bakar yang digukanan adalah propelan cair agar membuat roket bisa mencapai jangkauan yang luas. Ini membuat Tsiolkovsky disebut sebagai bapak astronotika modern.

Dari Rusia, pengembangan ilmu teknologi roket juga dirambah oleh ilmuwan Amerika, yakni Robert H. Goddard. Eksperiman awal Goddard menggunakan roket propelan padat. Dalam eksperimen lanjutan, dia yakin bahwa bahan bakar cair akan lebih bagus meluncurkan roket.

Goddard mencapai penerbangan pertama yang sukses dengan roket propelan cair pada 16 Maret 1926 dengan bahan bakar oksigen cair dan bensin. Roket itu mampu naik setinggi 12,5 meter. Berbagai penelitian lain dikembangkan seperti kontrol penerbangan atau muatan roket untuk intrumen ilmiah.

Roket di era modern menjadi sangat menakutkan ketika dikembangkan oleh Jerman ketika Perang Dunia berlangsung. Mereka mengembangkan roket V-2 yang digunakan untuk membombardir London.

Meski roket V-2 buatan Jerman memiliki akurasi yang buruk, tapi jarak jangkauannya telah membuat banyak orang terkejut. Teknologi roket V-2 Jerman dinilai muncul terlambat karena negara itu kemudian dikalahkan oleh pasukan Sekutu.

Teknologi roket benar-benar menuju antariksa

Roket V-2 buatan Jerman menggunakan bahan bakar campuran oksigen cair dan alkohol. Ketika perang selesai dan Jerman kalah, teknologi tersebut dikembangkan oleh berbagai negara, terutama Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Banyak komponen roket V-2 yang ditangkap oleh pasukan Sekutu. Banyak pula ilmuwan Jerman yang pergi ke AS atau ke Uni Soviet. Para ilmuwan Jerman ini menjadi salah satu tulang punggung pengembangan roket modern yang canggih.

AS dan Soviet sama-sama menyadari potensi roket sebagai senjata militer dan meluncurkan program eksperimen. Pengembangan teknologi ini menjadi titik awal program antariksa dua negara raksasa tersebut.

Pada 4 Oktober 1957, Soviet memberi kejutan bagi dunia dengan satelit pertama yang berhasil mengorbit bumi. Satelit itu disebut Sputnik I. Teknologi roket yang canggih telah tercipta karena mampu mengantarkan satelit tersebut ke orbit bumi.

Sejak itu, era perlombaan teknologi antariksa berlangsung karena AS tidak mau ketinggalan. AS khawatir jika roket peluncur yang digunakan untuk membawa roket, akan digunakan Soviet sebagai senjata antar benua.

Pada 13 Januari 1958, satelit pertama AS, Explorer I, diluncurkan oleh Angkatan Darat. Pada bulan Oktober di tahun yang sama, AS kemudian melahirkan National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Kini tidak hanya Uni Soviet (Rusia) dan AS yang bisa mengembangkan roket, tapi negara-negara lain juga telah mampu mengembangkan teknologi tersebut seperti Jepang, China atau India.

Teknologi roket untuk menjelajahi antariksa dianggap sebagai salah satu teknologi tinggi yang menandakan kemantapan ekonomi, kecakapan militer dan kedigdayaan ilmu pengetahuan. Roket peluncur satelit ke antariksa, banyak yang digunakan sebagai roket militer, baik itu sebagai pertahanan atau sebagai alat serang.


Posting Komentar untuk "Kisah Teknologi Roket Modern"