Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lima Fakta Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia di Ukraina

Di Eropa, pembangkit listrik tenaga nuklir masih banyak yang aktif. Salah satunya adalah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina. PLTN ini salah satu yang terbesar di Eropa. Berikut ini fakta PLTN Zaporizhzhia.


Pembangkit listrik tenaga nuklir adalah salah satu sumber yang dapat menghasilkan energi besar. Banyak negara maju menggunakan nuklir sebagai sumber energinya.

Di Ukraina, mereka memiliki beberapa PLTN dan salah satunya berada di Zaporizhzhia. Wilayah itu kini menjadi salah satu arena pertempuran Rusia dan Ukraina.

Pasukan Rusia telah menguasai wilayah itu sejak Maret 2022 tapi tenaga teknis PLTN tersebut masih dipegang oleh Ukraina.

PLTN tersebut baru-baru ini juga menjadi sasaran serangan. Rusia menuduh pihak Ukraina menyerang fasilitas itu dengan roket berpeluncur ganda sedangkan pihak Ukraina menuduh Rusia menyerangnya menggunakan roket.

Berikut ini adalah lima fakta mengenai PLTN Zaporizhzhia.

PLTN terbesar milik Ukraina

Ukraina memiliki 15 PLTN yang tersebar di seluruh wilayahnya. Rata-rata PLTN itu dibangun dan dikembangkan di era Uni Soviet. Sampai sekarang masih ada banyak yang beroperasi.

PLTN Zaporizhzhia adalah pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di negara tersebut. Selain itu, PLTN Zaporizhzhia juga pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa.

Di fasilitas tersebut, ada enam unit reaktor nuklir dengan masing-masing memiliki kapasitas 1.000 MW. Dengan itu, fasilitas nuklir Zaporizhzhia menyuplai seperlima dari total daya yang digunakan di Ukraina.

PLTN Zaporizhzhia dibangun pada era Soviet

Sebelum menjadi negara yang merdeka seperti saat ini, Ukraina selama puluhan tahun berada dalam cengkeraman Uni Soviet. Banyak teknologi luar biasa Soviet yang dikembangkan di wilayah tersebut, salah satunya adalah pembangkit listrik tenaga nuklir.

PLTN Zaporizhzhia dibangun pada tahun 1978 dan konstruksinya dimulai pada tahun 1981. Antara tahun 1984 dan 1987, unit Satu, Dua, Tiga dan Empat mulai secara resmi beroperasi.

Unit lainnya, yakni uni Lima mulai beroperasi pada tahun 1989 dan uni Enam mulai bertugas pada tahun 1995 ketika Ukraina telah berpisah dari Uni Soviet.

PLTN Zaporizhzhia jadi target strategis perang Rusia di Ukraina

Rusia mulai melancarkan invasi ke Ukraina secara besar pada 24 Februari 2022. Sebelumnya, Rusia juga telah menyerang Ukraina pada tahun 2014 dan berhasil merebut Krimea.

Dalam invasi pada tahun 2022, di bulan Maret, Rusia berhasil menguasai wilayah Zaporizhzhia yang memiliki PLTN tersebut. Tapi staf pekerja yang berada di fasilitas itu masih dikerjakan oleh petugas dan ilmuwan Ukraina.

PLTN Zaporizhzhia menjadi penting dalam invasi Rusia dan jadi target strategis karena hanya berjarak sekitar 200 kilometer dari Krimea, wilayah Ukraina yang direbut Rusia pada 2014. Rusia terus berusaha menguasai sepanjang selatan wilayah Ukraina untuk mengisolasi Ukraina dari garis pantai Laut Hitam.

PLTN Zaporizhzhia pernah alami kebakaran

Ketika di era Soviet, PLTN Zaporizhzhia pernah mengalami kebakaran yang mengakibatkan tertundanya operasi. Kebakaran terjadi di unit Satu yang membuat pengaktifan PLTN itu tertunda selama 11 bulan.

Kebakaran tersebut terjadi tepatnya pada 27 Januari 1984.

Berita tentang kebakaran disembunyikan dari pengetahuan publik. Kemudian kebijakan Gorbachev tentang Glasnost dimulai enam tahun kemudian.

Pada tahun 2014, sekelompok pria bersenjata dari aliran politik sayap kanan berusaha mendapatkan akses ke fasilitas nuklir tersebut. Namun langkah mereka dihentikan oleh polisi Ukraina.

Ancaman bencana nuklir dari PLTN Zaporizhzhia

Invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina telah membuat fasilitas PLTN Zaporizhzhia menjadi wilayah dalam area pertempuran. Pada bulan Agustus 2022, tembakan roket dilaporkan mengenai fasilitas tersebut.

Pihak Rusia dan Ukraina saling tuduh tentang siapa pelaku penembakan itu. Ukraina melaporkan akibat serangan itu, satu staf teknisinya mengalami luka-luka.

Serangan yang diarahkan ke PLTN Zaporizhzhia menimbulkan kekhawatiran akan munculnya bencana nuklir. Ini membuat lembaga nuklir internasional khawatir.

Tapi reaktor nuklir sendiri dirancang untuk dapat menahan ledakan besar seperti ditabrak oleh pesawat sipil. Reaktor juga memiliki perlindungan baja dan beton bertulang serta sistem proteksi kebakaran.

Meski begitu, serangan rudal besar secara berulang kemungkinan akan menimbulkan masalah terhadap reaktor PLTN Zaporizhzhia.

Posting Komentar untuk "Lima Fakta Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia di Ukraina"