Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Planet Bercincin Selain Saturnus di Tata Surya

Planet Saturnus adalah planet bercincin paling terkenal. Tapi dalam sistem Tata Surya kita, planet bercincin tidak hanya Saturnus. Masih ada beberapa planet lain yang memiliki cincin. Apa saja?

planet cincin

Fenomena cincin pada planet di Tata Surya adalah fenomena menarik. Dan istilah planet bercincin cenderung memunculkan gambaran planet Saturnus.

Itulah yang mungkin ada dalam pikiran kamu ketika mendengar istilah planet bercincin diucapkan. Tapi faktanya sebenarnya ada beberapa planet bercincin lain selain Saturnus.

Upaya eksplorasi yang dilakukan selama beberapa dekade, ilmuwan mulai banyak memahami para planet di luar angkasa.

Dan pengiriman pesawat antariksa membuat ilmuwan mengerti bahwa Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus adalah planet yang memiliki sistem cincin.

Namun memang perlu diakui bahwa cincin planet yang paling indah untuk dilihat adalah cincin planet Saturnus. Tapi itu tidak menjadi alasan untuk mengabaikan planet cincin lainnya.

Berikut ini adalah informasi dan penjelasan untuk kamu tentang planet bercincin yang ada di sistem Tata Surya.

Planet Bercincin Jupiter

Pertama adalah Jupiter. Ini merupakan planet terbesar yang sejauh ini diketahui. Selain menjadi planet terbesar, Jupiter rupanya juga memiliki sistem cincin.

Cincin Jupiter diketahui ketika pesawat antariksa Voyager 1 melakukan penerbangan lintas planet pada tahun 1979.

Pada tahun 1990-an, sistem cincin Jupiter diselidiki secara menyeluruh menggunakan teleskop dari bumi, atau pengamatan dari pesawat ruang angkasa orbital.

Ilmuwan menjelaskan, sistem cincin Jupiter menunjukkan empat komponen utama. Empat sistem cincin itu diketahui sebagai Cincin Halo, Cincin Utama, Cincin Amalthea dan Cincin Thebe.

Cincin Halo dan Cincin Utama terdiri dari debu yang dikeluarkan dari bulan Metis, Adrastea dan benda induk lain yang bertumbukan karena berkecepatan tinggi.

Bulan-bulan kecil di sekitar Jupiter mengorbit dan saling bertabrakan sehingga menyebabkan remukan material terlempar dari permukaan dan membentuk cincin.

Planet Bercincin Saturnus

Saturnus selama berabad-abad telah dikenal sebagai planet bercincin. Tapi yang pertama kali mengamati cincin Saturnus adalah Galileo Galilei pada tahun 1610.

Pada tahun 1655, Chritiaan Huygens, yang merupakan ilmuwan dan matematikawan Belanda menjadi orang pertama yang menggambarkan cincin Saturnus sebagai piringan yang mengelilingi planet tersebut.

Dalam pengamatan selanjutnya pada akhir abad ke-19, cincin di Saturnus dijelaskan terdiri dari partikel kecil yang mengorbit planet.

Partikel tersebut berukuran dari mikrometer hingga meter yang membentuk gumpalan dan mengorbit planet Saturnus.

Hampir seluruh cincin Saturnus terdiri dari es yang bercampur debu dan bahan kimia lainnya.

Ada 12 sistem cincin yang dimiliki planet Saturnus yang dibagi menjadi dua divisi. Jauh dari luas sistem cincin utama adalah Phoebe. Sistem cincin tersebut miring pada sudut 27 derajat ke cincin lain dan mengorbit secara retregrade.

Planet Bercincin Uranus

Uranus adalah planet setelah Saturnus. Ini juga merupakan planet raksasa yang hampir seluruhnya terbentuk dari material gas.

Cincin yang dimiliki oleh Uranus dianggap relatif muda oleh para ilmuwan. Usianya tidak lebih dari 600 juta tahun. 

Sistem cincin tersebut diyakini berasal dari tabrakan sejumlah bulan yang pernah ada di sekitar planet Uranus.

Usai bertabrakan, ada banyak pecahan partkel dan bertahan sebagai cincin sempit dan padat di zona yang sangat terbatas dengan stabilitas maksimum.

Ilmuwan menjelaskan Uranus memiliki 13 sistem cincin. Tapi cincin-cincin tersebut sangat redup dan buram dengan lebar hanya beberapa kilometer.

Sebagian besar sistem cincin tersebut terdiri dari partikel yang berdiameter 0,2 hingga 20 meter. Beberapa sistem cincin terdiri dari debu halus yang sulit untuk diamati menggunakan teleskop dari Bumi.

Planet Bercincin Neptunus

Sebelumnya tidak pernah diketahui jika planet Neptunus memiliki cincin. Baru pada tahun 1989, pesawat antariksa Voyager 2 melakukan pengamatan di dekat planet tersaebut.

Ada enam cincin yang telah diamati sejauh ini oleh para ilmuwan. Sistem cincin tersebut digambarkan sebagai samar-samar dan renggang. Cincinnya juga sangat gelap.

Bahan sistem cincin Neptunus kemungkinan tersusun oleh senyawa organik yang diproses oleh radiasi, mirip dengan yang ditemukan di sistem cincin Uranus.

Dalam penyelidikan terbaru oleh pesawat antariksa New Horizons, para ilmuwan dan astronom telah berspekulasi bahwa planet kerdil Pluto mungkin juga memiliki sistem cincin.

Tapi ketika terbang lintas planet pada Juli 2015, New Horizons yang mengamati Pluto tidak menemukan bukti sistem cincin tersebut.

Itulah empat planet yang ada di Tata Surya dan memiliki cincin. Kalau kamu berminat untuk menjadi astronom dan melakukan penelitian lebih jauh, mungkin kamu juga dapat menguraikan lebih lanjut tentang sistem cincin pada planet-planet tersebut.

Posting Komentar untuk "Planet Bercincin Selain Saturnus di Tata Surya"