Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Roscosmos, Badan Antariksa Rusia

Roscosmos adalah badan antariksa yang dimiliki oleh Federasi Rusia. Roscosmos adalah lembaga baru yang mewarisi kecerdasan badan antariksa Uni Soviet. Roscosmos jadi badan antariksa mumpuni pesaing NASA milik AS.

roket rusia
Unsplash.com/Felipe Simo

Kalau kamu saat ini kerap mendengar tentang kabar SpaceX, NASA atau eksplorasi luar angkasa dari negara lain, maka semua itu dapat ditarik sejarahnya ke belakang.

Bahwa pada dasarnya, eksplorasi luar angkasa bermula atas persaingan Uni Soviet dan Amerika Serikat (AS). Persaingan itu terjadi setelah Perang Dunia II.

Kedua negara itu bersaing menciptakan roket dan bom atom. Roket digunakan untuk meluncurkan bom dan keampuhan jarak tempuh roket yang teruji berarti bisa meluncur ke luar angkasa atau antariksa.

Jika roket peluncur mampu menuju luar angkasa, maka tinggal dilakukan modifikasi untuk bisa meluncur secara melengkung menuju negara di benua lain.

Pengembangan roket ke luar angkasa pertama yang mampu melakukan itu adalah Soviet. AS kemudian mengikutinya di belakang dengan meluncurkan satelit Explorer.

Tapi sejak runtuhnya Soviet, maka terbentuklah Rusia dan proyek eksplorasi antariksa saat ini dipegang oleg Roscosmos. Berikut ini adalah sejarah Roscosmos.

Roscosmos terbentuk usai Soviet pecah

Soviet sebelumnya telah memiliki teknologi canggih untuk eksplorasi luar angkasa. Tapi usai pecah, maka Rusia yang menjadi penerusnya mencoba mewarisi dan mengembangkannya.

Pada tahun 1992, Rusia yang menjadi pecahan inti Soviet mendirikan badan antariksa Rusia yang disebut RKA. Ini dibentuk oleh Boris Yeltsin dan Yuri Koptev merupakan Direktur Jenderalnya.

Rusia pecahan Soviet yang masih muda, mengalami keruntuhan ekonomi besar yang menyebabkan tidak adanya anggaran proyek antariksa. Koptev kemudian mengarahkan industri yang dulu rahasia di era Soviet menjadi terbuka.

Peran Koptev ini penting dalam memimpin RKA. Dia bahkan menjalin kerja sama dengan AS yang nanti pada akhirnya membangun Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Pada tahun 1998, RKA yang dipimpin Koptev itu mendapatkan tanggung jawab dalam mengembangkan rudal balistik jarak jauh dan sistem ruang angkasa militer.

Lalu pada tahun 1999, Yeltsin kembali mengarahkan penggabungan industri luar angkasa dan penerbangan dengan membentuk Badan Penerbangan dan Antariksa Rusia atau Rosaviakosmos. 

Dengan ini, RKA yang menjadi Rosaviakosmos ikut bertanggung jawab dalam industri penerbangan juga.

Roscosmos terbentuk

RKA yang menjadi Rosaviakosmos adalah lembaga mandiri yang terbuka. Tetapi memasuki tahun 2000-an, dilakukan restrukturisasi secara luas dalam industri Rusia.

Pada 2004, pemerintahan Vladimir Putin membentuk badan antariksa federal bernama Roscosmos. Industri penerbangan kembali dipisah menjadi entitas tersendiri.

Koptev yang telah berjuang mempertahankan program antariksa Rusia dalam masa sulit, lalu digantikan oleh Anatoly Perminov, salah seorang veteran program luar angkasa militer. Sampai tahun 2015, perwira militerlah yang memimpin Roscosmos.

Di tahun 2000-an ini, ekonomi Rusia sudah membaik dan pendanaan anggaran luar angkasa tumbuh signifikan. 

Skandal perpecahan Roscosmos

Sebelum menjadi seperti saat ini, pada tahun 2014 ada upaya untuk memisahkan Roscosmos dari industri. Maka dibentuklah United Rocket and Space Corporation (ORKK).

Dengan ini, Roscosmos akan berposisi pada cadangan peran perencanaan strategis, sementara ORKK akan mengambil tanggung jawab industri antariksa Rusia.

Upaya tersebut menimbulkan perpecahan, menyebabkan penggandaan birokrasi dan perselisihan antara Roscosmos dan ORKK atas peran tanggung jawab dan kontrol.

Vladimir Putin yang masih memimpin Rusia akhirnya muak dengan skandal itu dan melakukan reformasi lebih radikal. Pemerintahannya merestrukturisasi Roscosmos menjadi BUMN, menggabungkan fungsi pembuat kebijakan dan perencanaan strategis.

Ini masih ditambah dengan bersatunya kegiatan bisnis dan ekonomi. Semua industri roket dan luar angkasa berada di bawah kendali BUMN Roscosmos.

Igor Komarov dari perwakilan sipil dipercaya untuk meimpin industri tersebut. Sementara Yuri Koptev, pemimpin RKA dulu, memimpin Dewan Ilmiah dan Teknis.

Peran Rusia dalam eksplorasi antariksa

Soviet adalah sosok yang melegenda karena menjadi negara pertama yang menjelajah luar angkasa. Soviet adalah negara pertama yang mengirim satelit ke orbit bernama satelit Sputnik.

Soviet kemudian menjadi negara pertama yang mengirim hewan ke antariksa dan kemudian mengirim manusia pertama ke antariksa. Prestasi itu terus bertambah seperti mengirim perempuan pertama ke antariksa.

Warisan teknologi antariksa Soviet sangat agung. Tapi ketika Soviet pecah dan mengecil menjadi Rusia, lembaga antariksanya tetap memiliki peran penting dalam pembangunan teknologi antariksa global.

Usai Soviet runtuh, Rusia bekerja sama dengan AS. AS menawarkan penerbangan astronot berbayar menuju stasiun luar angkasa Soviet yang masih melayang di antariksa. Stasiun tersebut bernama Mis.

Dalam program kerja sama ini, beberapa astronot AS juga bisa menuju Mir antara tahun 1995 dan 1998. Program antariksa Rusia ini dipimpin oleh Koptev.

Bermula dari program tersebut, maka AS dan Rusia menjadi dua negara utama dalam program pembangunan ISS.

Mereka mengajak beberapa negara kaya lain untuk ikut andil dalam pembangunan stasiun yang melayang di luar angkasa tersebut. Ini termasuk Jepang dan Kanada.



Posting Komentar untuk "Sejarah Roscosmos, Badan Antariksa Rusia"