Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sering Disebut Prindapan, Ini 5 Roket Hebat Buatan India

India adalah negara dengan ambisi luar angkasa tinggi. India membangun roket luar angkasa sendiri. Saat ini kemajuan teknologi luar angkasa India adalah salah satu yang sangat diperhitungkan di dunia.

roket luar angkasa india

Di Indonesia, India kerap disebut sebagai negeri Vrindavan atau Prindapan. Ini karena salah satu serial animasinya yang pernah tayang di  televisi nasional.

Mungkin di antara kamu juga pernah menggunakan istilah Vrindavan untuk menyebut India. Entah itu dengan niat negatif atau positif.

Perlu diketahui secara seksama, India adalah salah satu negara di Asia yang kini jadi raksasa ekonomi dan teknologi. Kemajuan teknologi India, khususnya dalam bidang teknologi luar angkasa, telah teruji selama puluhan tahun.

India adalah salah satu dari secuil negara di dunia yang memiliki roket peluncur antariksa sendiri, dan kerap membantu menerbangkan satelit negara lain menuju luar angkasa. ISRO, lembaga antariksa India, adalah salah satu lembaga antariksa yang hebat.

Berikut ini adalah lima fakta roket luar angkasa India, yang dibuat sendiri dan dimiliki oleh India saat ini.

Pengertian Roket Luar Angkasa

Roket adalah salah satu wahana teknologi tinggi. Roket dibuat untuk dapat meluncur secara jauh, melintasi negara, melintasi benua bahkan menembus luar angkasa.

Cara kerja roket mirip dengan mesin jet pesawat. Roket menembakkan gas yang sangat panas dari bagian buritannya. Dorongan gas tersebut akan membuat roket dapat melaju ke depan.

Roket luar angkasa dirancang untuk dapat menembus atmosfer Bumi. Teknolemper pernah membahas tentang Kisah Teknologi Roket Modern yang berisi rekam sejarah perkembangan teknologi tersebut.

Teknologi roket luar angkasa sangat mahal dan butuh ketelitian yang sangat rinci. Tidak banyak negara yang memiliki dan menguasai teknologi tersebut.

Salah satu negara yang memilikinya adalah India. India telah menjadi negara pembuat dan pemilik teknologi roket luar angkasa. Hal itu untuk menopang ambisi menjelajahi luar angkasa.

Roket Luar Angkasa SLV-3

Sebelum sesukses seperti sekarang, India telah belajar banyak dalam pengembangan teknologi roket. Mereka membuat kendaraan roket luar angkasa eksperimental pertama yang disebut Satellite Launch Vehicle-3 (SLV-3).

Roket SLV-3 memiliki berat 17 ton dengan tinggi 22 meter. Muatan yang mampu diangkut adalah 40 kilogram dan meluncur di Orbit Bumi Rendah (LEO).

Roket luar angkasa India ini berhasil meluncur pada 18 Juli 1980 dengan membawa satelit Rohini RS-1. Langkah tersebut membuat India sebagai negara keenam yang mampu mengirim satelitnya ke antariksa.

Sebelum meraih kesuksesan, SLV-3 melakukan peluncuran eksperimen pada Agustus 1979. Tapi saat roket luar angkasa India menemui kegagalan.

Pada bulan Juli 1980, Mei 1981 dan April 1983, SLV-3 juga sukses melakukan peluncuran ke luar angkasa. Prestasi tersebut membuat India mengembangkan roket dengan teknologi lebih canggih selanjutnya.

Roket luar angaksa SLV-3 adalah roket empat tahap. Perlu kamu ketahui, empat tahap yang dimaksud adalah dorongan bahan bakar sebanyak empat kali untuk dapat meluncurkan roket sampai antariksa.

Tahap pertama, roket menggunakan pendorong berbahan bakar Polibutadiena akrilonitril (PBAN) sebanyak 8,6 ton. Bahan bakar itu dibakar selama 49 detik untuk bisa mendapatkan dorongan secara vertikal.

Tahap kedua, mesin dengan bahan bakar Polibutadiena akrilonitril (PBAN) yang sama dengan massa 3 ton, memberikan dorongan lanjutan secara vertikal. Bahan bakar itu terbakar selama 40 detik.

Tahap ketiga, roket menggunakan bahan bakar padat yang terbakar selama 45 detik dengan daya dorong sebesar 6,3 ton. Bahan bakar padatnya sendiri memiliki massa 1 ton.

Tahap terakhir atau keempat, roket berbahan bakar padat yang sama seperti tahap tiga dengan massa 262 kilogram. Bahan bakar itu terbakar selama 33 detik untuk memberikan dorongan vertikal lebih lanjut menuju luar angkasa sampai ke Orbit Bumi Rendah (LEO).

Roket Luar Angkasa ASLV

Setelah mendapatkan kesuksesan dengan SLV-3, ISRO kemudian mengembangkan roket luar angkasa yang lebih besar. Roket tersebut bernama Augmented Satellite Launch Vehicle (ASLV).

Roket ini memiliki tinggi 24 meter dengan berat lepas landas 40 ton. Roket luar angkasa dirancang dengan lima tahap dan tujuannya mengorbitkan satelit kelas 150 kilogram ke Orbit Rendah Bumi.

ISRO menjelaskan ASLV menjadi kendaraan peluncur luar angkasa berbiaya rendah dengan teknologi penting demi peluncuran masa depan yang dilengkapi banyak teknologi lebih canggih.

ASLV melakukan empat penerbangan. Penerbangan roket luar angkasa pertama pada 24 Maret 1987 mengalami kegagalan. Lalu penerbangan kedua dilakukan pada 13 Juli 1988 juga mengalami kegagalan.

Roket luar angkasa ASLV melakukan penerbangan ketiga yang berhasil diluncurkan pada 20 Mei 1992 membawa satelit SROSS-C2 dengan berat 106 kilogram. Penerbangan ketiga ini sebagian mengalami kegagalan.

Pada penerbangan keempat, roket luar angkasa ASLV membawa satelit SROSS-C2 dengan berat 113 kilogram pada 5 Mei 1994. Peluncuran roket tersebut meraih kesuksesan.

Roket Luar Angkasa PSLV

roket luar angkasa pslv india
PSLV/ISRO-Wikipedia

Ambisi India untuk menjadi salah satu negara penjelajah antariksa tidak pernah berhenti. Justru negara itu terus melanjutkan program luar angkasanya dan membuat roket baru bernama Polar Satellite Launch Vehicle (PSLV).

Roket luar angkasa PSLV dibuat menjadi lebih besar dan masuk dalam roket peluncur sedang. Roket ini tidak seperti sebelumnya yang masuk dalam kategori roket peluncur kecil. PSLV awalnya dibuat dengan tujuan dapat membawa muatan hingga 1 ton.

Pertama kali melakukan peluncuran, roket PSLV melakoni aksinya pada 20 September 1993. Hasilnya tidak terlalu menggembirakan karena muatan gagal mencapai orbit.

Lalu pada misi keduanya, roket luar angkasa PSLV meraih kesuksesan pada tahun 1994. Pada tahun 1997, roket luar angkasa ini mengalami kegagalan dan meninggalkan muatan lebih rendah dari yang direncanakan.

Pada tahun-tahun berikut, PSLV tetap menjadi kendaraan roket peluncur antariksa yang melakukan puluhan kali misi dengan sebagian besar mengalami keberhasilan.

PSLV dirancang sebagai roket luar angkasa empat tahap dengan propulsi padat dan cair yang digunakan secara bergantian untuk mendorong roket ke luar angkasa.

Salah satu prestasi membanggakan dari roket PSLV adalah mengantarkan wahana Mangalyaan, pesawat antariksa India untuk misi planet Mars.

Varian roket luar angkasa PSLV

PSLV-G 

Roket luar angkasa PSLV-G atau Generik merupakan roket empat tahap dengan sistem propulsi padat dan cair. Kemampuan PSLV-G membawa muatan hingga 1.678 kilogram ke antariksa.

PSLV-CA 

Varian lainnya adalah PSLV-CA. Modern perdana dari varian ini muncul pada 23 April 2007. Roket luar angkasa India ini memiliki kemampuan untuk membawa beban 1.100 kilogram hingga ketinggian 622 kilometer dari permukaan bumi, atau mencapai Orbit Sinkron Matahari.

PSLV-XL 

Varian selanjutnya dari PLSV adalah PSLV-XL. Varian ini lebih besar dari pada sebelumnya dan mampu membawa muatan 1.800 kilogram ke Orbit Sinkron Matahari. 

Pada 29 Desember 2005, ISRO menggunakan PSLV-XL untuk membawa wahana antariksa Chandrayan-1. Wahana ini merupakan wahana pertama India untuk melakukan eskplorasi Bulan dan salah satunya meneliti air.

PSLV-DL 

Varian roket luar angkasa PSLV-DL mampu melakukan peluncuran ke antariksa dengan muatan 1.257 kilogram hingga 600 kilometer dari permukaan Bumi. Ini pertama kali meluncur pada 24 Januari 2019.

PSLV-QL 

Model lainnya yang dikembangkan ISRO dengan PSLV adalah PSLV-QL. Roket luar angkasa ini memiliki kapasitas meluncurkan muatan 1.523 kilogram hingga ketinggian 600 kilometer dari permukaan Bumi.

Roket Luar Angkasa GSLV

roket luar angkasa india gslv mk ii
GSLV Mk II/ISRO-Wikipedia

Ambisi India untuk melakukan eksplorasi luar angkasa sepertinya tak terhentikan. Pengembangan teknologi roket peluncur antariksa ISRO terus dilakukan.

Mereka melakukan peningkatan dengan membuat Geosynchronous Satellite Launch Vehicle atau GSLV.

Roket luar angkasa GSLV dibuat demi mengurangi ketergantungan India dengan teknologi roket asing. GSLV dibuat dengan tinggi 49 meter dan massa lepas landas 415 ton.

Ini merupakan roket luar angkasa tiga tahap dengan sistem propulsi padat, cair dan kriogenik, Sebagian teknologi kriogenik didapatkan dari Rusia.

Roket luar angkasa GSLV memiliki kemampuan yang lebih besar dibandingkan pada pendahulunya.

Roket luar angkasa ini mampu membawa muatan sekitar 5.000 kilogram ke Orbit Rendah Bumi atau sekitar 2.500 kilogram ke Orbit Transfer Geostasioner (GTO)

GSLV pertama kali meluncur pada 2001 dan terus digunakan hingga saat ini. GSLV dikembangkan menjadi GSLV Mk II. 

Dua model roket peluncur luar angkasa ini telah menjalankan total misi sebanyak 14 kali sampai tahun 2021. Dari jumlah itu, delapan kali sukses, empat kali gagal dan dua kali gagal sebagian.

Roket Luar Angkasa GSLV Mk III

roket luar angkasa gslv mk iii
GSLV Mk III/ISRO-Wikipedia

ISRO juga mengembangkan roket luar angkasa lain yang bernama GSLV Mk III. Roket ini dirancang khususnya untuk mengantarkan muatan ke orbit GTO yang lebih jauh dari Orbit Rendah Bumi.

Roket ini memiliki tinggi 43,43 meter dengan berat 640 ton. Muatan yang mampu dibawa GSLV Mk III sebesar 10 ton untuk tujuan Orbit Rendah Bumi dan 4 ton untuk menuju orbit GTO.

Roket GSLV Mk III merupakan roket tiga tahap yang pertama kali melakukan peluncuran perdana pada 18 Desember 2014.

GSLV Mk III digunakan untuk mengantarkan misi Bulan kedua India dengan mengirim wahana antariksa Chandrayaan-2. Ini juga akan digunakan untuk misi Gaganyaan, misi berawak pertama ISRO.

Roket luar angkasa GSLV Mk III terutama memang difokuskan untuk mengantarkan astronaut India ke luar angkasa. Negara yang biasa disebut sebagai Negeri Prindapan ini, terus mendapatkan kemajuan hebat dalam teknologi luar angkasa.

Posting Komentar untuk "Sering Disebut Prindapan, Ini 5 Roket Hebat Buatan India"